WhatsApp dituntut soal privasi data di India
Elshinta
Jumat, 15 Januari 2021 - 09:01 WIB |
WhatsApp dituntut soal privasi data di India
Ilustrasi WhatsApp (REUTERS)

Elshinta.com - Platform perpesanan milik Facebook, WhatsApp, menghadapi tantangan hukum dengan diajukannya sebuah petisi di pengadilan India, Kamis (14/1), menyatakan bahwa kebijakan WhatsApp yang diperbarui mengancam privasi pengguna.

WhatsApp, yang berbasis di California, pada 4 Januari, mengumumkan pembaruan privasi untuk berbagi beberapa data pengguna, termasuk lokasi dan nomor telepon, dengan Facebook dan platform milik Facebook lainnya, seperti Instagram dan Messenger.

Hal itu, menurut laporan Reuters, memicu kemarahan di berbagai negara, termasuk di pasar terbesarnya di India yang memiliki 400 juta pengguna.

Perubahan tersebut juga menghadapi tantangan di Turki. Dewan persaingan usaha negara tersebut pekan ini memulai penyelidikan terhadap layanan perpesanan dan induk layanan tersebut.

Di India, banyak pengguna dilaporkan mulai memasang aplikasi saingan seperti Signal dan Telegram.

"Ini secara virtual memberikan profil 360 derajat ke dalam aktivitas online seseorang," ujar pengacara Chaitanya Rohilla terkait petisi tentang kebijakan baru WhatsApp, yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Delhi, tersebut.

Petisi tersebut mengatakan bahwa Whatsapp membahayakan keamanan nasional dengan membagikan, mentransmisikan, dan menyimpan data pengguna di negara lain dengan informasi yang diatur oleh undang-undang asing.

"WhatsApp telah mengolok-olok hak dasar kami atas privasi," kata petisi tersebut.

WhatsApp telah memberi pengguna batas waktu 8 Februari untuk menyetujui persyaratan baru tersebut.

"Jenis perilaku sewenang-wenang dan keributan ini tidak dapat diterima dalam demokrasi dan sepenuhnya 'ultra vires' (di luar kekuasaannya) dan bertentangan dengan hak-hak fundamental sebagaimana tercantum dalam Konstitusi India," bunyi petisi tersebut.

Kasus ini akan disidangkan oleh Pengadilan Tinggi Delhi pada hari Jumat.

WhatsApp tidak menanggapi Reuters untuk permintaan komentar. Sebelumnya dikatakan pembaruan kebijakan tidak mempengaruhi privasi pesan dengan teman dan keluarga, karena obrolan grup dienkripsi dan perubahan hanya terkait dengan interaksi dengan bisnis.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pejabat Inggris akan keluarkan peringatan tentang corona varian India
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:58 WIB
Pejabat Inggris akan mengeluarkan peringatan tentang salah satu varian virus corona baru yang pertam...
Media Jerman: Prancis tunda pasokan vaksin COVID-19 pesanan Uni Eropa
Jumat, 07 Mei 2021 - 15:29 WIB
Prancis menunda pesanan Uni Eropa untuk 1,8 miliar dosis vaksin COVID-19 BioNTech/Pfizer yang direnc...
Australia akan mulai repatriasi warganya dari India pada 15 Mei
Jumat, 07 Mei 2021 - 10:35 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat mengatakan bahwa warganya yang berada di India y...
Debenhams tutup permanen di Inggris
Jumat, 07 Mei 2021 - 09:56 WIB
Department store Inggris Debenhams akan menutup seluruh toko yang tersisa secara permanen pada 15 M...
Saksi gambarkan kengerian kecelakaan kereta api Metro Meksiko
Kamis, 06 Mei 2021 - 23:59 WIB
Beatriz Ramon dan adik laki-lakinya, Oscar, mendengar ledakan dahsyat dan melihat lampu tiba-tiba p...
India kembali catat rekor: 412.262 kasus dan 3.980 kematian COVID
Kamis, 06 Mei 2021 - 18:56 WIB
India kembali mencatat rekor berupa 412.262 kasus dan rekor 3.980 kematian baru COVID-19 pada Kamis,...
Polisi tembakkan gas air mata ke pengunjuk rasa di Bogota
Kamis, 06 Mei 2021 - 14:12 WIB
Polisi anti huru hara menembakkan gas air mata ke pengunjuk rasa di Bogota pada hari Rabu selama har...
Australia berupaya lacak sumber misteri kasus COVID-19 di Sydney
Kamis, 06 Mei 2021 - 10:58 WIB
Otoritas Australia berupaya untuk melacak sumber misteri infeksi COVID-19 di Sydney pada Kamis, yang...
Milisi serang dua sumur minyak di Irak utara
Rabu, 05 Mei 2021 - 19:58 WIB
Kelompok milisi menggunakan bom untuk menyerang dua sumur minyak di salah satu ladang minyak di deka...
Inggris gelar eksperimen penyebaran COVID-19 melalui festival musik
Rabu, 05 Mei 2021 - 17:34 WIB
Inggris menggelar eksperimen penyebaran COVID-19 melalui festival musik, di mana penonton yang dinya...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV