LIPI: Rekristalisasi bisa jadi solusi daur ulang sampah medis
Elshinta
Sabtu, 16 Januari 2021 - 10:30 WIB |
LIPI: Rekristalisasi bisa jadi solusi daur ulang sampah medis
Sejumlah tenaga kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) mengemas tumpukan APD bekas yang digunakan saat tes usap (swab) COVID-19 massal di Pasar Sukaramai, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (26/6/2020). ANTARA FOTO/FB Anggoro/wsj.

Elshinta.com - Peneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengembangkan metode rekristalisasi yang dapat menjadi solusi daur ulang sampah medis infeksius.

“Semenjak masa pandemi, penggunaan masker medis pada masyarakat umum semakin meningkat, sehingga perlu antisipasi terhadap limbah masker medis,” kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Haryono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu.

Di tengah upaya memerangi pandemi COVID-19, masyarakat kini dihadapkan pada permasalahan baru, yaitu isu pencemaran lingkungan akibat meningkatnya sampah medis penanganan penyakit tersebut.

Selama pandemi, plastik banyak digunakan sebagai bahan baku APD (alat pelindung diri) berupa masker kesehatan, tutup kepala, sarung tangan dan sebagainya.

Hal itu menyebabkan peningkatan sampah plastik di lingkungan yang berpotensi meningkatkan mikroplastik di perairan dan laut.

Agus menyebut saat ini Pusat Penelitian Kimia LIPI telah mengembangkan berbagai metode untuk mendaur ulang masker medis, dengan metode kristalisasi.

“Metode ini terbilang mudah diterapkan untuk berbagai jenis plastik bahan baku APD seperti polipropilena, polietilena, polistirena, maupun polivinil klorida. Kualitas produk hasil daur ulang terjamin tetap tinggi, karena tidak terdegradasi oleh pemanasan,” ujar Agus.

Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI Sunit Suhendra mengungkapkan, bahan sampah medis yang sangat ringan karena mengandung lebih dari satu bahan plastik atau polimer sulit didaur ulang ,dengan minimnya metode daur ulang yang ada.

Menurut dia, metode pengolahan sampah plastik yang ada selama ini meliputi pembakaran daur ulang dengan cara pelelehan kembali untuk membentuk granula atau pelet.

Metode ini pun, menurut Sunit, terkendala proses pengumpulan dan pra pemilahan yang tidak mudah, serta kemungkinan persyaratan sterilisasi sebelum dilakukan langkah-langkah pendaur-ulangan.

“Metode kristalisasi memungkinkan terjadinya degradasi yang sangat rendah karena tidak adanya shear dan stress seperti pada proses daur ulang biasa. Hal ini menghasilkan plastik kristal yang dapat digunakan lagi dengan kualitas sangat baik,” kata Sunit.

Sunit menjabarkan bahwa selain dapat diterapkan pada hampir semua jenis plastik seperti Polyethylene (PE), Polypropylene (PP), Polyvinyl Chloride (PVC), Polystyrene (PS), metode kristalisasi juga memiliki banyak keunggulan.

Keunggulan menggunakan metode kristalisasi ini antara lain menghasilkan plastik daur ulang berupa serbuk, minim kerusakan struktur dan memiliki kemurnian produk daur ulang yang tinggi sehingga dapat digunakan lagi untuk keperluan yang sama, serta dapat dikembangkan sehingga sterilisasinya dapat dilakukan in-situ dalam rangkaian proses daur ulang.

“Tahapan-tahapan dalam proses daur ulang plastik medis dengan rekristalisasi ini meliputi pemotongan plastik bila diperlukan, pelarutan plastik, pengendapan pada antipelarut, dan penyaringan sehingga diperoleh suatu plastik murni tanpa degradasi yang memiliki manfaat/fungsi dapat digunakan lagi sebagai plastik untuk tujuan medis dengan kualitas yang serupa,” kata Sunit.

Lebih lanjut Sunit berharap hasil penelitian yang telah terdaftar dalam paten itu (Nomor P00202010633) dapat diterapkan dan berguna dalam menyelesaikan masalah sampah medis akibat pandemi yang tengah terjadi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wali Kota Medan temui banyak fasilitas tak memadai di RSUD dr Pirngadi
Kamis, 04 Maret 2021 - 12:35 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution, kembali melakukan sidak. Kali ini sidak ke Rumah Sakit Umum Daerah ...
Pemerintah daerah diminta lakukan berbagai upaya mitigasi bencana
Kamis, 04 Maret 2021 - 12:11 WIB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar rapat koordinasi penanggulangan bencana tahun...
Mantan teroris Semarang jadi `Duta Perdamaian`
Kamis, 04 Maret 2021 - 11:55 WIB
Machmudi Hariono alias Yusuf tampak sibuk menyiapkan tempat di rumahnya, Gisikdrono RT 4/13 Kecamata...
Bhakti Luhur Malang diduga terpapar virus dari luar 
Kamis, 04 Maret 2021 - 11:47 WIB
Terpaparnya  170 orang reaktif swab antigen dan 8 diantaranya positif swab PCR pada yayasan Bhakti ...
Rutan Salatiga adakan sosialisasi vaksinasi
Kamis, 04 Maret 2021 - 11:26 WIB
Rumah Tahanan (Rutan)  Negara Kota Salatiga, Jawa Tengah  mengadakan sosialisasi vaksinasi dan VCT...
Dinkes Mimika sosialisasi vaksin COVID-19 di Kodim 1710
Kamis, 04 Maret 2021 - 08:01 WIB
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika melakukan sosialisasi pemberian vaksinasi COVID-19 kepada ...
Jasa Raharja salurkan santunan korban kecelakaan di KM35 di Bungo
Kamis, 04 Maret 2021 - 07:45 WIB
Jasa Raharja Perwakilan Muarabungo Provinsi Jambi  dalam tempo di bawah 24 jam, melakukan kunjungan...
Kementerian BUMN: KH Said Aqil Siroj memiliki banyak pengalaman
Kamis, 04 Maret 2021 - 07:30 WIB
Kementerian BUMN mengungkapkan Komisaris Utama baru PT Kereta Api Indonesia (KAI) KH Said Aqil Siroj...
4 Maret 1621: Asal-usul Batavia, dari nama suku, nama kapal menjadi nama kota
Kamis, 04 Maret 2021 - 06:00 WIB
Jakarta dulu disebut Batavia oleh orang-orang Belanda. Sekitar tahun 1621. Nama sebelumnya Jayakarta...
Pemkab Mojokerto berikan bantuan bagi korban banjir Tempuran
Rabu, 03 Maret 2021 - 23:07 WIB
Pemerintah Kabupaten Mojokerto Jawa Timur memberikan bantuan berupa 604 paket bahan pokok kepada war...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV