Budidaya tanaman porang, terapi dan investasi bagi warga terlantar
Elshinta
Minggu, 17 Januari 2021 - 15:21 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Budidaya tanaman porang, terapi dan investasi bagi warga terlantar
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial RI menyelenggarakan studi banding guna meningkatkan kualitas pelayanan publik pada program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), salah satunya pada layanan dukungan kewirausahaan bagi Penerima Manfaat (PM).

Studi banding dilakukan di PT. Paidi Indo Porang, Madiun. Dirjen Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat menyampaikan bahwa sesuai arahan Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini agar Balai-balai Rehabilitasi Sosial memanfaatkan lahan-lahan terbuka yang potensial untuk dijadikan urban farming/pertanian dengan komoditas tanaman porang.

Mensos merekomendasikan komoditas porang dilihat dari sisi nilai ekonomi, pemberdayaan, dan kebutuhan yang tidak terbatas.

Tanaman porang mudah dibudidayakan karena bisa ditanam di tanah jenis apapun. Selain itu, porang bisa ditumpang sari dengan tanaman apa saja dan intensitas cahaya tidak berpengaruh pada tanaman ini.

Secara ekonomi, tanaman porang memberikan profit yang menjanjikan. Dari modal 1 kg katak/pentol (buah yang tumbuh di setiap cabang tangkai porang) harganya Rp300 ribu. Dalam 1 kg terdapat 150 katak. 

Per butir katak jika ditanam dalam 2 musim atau 2 tahun bisa menghasilkan 2 kg umbi. Sehingga 150 katak bisa menghasilkan 300 kg umbi. Di pasaran, harga umbi per kg adalah Rp10 ribu. Maka pendapatan 300 kg umbi adalah Rp3 juta. Dari modal hanya Rp300 ribu bisa menghasilkan pemasukan sebesar Rp3 juta.

Selain keuntungan secara ekonomi, permintaan akan porang tidak terbatas karena porang digunakan untuk bahan baku industri tekstil, pengganti selulosa pada industri perfilman, pertambangan, bahan perekat, bahan makanan, bahan imitasi, industri kosmetik hingga kesehatan. Permintaan untuk kebutuhan yang tidak terbatas inilah yang membuat porang menjadi komoditas yang menjanjikan dan strategis untuk dibudidayakan.

Selain itu, kisah sukses Paidi, pemilik PT. Paidi Indo Porang yang semula berprofesi pemulung namun kini menjadi miliarder atas komitmennya dalam budidaya tanaman porang juga menjadi motivasi Kemensos untuk mendorong Penerima Manfaat (PM)  di Balai-balai rehabilitasi sosial agar sukses mengembangkan usaha budidaya tanaman porang.

Hal menarik lainnya, Paidi juga sudah melakukan aksi sosial bagi masyarakat karena turut serta memajukan kesejahteraan masyarakat sekitar. Komoditas porang juga ditanam oleh masyarakat di berbagai desa dan sekarang memiliki penghasilan dari penanaman dan penjualan porang.

"Kami berikan kepada masyarakat sekitar 100 sampai 200 polibag untuk pembibitan. 10 desa kita minta melakukan pembibitan tanaman porang. Hasil pembibitan kemudian diserahkan ke kami untuk kami bantu pasarkan. Nanti mereka akan mendapat keuntungan dari pembibitan itu. Begitu bentuk pemberdayaan masyarakat kami," jelas Paidi, mantan pemulung.

Harry mengatakan bahwa bagi Kemensos, studi banding ini meyakinkan bahwa tanaman porang bisa memberikan kesempatan luas pada PM yang merupakan pengemis, pemulung, gelandangan, anak berhadapan dengan hukum, penyandang disabilitas, korban penyalahgunaan Napza hingga lansia untuk bisa berwirausaha.

Pada prinsipnya mereka memiliki kapasitas yang memadai, budidaya tanaman porang ini juga perlu disesuaikan dengan potensi yang dimiliki. Tidak menutup kemungkinan pemeliharaan tanaman porang ini bisa dilakukan oleh para penyandang disabilitas.

Kini piloting budidaya tanaman porang telah diinisiasi oleh salah satu Balai Rehabilitasi Sosial milik Kemensos yaitu Balai Karya "Pangudi Luhur" Bekasi yang menggunakan 0,5 hektar lahannya untuk budidaya tanaman porang. Aktivitas budidaya ini telah melibatkan para PM di Balai Karya "Pangudi Luhur" Bekasi.

Budidaya ini akan diperluas hingga ke Balai-balai Rehabilitasi Sosial di Seluruh Indonesia yang berjumlah 41 balai. "Ini bagian dari terapi dan investasi bagi PM. Tidak hanya memelihara porang saja," pungkas Harry.

Paidi menyatakan kesiapannya untuk membantu budidaya tanaman porang oleh PM. "Kita siap bantu bahkan hingga pasca panen. marketnya pabrik dan eksportir," tutupnya.

Studi banding ini diikuti oleh Dirjen Pemberdayaan Sosial beserta jajaran, Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Kemensos RI di Wilayah Jabodetabek, Sukabumi, Bandung, Bali dan Nusa Tenggara Timur serta Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di wilayah Jabodetabek.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Warga Siak mulai terganggu polusi udara akibat asap pabrik sawit
Minggu, 28 Februari 2021 - 10:26 WIB
Asap pekat dari cerobong Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Berlian Inti Mekar (BIM) di Kabupaten Si...
 Ini penjelasan Kadis LH soal ikan mabuk di Sungai Wampu
Minggu, 28 Februari 2021 - 07:46 WIB
Ikan mabuk disepanjang aliran sungai wampu Kabupaten Langkat, mulai hilir sampai hulu. Diduga kuat, ...
91 titik api ditemukan di enam kabupaten/ kota di Riau pada Sabtu
Minggu, 28 Februari 2021 - 07:12 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengatakan terdapat 91 titik api yang ditemukan di e...
Menteri LHK ke Lumajang, Ketua DPRD: Mewujudkan perhutanan potensial dongkrak ekonomi
Sabtu, 27 Februari 2021 - 11:56 WIB
Kedatangan Menteri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya ke Kabupaten Lumajang Jawa Ti...
Program Langit Biru edukasi warga gunakan BBM ramah lingkungan
Sabtu, 27 Februari 2021 - 08:55 WIB
Program Langit Biru (PLB) Pertamina dinilai berhasil mengedukasi masyarakat untuk menggunakan bahan ...
BMKG: Terpantau 325 titik panas di Kalbar
Jumat, 26 Februari 2021 - 18:11 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Mempawah, Kalimantan Barat,...
Pemkot Bandung bentuk Satgas `Kang Pisman` di Hari Peduli Sampah Nasional
Jumat, 26 Februari 2021 - 12:35 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kang Pisman (Kurangi, Pisahka...
Pemkot Bandung lakukan perubahan paradigma pengelolaan sampah
Senin, 22 Februari 2021 - 15:48 WIB
Tepat 16 Tahun yang lalu, 21 Februari 2005 dunia dikejutkan dengan sebuah tragedi bencana yang diaki...
Menteri LHK: Perlu perubahan paradigma pengelolaan sampah di Indonesia
Senin, 22 Februari 2021 - 15:36 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyatakan perlunya perubahan paradigma pe...
BMKG ingatkan lima provinsi siaga banjir pada 22-23 Februari
Minggu, 21 Februari 2021 - 22:32 WIB
Prakiraan Badan Meteorolgi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di lima provin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV