Pinangki mengaku bangga menjadi seorang jaksa
Elshinta
Rabu, 20 Januari 2021 - 22:49 WIB |
Pinangki mengaku bangga menjadi seorang jaksa
Jaksa Pinangki Sirna Malasari membacakan nota pembelaan (pledoi) di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (20/1). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Elshinta.com - Pinangki Sirna Malasari mengaku punya rasa bangga menjadi anggota korps Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

"Meskipun jabatan-jabatan yang saya emban bukan jabatan yang bergengsi dan strategis akan tetapi tidak mengurangi rasa bangga dan syukur saya dan orang tua saya," kata Pinangki sambil tersedu saat membacakan nota pembelaan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu.

Pinangki menjadi jaksa sejak 2007. Selanjutnya pada 2011 ia bertugas sebagai jaksa fungsional di bidang Perdata Tata Usaha Negara (Datun), pada 2012 Pinangki bertugas sebagai jaksa fungsional di Bidang Pengawasan, pada 2014 Pinangki menjabat eselon 4 sebagai Kasubdit Statistik dan Analisis pada Pusat Informasi Data dan Statistik Kriminal (Pusdakrimti) Kejaksaan Agung.

"Karena saya telah menjadi satu-satunya jaksa dalam keluarga saya ini. Tentu itu menjadi keteguhan saya untuk tetap mengabdi dan berbuat yang terbaik bagi korps Kejaksaan," ungkap Pinangki.

Menurut Pinangki, rasa bangga dan syukur kepada institusi Kejaksaan tersebut selalu terpatri dalam dirinya sehingga tidak mungkin bagi Pinangki saya untuk mengkhianati institusi Kejaksaan.

"Tidak mungkin saya berkhianat dengan cara menghindarkan seorang buronan untuk dilakukan eksekusi," tambah Pinangki.

Pinangki pun mengungkapkan bahwa sejak awal saksi-saksi dalam persidangan mengungkapkan dalam pertemuannya dengan Djoko Tjandra, ia selalu meminta Djoko Tjandra untuk menjalankan hukumannya terlebih dahulu baru selanjutnya ditempuh upaya hukum yang akan dilaksanakan oleh Anita Kolopaking.

"Sebagai seorang anak dan juga orang tua tentu saya sangat terpukul begitu pun dengan keluarga atau orang tua saya hingga saya kehilangan bapak saya yang meninggal pada hari minggu lalu karena sakit," ungkap Pinangki kembali sambil menangis.

Pinangki pun mengaku merasa bersalah dan menyesal.

"Tentu itu adalah musibah yang membuat saya merasa bersalah, menyesal, saya belum bisa membahagiakan orang tua saya dan saya tidak bisa mendampingi hingga merawatnya saat sakit karena saya melakukan ini," kata Pinangki.

Dalam perkara ini, jaksa Pinangki Sirna Malasari dituntut 4 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Tiga perbuatan Pinangki yaitu menerima suap sebesar 450 ribu dolar AS (sekitar Rp6,6 miliar) dari terpidana kasus "cessie" Bank Bali Djoko Tjandra, melakukan pencucian uang sebesar 337.600 dolar AS dan melakukan pemufakatan jahat dengan menjanjikan uang 10 juta dolar AS kepada pejabat di Kejagung dan MA untuk menggagalkan eksekusi Djoko Tjandra.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korban mafia tanah desak Polri berantas tuntas mafia tanah di Indonesia
Kamis, 04 Maret 2021 - 09:47 WIB
Didampingi Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI), sejumlah korban mafia tanah, mendatangi Bares...
Penembakan oleh oknum polisi di Medan bukan karena tagihan tuak
Kamis, 04 Maret 2021 - 08:15 WIB
Aksi oknum polisi yang bertugas di Polres Binjai Bripka MJ yang melepaskan dua tembakan ke udara yan...
KPK amankan dokumen geledah rumah tersangka penyuap Nurdin Abdullah
Rabu, 03 Maret 2021 - 23:41 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dokumen dari penggeledahan di rumah pribadi tersangka...
Sempat kena tembak, Ali Kalora berhasil kabur
Rabu, 03 Maret 2021 - 22:34 WIB
Kontak tembak antara Satuan tugas Madago Raya, gabungan TNI/Polri dengan Kelompok Daftar Pencarian O...
KPK amankan dokumen geledah tiga rumah di Tanjungpinang Kepri
Rabu, 03 Maret 2021 - 21:38 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan berbagai dokumen dari penggeledahan di tiga rumah yan...
Kontak tembak polisi/TNI dengan MIT Poso kembali terjadi
Rabu, 03 Maret 2021 - 20:34 WIB
ontak tembak antara polisi/TNI dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso  yang kini menj...
Polisi amankan nelayan yang tangkap ikan dengan bahan peledak
Rabu, 03 Maret 2021 - 06:45 WIB
Direktorat Kepolisian Perairan Kepolisian Daerah NTT mengamankan enam orang nelayan yang menangkap i...
Jaksa KPK: Menantu belikan jam mewah untuk Nurhadi dari uang suap
Rabu, 03 Maret 2021 - 06:15 WIB
Jaksa KPK menyebut Rezky Herbiyono membelikan sejumlah jam mewah untuk mertuanya mantan Sekretaris M...
Kejagung periksa 7 saksi kasus korupsi Asabri
Rabu, 03 Maret 2021 - 00:09 WIB
Jaksa penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa lagi tujuh orang saksi dari pihak swasta dan per...
Kapolda: Kebakaran hutan dan lahan di Aceh terjadi karena dibakar
Selasa, 02 Maret 2021 - 22:29 WIB
Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada menegaskan penyebab terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV