NTB minta percepatan penyediaan infrastruktur penunjang ekspor
Elshinta
Kamis, 21 Januari 2021 - 07:31 WIB |
NTB minta percepatan penyediaan infrastruktur penunjang ekspor
Pengrajin di Desa Batumekar, Kabupaten Lombok Barat, NTB menunjukkan beberapa model kerajinan ketak yang akan dikirim ke Korea Selatan dan Jepang. (ANTARA/Awaludin)

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) meminta para pihak terkait untuk melakukan percepatan penyediaan infrastruktur penunjang ekspor, sehingga komoditas bisa langsung diekspor ke negara tujuan menggunakan surat keterangan asal (SKA) dari daerah produksi.

"Kami sudah meminta melalui rapat beberapa kali dengan pihak Karantina, Bea Cukai, Pelindo, dan institusi lainnya yang masuk dalam ekosistem logistik nasional, agar bagaimana NTB diperhatikan," kata Kepala Dinas Perdagangan NTB H Fathurrahman, di Mataram, Rabu.

Ia mengatakan masih ada produk-produk NTB yang harus diekspor menggunakan SKA daerah lain, seperti Bali, dan Surabaya (Jawa Timur). Sebab, pelaku usaha di daerah itu yang memiliki jaringan dengan pembeli dari luar negeri, di samping daerahnya memiliki fasilitas pelabuhan dan bandara yang langsung ke negara tujuan ekspor.

Fathurrahman menambahkan, persoalan SKA itu menjadi sesuatu yang terus dikawal. Tapi, pada prinsipnya adalah bagaimana produk NTB bisa dipasarkan ke luar negeri, meskipun harus melalui provinsi lain untuk saat ini.

"Kami berharap tidak ada persoalan dengan itu, tetapi tetap kami kawal terkait hal-hal yang mengarah ke SKA, agar produk yang dikirim ke luar negeri tetap atas nama NTB," ujarnya.

Menurut dia, pentingnya penerbitan SKA dari daerah asal barang, agar setiap produk yang diperdagangkan ke luar negeri tercatat dengan baik, sehingga bisa menjadi bahan bagi dinas terkait untuk melakukan pengembangan secara masif demi memenuhi kebutuhan pasar.

Keuntungan lainnya adalah produk asli dari NTB yang digunakan oleh suatu negara tetap dikenal dan tidak mudah diakui oleh daerah lain.

"Kalau SKA dari daerah lain bisa diakui sebagai produk daerah lain dan ciri khasnya bisa hilang. Itu yang kita jaga," ujar Fathurrahman.

Ia menyebutkan jumlah produk NTB yang dikirim keluar negeri menggunakan SKA yang dikeluarkan Dinas Perdagangan NTB sekitar 20 jenis, sebagian besar adalah produk kerajinan. Ada juga komoditas perkebunan, seperti kopi dan vanili.

Pihaknya terus berupaya agar para pelaku usaha di NTB bisa menjadi eksportir, sehingga SKA diterbitkan di dalam daerah. Upaya yang dilakukan adalah dengan cara membuka ruang konsultasi bagi seluruh pelaku usaha.

Dinas Perdagangan NTB juga mempermudah sistem pelayanan pembuatan SKA dan memfasilitasi dengan Karantina dan Bea Cukai untuk pengurusan administrasi barang yang akan diekspor.

"Kami juga turun ke lapangan untuk mengedukasi masyarakat terkait keuntungan membuat SKA di daerah. Selama ini, bayangan mereka rumit mengurus SKA karena diurus oleh mitra pembelinya," kata Fathurrahman pula.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ganjar minta `rest area` dikelola masyarakat untuk kembangkan UMKM
Selasa, 23 Februari 2021 - 16:47 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pengelola jalan tol di wilayah Jateng agar mengizinkan m...
Dispar Bali dukung Pameran IKM `Bali Bangkit 2021`
Selasa, 23 Februari 2021 - 16:14 WIB
Dinas Pariwisata Provinsi Bali mendukung pameran IKM \"Bali Bangkit 2021\" karena pameran yang diada...
Permintaan Herbal serbuk biji salak di Boyolali meningkat
Kamis, 18 Februari 2021 - 09:54 WIB
Usaha ramuan herbal dengan bahan biji buah salah yang diproduksi menjadi serbuk berkasiat di Dukuh G...
Pelaku UKM bertahan dengan memanfaatkan momen dan dunia digital
Rabu, 17 Februari 2021 - 12:15 WIB
Memanfaatkan dunia digital dan menciptakan produk sesuai momen yang sedang berlangsung menjadi cara ...
Jateng gelar UKM Virtual Expo 2021 genjot perekonomian
Selasa, 16 Februari 2021 - 17:56 WIB
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah kembali menggelar UK...
Pemkot Bandung bantu pasarkan produk UMKM di apotek
Senin, 15 Februari 2021 - 18:14 WIB
Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, akan membantu memasarkan produk makanan dari para pelaku usaha ...
Ekonom sebut UMKM harus melek digital untuk bertahan di era pandemi
Rabu, 10 Februari 2021 - 20:27 WIB
Ekonom Universitas Indonesia dan Direktur Eksekutif Next Policy, Fithra Faisal mengatakan bahwa pert...
Kemendag dukung UKM berorientasi ekspor berjaya di pasar global
Rabu, 10 Februari 2021 - 14:48 WIB
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) a...
Kemenperin angkat pamor jam tangan kayu berbasis kearifan lokal
Sabtu, 30 Januari 2021 - 16:15 WIB
Kementerian Perindustrian mengangkat pamor jam tangan kayu berbasis kearifan lokal guna mendorong se...
Kelompok rentan Sulsel mendapat pelatihan digitalisasi UMKM
Selasa, 26 Januari 2021 - 07:15 WIB
Perusahaan digital Grab bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Sulsel siap jang...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV