BBKSDA Sumut sebut tak ada kompensasi atas konflik satwa di Langkat
Elshinta
Kamis, 21 Januari 2021 - 15:57 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
BBKSDA Sumut sebut tak ada kompensasi atas konflik satwa di Langkat
Sumber foto: https://bit.ly/35YLAcl/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemkab Langkat menerima audiensi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumut dan masyarakat Kabupaten Langkat, membahas soal konflik Harimau Sumatera, yang kerap memangsa hewan ternak (sapi) warga. Di tiga kecamatan, yakni kecamatan Bahorok, Besitang dan Batang Serangan. Audensi ini diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat Indra Salahudin, mewakili bupati, di ruang rapat Sekda, Senin (18/1). 

Pada audiensi tersebut, warga diwakili oleh tiga kepala desa, di lokasi terbanyak ternak sapi menjadi korban keganasan raja hutan. Yakni, Kepala Desa Batu Jonjong Tetap Ukur Ginting, Kepala Desa Lau Damak Ngemat Ginting dan Kepala Desa Timbang Lawan Malik Nasution. 

Di kesempatan itu, Kades Batu Jonjong Tetap Ukur Ginting menyampaikan harapan warga, yakni meminta bantuan dari pemerintah dan BBKSDA, untuk memberikan kompensasi atas hewan ternak yang menjadi korban harimau. Serta meminta, agar harimau yang sangat meresahkan tersebut, dievakuasi ke lokasi yang jauh dari permukiman warga. 

Sementara, Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi didampingi kabid wilayah l KSDA Mustafa Imran Lubis, Kabid wilayah Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Ruswanto dan Kasi KSDA wilayah I Stabat Herbert BP Aritonang. Menjelaskan, pihaknya tidak dapat memberikan kompensasi, sebab tempat dimasangsanya hewan ternak, masih dilokasi TNGL. Yakni kawasan para satwa berkembang biak, sesuai aturan perundang-undangan. 

Jadi solusi yang dapat diberikan kepada masyarakat, untuk jangka pendek. Agar warga yang memiliki hewan ternak untuk memasukkan hewan ternaknya ke dalam kandang. "Kami juga akan mencoba mengevakuasi translokasi harimau, dengan melakukan metode pemasangan kandang jebakan. Sebelum itu berhasil, baiknya hewan ternak dimasukkan ke kandang," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Kamis (21/1). 

Selain itu, sambung Hotmanuli, pihaknya akan menyediakan pos penjagaan, bekerjasama dengan pemerintah desa dan pihak terkait lainnya, termasuk Pemkab Langkat. Serta melakukan upaya jangka panjang lainnya. Seperti aspek legalitas kawasan untuk pertenakan, di daerah TNGL yang dekat permukiman warga. 

Caranya, bermitra dengan KPH melalui perhutanan sosial dan sylvopastura, atau kemitraan koservasi KTHK dengan TNGL . "Sehingga ke depan, jika ada hewan ternak warga yang dimangsa, dapat di berikan bantuan dari pemerintah daerah/pusat," ungkapnya. 

Sementara, Sekda Langkat menyatakan, Pemkab Langkat akan ikut serta dan membantu menyelesaikan persoalan tersebut. Termasuk upaya legalitas lokasi, yang akan dilakukan BBKSDA Sumut. Agar kedepan, masyarakat mendapatkan ganti rugi, jika hewan ternaknya kembali dimangsa harimau.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dinkes Mimika sosialisasi vaksin COVID-19 di Kodim 1710
Kamis, 04 Maret 2021 - 08:01 WIB
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika melakukan sosialisasi pemberian vaksinasi COVID-19 kepada ...
Jasa Raharja salurkan santunan korban kecelakaan di KM35 di Bungo
Kamis, 04 Maret 2021 - 07:45 WIB
Jasa Raharja Perwakilan Muarabungo Provinsi Jambi  dalam tempo di bawah 24 jam, melakukan kunjungan...
Kementerian BUMN: KH Said Aqil Siroj memiliki banyak pengalaman
Kamis, 04 Maret 2021 - 07:30 WIB
Kementerian BUMN mengungkapkan Komisaris Utama baru PT Kereta Api Indonesia (KAI) KH Said Aqil Siroj...
4 Maret 1621: Asal-usul Batavia, dari nama suku, nama kapal menjadi nama kota
Kamis, 04 Maret 2021 - 06:00 WIB
Jakarta dulu disebut Batavia oleh orang-orang Belanda. Sekitar tahun 1621. Nama sebelumnya Jayakarta...
Pemkab Mojokerto berikan bantuan bagi korban banjir Tempuran
Rabu, 03 Maret 2021 - 23:07 WIB
Pemerintah Kabupaten Mojokerto Jawa Timur memberikan bantuan berupa 604 paket bahan pokok kepada war...
Ketua DPD minta masyarakat waspada terhadap lembaga investasi bodong
Rabu, 03 Maret 2021 - 22:45 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta masyarakat untuk mencatat ...
Solusi surplus dari pengendalian impor barang konsumtif
Rabu, 03 Maret 2021 - 21:23 WIB
Sejumlah pakar dan ekonom di berbagai belahan dunia sedang berpikir keras untuk menemukan cara terba...
Pemkot Bogor dorong pemanfaatan lahan jadi urban farming
Rabu, 03 Maret 2021 - 21:05 WIB
Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mendorong warga Kota Bogor...
Tim SAR temukan nelayan hilang di Morowali dalam keadaan selamat
Rabu, 03 Maret 2021 - 20:56 WIB
Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perai...
Anggota DPD bantu tanami pohon mangrove di pesisir Pulau Aceh
Rabu, 03 Maret 2021 - 20:45 WIB
Anggota DPD asal Aceh HM Fadhil Rahmi dan Kaukus Pemuda Aceh (KPA) menanam ratusan pohon mangrove d...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV