MemoRI 22 Januari
22 Januari 2019: Banjir di Sulawesi Selatan 10 tahun terparah waktu itu  
Elshinta
Penulis : | Editor : Administrator
22 Januari 2019: Banjir di Sulawesi Selatan 10 tahun terparah waktu itu  
Bocah-bocah memilih duduk di atap mobil yang belum tergenang sambil menunggu pertolongan di salah satu perumahan di Makassar-foto-foto ANTARA

Elshinta.com - Hingga tanggal 25 Januari 2019 atau tiga hari setelah banjir, BPBD Sulawesi Selatan mencatat 106 desa terdampak bencana di 61 kecamatan yang tersebar di 13 kabupaten/kota.

Sebanyak 59 orang dilaporkan meninggal, 25 orang hilang, 47 orang luka-luka, 6.596 orang terdampak, 3.481 orang mengungsi.

Banjir menyebabkan banyak sekali kerusakan di antaranya, 79 unit rumah hancur, 4.857 unit rumah terendam, 11.876 hektare sawah terendam, 10 jembatan rusak, dua pasar rusak, 12 unit fasilitas peribadatan rusak, enam fasilitas pemerintah rusak dan 22 unit sekolah rusak.

22 Januari 2010: Melepas tiga harimau Sumatera ke alam bebas di Tambling, Lampung  

Wikipedia menyebut peristiwa hari ini tepat 11 tahun lalu itu merupakan pertama kalinya Indonesia melepaskan harimau ke alam bebas. Namun dua tahun sebelumnya Kompas memberitakan dua harimau dilepas ke alam bebas pada tanggal 22 Januari 2008 di tempat yang sama. Tak mengapa, bukan persoalan.

Waktu itu dalam suasana peringatan konservasi alam nasional. sebanyak tiga ekor harimau Sumatera bernama Wira, Buyung, dan Bella rencana dilepas di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

foto: reuter/Beawiharta-merdeka.com

Ketiga harimau itu diberi nama oleh Wakil Presiden waktu itu, Boediono, Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Djoko Suyanto, dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di Istana Wakil Presiden,

Boediono menamai seekor harimau berumur belum genap setahun. "Yang manis saya beri nama Wira," katanya sambil mengelus-elus Wira yang kebetulan dibawa ke Istana Wapres.

Wira keturunan ketiga harimau yang memangsa manusia di Sumatera beberapa tahun lalu. Kedua harimau lainnya diberi nama Bella dan Buyung oleh Zulkifli dan Djoko.

Zulkifli menceritakan kalau sebelumnya harimau itu pernah mengamuk saat di Aceh. "Mereka sudah ditangkap dan sekarang saya ke Lampung untuk melepas mereka ke Taman Nasional Bukit Barisan Selatan," katanya.

Lebih kurang dua tahun sebelumnya pada 2008, dua ekor harimau yang juga ditangkap di Aceh kemudian dilepaskan di Tambling Wildlife Nature Concevation atau disingat TWNC.

Oleh Bupati Lampung harimau itu dinamai Pangeran dan satunya dinamai Agam oleh Menteri Kehutanan waktu itu, MS Kaban.

Pangeran umurnya 5-6 tahun dan beratnya 119 kg, sementara Agam masih umur 4 tahun dan bobotnya 74 kg.

Saat dilepas dari kandang, Pangeran langsung berlari dan menyusup ke dalam hutan, sementara Agam yang dilepas 10 menit berikutnya hanya berjalan gontai sesaat setelah pintu kandang dibuka. Namun seterusnya Agam pun menghilang masuk hutan.

Untuk memantau perkembangannya kedua harimau itu dipasangi suatu alat di lehernya. Aktivitas mereka dapat terus dimonitor melalui jaringan komunikasi satelit. Dengan alat itu bisa diketahui bagaimana kedua harimau menjalani proses adaptasi di lingkungan barunya.

Diperkirakan ada 300 harimau di seluruh hutan Sumatera, sementara yang ada di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, lebih kurang 40 ekor. (dari berbagai sumber)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
28 Februari 2019: Gempa Solok, ratusan rumah rusak
Minggu, 28 Februari 2021 - 06:11 WIB
Gempa bumi mengguncang Solok Selatan dengan magnitudo 5,6. yang terjadi pada Kamis pagi, 28 Februari...
27 Februari 2013: Bus rombongan peziarah hantam tebing di Ciloto
Sabtu, 27 Februari 2021 - 06:12 WIB
Kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur. Kali ini kecelakaan terjadi pada sebua...
26 Februari 2019: Indonesia juara Piala AFF U-22
Jumat, 26 Februari 2021 - 06:10 WIB
Tim Nasional Indonesia U-22 berhasil menjadi juara Piala AFF U-22 2019. Usai mengalahkan Thailand de...
25 Februari 2020: Dampak banjir, motor boleh lewat jalan tol
Kamis, 25 Februari 2021 - 06:11 WIB
Imbas dari hujan intensitas tinggi yang terjadi di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, da...
24 Februari 1966: Aksi mahasiswa berujung tertembaknya Arif Rahman Hakim 
Rabu, 24 Februari 2021 - 06:12 WIB
Pada tanggal 24 Februari 1966, tepat hari ini 55 tahun lalu. Berbagai kelompok mahasiswa memblokir j...
23 Februari 2018: Tujuh kecamatan di Kabupaten Bandung dilanda banjir
Selasa, 23 Februari 2021 - 06:14 WIB
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan Bandung raya beberapa hari terakhir membuat ...
22 Februari 2013: KPK tetapkan Anas Urbaningrum tersanka Hambalang
Senin, 22 Februari 2021 - 06:15 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebaga...
21 Februari 1949: Akhir hayat Tan Malaka, tewas dieksekusi
Minggu, 21 Februari 2021 - 06:11 WIB
Salah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia, Tan Malaka, mati secara tragis di tangan bangsanya send...
20 Februari 2015: Bus rombongan pengajian terguling, belasan orang tewas
Sabtu, 20 Februari 2021 - 06:11 WIB
Kecelakaan tunggal berujung maut terjadi di Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat 20 Februari 2015. Sebu...
19 Februari 2020: Napi terorisme jaringan Santoso bebas
Jumat, 19 Februari 2021 - 06:13 WIB
Seorang narapidana kasus terorisme (Napiter) bernama Setiawan Hadi Putra alias Ijul (36) dinyatakan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV