Dolar jatuh untuk hari ketiga, di tengah data AS, ekspektasi stimulus
Elshinta
Jumat, 22 Januari 2021 - 07:45 WIB |
Dolar jatuh untuk hari ketiga, di tengah data AS, ekspektasi stimulus
Ilustrasi: Dolar Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/pri. (ANTARA/REUTERS)

Elshinta.com - Dolar jatuh untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor mencari mata uang berimbal hasil lebih tinggi, ketika data AS yang lebih baik dari perkiraan dan berlanjutnya optimisme tentang paket stimulus besar-besaran mendorong harapan pemulihan ekonomi terbesar di dunia itu.

Euro, di sisi lain, menguat terhadap dolar yang melemah secara keseluruhan, bahkan ketika Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde memperingatkan tentang lonjakan baru infeksi COVID-19 dan prospek pembatasan berkepanjangan yang dapat menantang prospek ekonomi kawasan.

ECB, yang mempertahankan suku bunga stabil pada Kamis (21/1/2021), juga berjanji untuk memberikan lebih banyak dukungan bagi perekonomian jika diperlukan.

Pasar valas menunjukkan sedikit reaksi terhadap komentar Lagarde, karena pelaku pasar terus fokus pada apa yang tampak seperti prospek ekonomi global yang membaik dan paket stimulus AS hampir dua triliun dolar AS yang diusulkan oleh pemerintahan baru Presiden Demokrat Joe Biden.

Pada Kamis (21/1/2021) data AS menunjukkan ekonomi perlahan-lahan mendapatkan traksi, dengan klaim pengangguran awal sedikit lebih baik dari perkiraan, data pembangunan perumahan positif, dan indeks pabrik yang lebih tinggi untuk kawasan Mid-Atlantik.

"Di seluruh pasar-pasar aset, optimisme tentang pertumbuhan tinggi dan menurut saya itu tepat," kata Manajer Portofolio Pendapatan Tetap Global Brandywine Global Investment Management, Anujeet Sareen, di Philadelphia.

"Kami melihat dolar melemah karena pertumbuhan global akan menjadi lebih baik, neraca perdagangan memburuk, dan Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneternya yang longgar," tambahnya.

Dolar biasanya merugi terhadap rekan-rekan utamanya pada saat ekspansi global, ketika investor cenderung mengambil lebih banyak risiko.

Dalam perdagangan sore hari, indeks dolar turun 0,3 persen menjadi 90,103, setelah menyentuh level tertinggi hampir satu bulan di 90,956 pada Senin (18/1/2021).

Euro menguat 0,5 persen terhadap dolar menjadi 1,2163 dolar, juga naik 0,5 persen terhadap yen menjadi 125,92 yen.

Kepala Strategi Valas Global TD Securities, Mark McCormick, mencatat ada pergeseran untuk euro yang lebih rendah terhadap dolar karena penundaan vaksinasi di zona euro dibandingkan dengan Amerika Serikat.

“Penundaan ini akan menyebabkan waktu yang lebih lambat untuk kekebalan kelompok. Sisi negatif pasar adalah hal itu juga cenderung berdampak langsung pada tren mobilitas dan pertumbuhan," tulis McCormick dalam catatan penelitian.

Greenback juga turun terhadap mata uang yang terkait dengan harga-harga komoditas seperti dolar Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

Sterling juga menetapkan di level tertinggi baru 2,5 tahun terhadap dolar dan tertinggi baru delapan bulan terhadap euro di tengah harapan langkah cepat vaksinasi COVID-19 Inggris akan mengarah pada rebound yang relatif lebih cepat dalam pertumbuhan ekonomi.

Banyak analis secara keseluruhan memperkirakan dolar akan melanjutkan tren turunnya, yang membuatnya kehilangan hampir tujuh persen pada tahun lalu.

Di pasar mata uang kripto, bitcoin anjlok 9,1 persen menjadi 32.247 dolar, mundur lebih jauh dari rekor tertinggi, saat para pedagang mengutip kekhawatiran regulasi AS yang lebih ketat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bitcoin berada di `titik kritis` seiring lonjakkan harganya
Selasa, 02 Maret 2021 - 10:16 WIB
Bitcoin naik hampir tujuh persen pada Senin (1/3/2021) ketika aset-aset berisiko menguat setelah pen...
Orangutan yang terancam punah lahir di KB New Orleans
Selasa, 02 Maret 2021 - 09:21 WIB
Seekor orangutan Sumatra yang terancam punah lahir di New Orleans sebagai kejutan menggembirakan bag...
RI-Jepang perkuat kerja sama industri
Minggu, 28 Februari 2021 - 18:29 WIB
Indonesia dan Jepang terus berupaya meningkatkan kerja sama ekonomi yang komprehensif, khususnya di ...
Kepolisian Indonesia, Turki sepakat kuatkan kapasitas bersama
Minggu, 28 Februari 2021 - 18:18 WIB
Kepolisian Republik Indonesia (Polri ) dan Kepolisian Nasional Turki sepakat menguatkan kapasitas be...
Tiga orang tewas ditembak di ibu kota Pakistan
Minggu, 28 Februari 2021 - 15:27 WIB
Kelompok bersenjata tak dikenal menembak mati tiga orang di pinggiran ibu kota Pakistan, Islamabad, ...
Puluhan pelajar Nigeria dibebaskan usai diculik kelompok bersenjata
Sabtu, 27 Februari 2021 - 23:16 WIB
Kelompok bersenjata di Nigeria, Sabtu, membebaskan 27 remaja laki-laki yang diculik dari sekolah me...
Dubes ajak pengusaha Indonesia manfaatkan ruang promosi di China
Sabtu, 27 Februari 2021 - 23:05 WIB
Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun mengajak para pengusaha asal Indonesia memanfaatkan ru...
Iran sebut serangan AS di Suriah mendorong terorisme di kawasan
Sabtu, 27 Februari 2021 - 21:14 WIB
Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas milisi sokongan Iran di Sur...
Anak-anak Yaman lapar saat PBB berupaya hindari kelaparan lebih luas
Sabtu, 27 Februari 2021 - 17:37 WIB
Mata Ahmadiya Juaidi terbelalak saat meneguk minuman nutrisi dari cangkir besar warna jingga, jari-...
CDC AS: Risiko Ebola menyebar ke Amerika sangat rendah
Sabtu, 27 Februari 2021 - 14:55 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka mengikuti s...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV