DLH Tulungagung: Sampah masker butuh penanganan khusus
Elshinta
Jumat, 22 Januari 2021 - 09:45 WIB |
DLH Tulungagung: Sampah masker butuh penanganan khusus
Arsip Foto. Petugas memindahkan kantong-kantong berisi masker habis pakai dari truk milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta ke truk milik PT Wastec Internasional di Dipo Sampah Ancol, Jakarta, Rabu (15/7/2020). (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Elshinta.com - Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung Edi Santoso mengatakan bahwa sampah berupa masker habis pakai membutuhkan penanganan khusus karena tergolong sampah medis yang berisiko menjadi sumber penularan penyakit. 

"Sampah masker sebaiknya jangan dicampur dengan sampah rumah tangga. Harus dibuang di tempat khusus," kata Edi di Tulungagung, Jumat.

Kalau terpaksa harus membuang sampah masker ke tempat sampah umum, Edi mengatakan, masker habis pakai sebaiknya dicelupkan dulu ke dalam larutan detergen selama lima sampai 10 menit agar kuman dan virus yang menempel mati.

Edi mengatakan bahwa saat ini warga umumnya masih mencampur masker habis pakai dengan sampah rumah tangga yang lain. 

Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Segawe, ia melanjutkan, sampah masker habis pakai juga masih bercampur dengan jenis sampah yang lain.

"Per hari volume sampah dari masyarakat yang diangkut ke TPA Segawe mencapai lebih dari 100 ton. Itu bisa jadi sebagian tercampur dengan sampah medis seperti masker dan sarung tangan yang digunakan masyarakat," katanya.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Didik Eka mengatakan bahwa seharusnya ada penanganan khusus terhadap sampah masker dari masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa pada masker habis pakai kemungkinan masih menempel virus dan kuman penyebab penyakit.

"Yang benar jangan dibuang di sembarang tempat, seharusnya dicelup ke detergen baru dibuang di tempat khusus," kata Didik, menambahkan, sebaiknya masker habis pakai dicelupkan dulu ke dalam larutan detergen selama lima sampai 10 menit sebelum dibuang atau dikubur. 

Didik juga mengatakan bahwa memusnahkan masker habis pakai dengan cara membakar bukan solusi yang efektif karena pembakaran bisa menimbulkan polusi udara dan ada beberapa jenis bakteri dan virus yang tidak mati akibat proses pembakaran yang tidak memenuhi syarat. 

Menurut Didik, masker habis pakai tergolong sampah medis yang pembakarannya harus dilakukan menggunakan insinerator pada suhu lebih dari 600 derajat Celsius untuk memastikan seluruh kuman, bakteri, dan virus mati.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Usai dilantik, Hafidz - Hanies prioritaskan perbaikan jalan  dalam 100 hari kerja
Sabtu, 27 Februari 2021 - 08:11 WIB
Abdul Hafidz dan Mochammad Hanies Cholil Barro\' resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Remb...
Polda Kalsel dan media elektronik bangun kerja sama penyiaran
Sabtu, 27 Februari 2021 - 07:57 WIB
Polda Kalsel melalui Bidang Hubungan Masyarakat (Bid Humas) pagi ini mengundang sejumlah media yang ...
Cegah Covid-19, Posko Kampung Tangguh Nusantara di Matim NTT diresmikan
Sabtu, 27 Februari 2021 - 07:36 WIB
Dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 Bupati Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (...
Wabup Ogan Komering Ulu gunakan baju tahanan ke lokasi pelantikan
Sabtu, 27 Februari 2021 - 06:58 WIB
Wakil Bupati Ogan Komering Ulu terpilih, Johan Anuar, berangkat ke lokasi pelantikan dirinya sebagai...
Asosiasi guru apresiasi program vaksinasi untuk pendidik
Sabtu, 27 Februari 2021 - 00:12 WIB
Sejumlah asosiasi guru dan forum pendidikan mengapresiasi program vaksinasi untuk pendidikan dan ten...
PGRI minta pemerintah siapkan prosedur vaksinasi guru secara jelas
Jumat, 26 Februari 2021 - 23:59 WIB
Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Prof Unifah Rosyidi meminta pemerintah menyiapka...
Bobby Nasution minta dukungan kerja sama tangani banjir di Medan
Jumat, 26 Februari 2021 - 23:47 WIB
Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution menyebutkan kemajuan ibu kota Provinsi Sumut di semua...
Moeldoko: Banyak aspek pertanian bisa dikembangkan petani milenial
Jumat, 26 Februari 2021 - 23:25 WIB
Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko mengajak generasi muda turun ke pertani...
KKP lepasliarkan ribuan benih lobster hasil sitaan di Pandeglang
Jumat, 26 Februari 2021 - 22:52 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melepasliarkan sebanyak 4.153 ekor benih bening lobst...
Satgas COVID-19 kembali temukan kasus dari klaster perkantoran
Jumat, 26 Februari 2021 - 21:45 WIB
Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat kembali menemukan kasus baru pe...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV