Polisi tahan pembalak hutan lindung TNGL Aceh
Elshinta
Minggu, 24 Januari 2021 - 19:01 WIB |
Polisi tahan pembalak hutan lindung TNGL Aceh
Kapolres Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, AKBP Qori Wicaksono SIK, melihat kayu diduga ilegal hasil pembalakan liar di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Aceh, di Desa Lae Mate, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam, Aceh, Ahad (24/1/2021). (ANTARA/HO-Dok. Polres Kota Subulussalam)

Elshinta.com - Penyidik Polres Kota Subulussalam menahan seorang pria berinisial ST (45) warga Desa Natam Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, karena diduga terlibat sebagai pelaku pembalakan liar hutan lindung di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Aceh.

Kayu diduga hasil olahan tersebut ditemukan di kawasan Desa Lae Mate, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam, Aceh pada Kamis (21/1) lalu.

“Pelaku kita tahan setelah ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana pembalakan liar karena menguasai atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi dokumen yang sah,” kata Kapolres Kota Subulussalam Aceh AKBP Qori Wicaksono SIK kepada ANTARA yang dihubungi dari Meulaboh, Ahad.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya berupa satu unit perahu kayu lengkap dengan mesin, ratusan potong kayu terdiri dari kayu papan biasa.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah jenis kayu lainnya seperti kayu broti, kayu punak, damar, dan kayu rimba campuran lainnya.

Kapolres Qori Wicaksono menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku tersebut telah petugas kepolisian mendapatkan laporan dari masyarakat yang menginformasikan adanya aktivitas penebangan pohon, di dalam kawasan hutan diduga tidak sesuai dengan izin pemanfaatan hutan di daerah ini.

Petugas kemudian bergerak menuju ke lokasi dan menemukan sejumlah kayu olahan, yang diletakkan di pinggir sungai dan di dalam air, dengan jumlah taksiran lebih kurang puluhan ton kayu berbagai jenis ukuran.

“Kemudian kami juga menemukan pelaku bersama dengan perahu kayu yang berisi kayu yang sudah diolah menjadi papan dan balok,” kata AKBP Qori Wicaksono menambahkan.

Atas perbuatannya, pelaku berinisial ST diduga melanggar Pasal 12, Pasal 83 huruf a,b, dan c Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman pidana diatas lima tahun penjara.

“Kasus ini masih terus kita lakukan penyelidikan, karena kita menduga ada keterlibatan aktor lain dalam perkara ini,” kata AKBP Qori Wicaksono menegaskan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BNN Sultra edukasi pelajar di Kendari dari bahaya narkoba
Sabtu, 06 Maret 2021 - 15:36 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengedukasi puluhan pelajar SMKN 3 Kendari...
Kejagung blokir aset tanah 7 tersangka Asabri di sejumlah wilayah
Sabtu, 06 Maret 2021 - 11:27 WIB
Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung membl...
Pengacara Nurhadi sebut tuntutan jaksa KPK Zalim
Sabtu, 06 Maret 2021 - 07:47 WIB
Tim pengacara mantan Sekretaris Mahakamah Agung (MA) Nurhadi mengatakan tuntutan jaksa KPK ke Nurhad...
Polres Manggarai Barat mulai penyelidikan kebakaran Pasar Lembor
Sabtu, 06 Maret 2021 - 07:34 WIB
Kapolres Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, AKBP Bambang Hari Wibowo mengatakan penyidik Kepolisi...
Polisi di Cianjur temukan dua orang lansia meninggal di dalam rumah
Jumat, 05 Maret 2021 - 23:38 WIB
Polisi menemukan dua orang lanjut usia (lansia) warga Kelurahan Solopandan, Kecamatan Cianjur, Jawa ...
Polres Banjarnegara berhasil ungkap kasus pembuangan bayi
Jumat, 05 Maret 2021 - 23:27 WIB
Kepolisian Resor Banjarnegara, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di sekitar Sun...
KPK perpanjang penahanan Juliari Batubara selama 30 hari
Jumat, 05 Maret 2021 - 22:54 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan selama 30 hari untuk dua tersangka k...
Nurdin Abdullah sebut uang diamankan KPK untuk bantuan masjid
Jumat, 05 Maret 2021 - 21:58 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah (NA) mengaku sejumlah uang yang telah di...
KPK panggil istri tersangka Edhy Prabowo
Jumat, 05 Maret 2021 - 13:14 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat memanggil Anggota DPR RI Iis Rosita Dewi yang juga istri d...
Polres OKU permudah masyarakat membuat SIM melalui daring
Jumat, 05 Maret 2021 - 12:52 WIB
Satlantas Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mempermudah masyarakat membuat dokumen Surat Iz...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV