Rupiah peluang menguat didorong rencana stimulus tambahan AS
Elshinta
Senin, 25 Januari 2021 - 10:25 WIB |
Rupiah peluang menguat didorong rencana stimulus tambahan AS
Teller Bank Mandiri menunjukkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Bank Mandiri KCP Jakarta DPR, Senin (7/1/2019). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama/pri.

Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin berpeluang menguat didorong rencana stimulus tambahan untuk bantuan pandemi oleh pemerintah Amerika Serikat

Pada pukul 9.43 WIB, rupiah melemah 19 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.054 per dolar AS dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.035 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin, mengatakan, pagi ini terlihat aset berisiko seperti indeks saham Asia mengalami kenaikan.

"Pasar kemungkinan masih merespon positif rencana pemerintahan Joe Biden untuk merilis stimulus sebesar 1,9 triliun dolar AS. Sentimen ini mungkin bisa membantu penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini," ujar Ariston.

Tapi di sisi lain, lanjut Ariston, pasar juga mengkhawatirkan kasus COVID-19 yang terus menaik di dunia dan juga di Indonesia yang memicu pembatasan aktivitas baru.

"Ini bisa memberikan tekanan untuk rupiah. Selain itu, bila pasar kembali merespon kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS, rupiah juga berpotensi melemah kembali," kata Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.000 per dolar AS hingga Rp14.100 per dolar AS.

Pada Jumat (22/1) lalu, rupiah ditutup melemah 35 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp14.035 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.000 per dolar AS.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bandara Sultan Thaha berhasil evakuasi pesawat Batik Air pagi ini
Minggu, 07 Maret 2021 - 09:35 WIB
Bandara Sultan Thaha Jambi berhasil mengevakuasi Pesawat Batik Air pada pukul 06.35 WIB meski lokasi...
Kementerian PUPR bangun 15 rumah khusus bagi penyandang disabilitas
Minggu, 07 Maret 2021 - 08:57 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 15 rumah khusus untuk para penyanda...
Polisi selidiki video puluhan pemuda membawa celurit di Kota Serang
Minggu, 07 Maret 2021 - 08:46 WIB
Polda Banten mendalami video yang viral tentang puluhan pemuda yang membawa celurit di perempatan la...
KKP jamin kemudahan perizinan usaha perikanan tangkap
Minggu, 07 Maret 2021 - 07:30 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjamin terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No. 27/2021 te...
Pakar sarankan kongres partai politik tidak usung calon tunggal
Sabtu, 06 Maret 2021 - 23:58 WIB
Pakar politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Siti Zuhro menyarankan setiap part...
Asrama Haji Gorontalo miliki replika pesawat Garuda
Sabtu, 06 Maret 2021 - 23:47 WIB
Asrama Haji Provinsi Gorontalo kini memiliki replika (mockup)pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 77...
Pemkot Makassar siap lanjutkan program RISE untuk atasi kemiskinan
Sabtu, 06 Maret 2021 - 23:36 WIB
Pemerintah Kota Makassar siap melanjutkan program dari Revitalising Informal Settlements and their E...
Garuda optimistis Sulut jadi penghubung utama ekspor ke Jepang
Sabtu, 06 Maret 2021 - 23:25 WIB
Maskapai Garuda Indonesia optimistis Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan menjadi penghubung utama k...
TNI AD bantu air bersih warga korban gempa
Sabtu, 06 Maret 2021 - 23:14 WIB
TNI Angkatan Darat (AD) masih memberikan bantuan air bersih yang siap dikonsumsi kepada masyarakat y...
Integrasi Batam, Bintan dan Karimun tingkatkan pertumbuhan ekonomi
Sabtu, 06 Maret 2021 - 23:03 WIB
Integrasi Kawasan Perdagangan Bebas Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) di Provinsi Kepulauan Riau (Ke...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV