Puluhan karyawan GRP pertanyakan keputusan hakim PN Jakpus
Elshinta
Selasa, 26 Januari 2021 - 18:02 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Puluhan karyawan GRP pertanyakan keputusan hakim PN Jakpus
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Sekitar 20 karyawan PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) menggelar aksi di depan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat hari ini. Sambil membawa beberapa tulisan mencolok, mereka mempertanyakan keputusan hakim yang mengabulkan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT Naga Bestindo Utama (NBU) kepada GRP. 

“Dimana keadilan? PT Gunung Raja Paksi Tbk mau dan sanggup bayar. Kenapa masih kena PKPU?” begitu salah satu tulisan yang dibentang karyawan. 

“Pak hakim, kemana kami harus meminta keadilan? Apakah harus ke Komisi Yudisial?” demikian tulisan yang lain.

Risang, salah satu perwakilan karyawan GRP mengatakan, kedatangannya memang untuk menuntut keadilan dan mengajukan keberatan atas putusan PKPU. Dia menilai putusan majelis hakim PN Jakarta Pusat itu menjadikan  GRP dalam kondisi PKPU Sementara. Dan kondisi demikian, lanjutnya, tidak hanya merugikan perusahaan namun juga mengancam kehidupan sekitar 6.000 karyawan GRP. 

“Kami datang ke sini untuk menuntut keadilan. Karena putusan PKPU akan sangat merugikan nasib kami sebagai karyawan,” ujar Risang ketika di temui saat menyuarakan aspirasinya. 

Menurut Risang, keresahannya sama seperti yang dirasakan ribuan karyawan GRP lain. Pasalnya, kondisi PKPU Sementara tersebut bukan tidak mungkin akan berujung pada pemailitan industri baja swasta nasional tersebut. “Padahal sebagai karyawan, kami semua menggantungkan hidup dari pekerjaan ini. Apalagi kondisi ini terjadi di masa pandemi, tentu kami semua semakin menderita,” kata dia. 

Selaku karyawan, Risang menilai putusan permohonan PKPU tersebut sangat janggal. Keanehan terlihat, karena NBU justru terkesan menolak ketika GRP akan memenuhi kewajiban dan pelunasan. 

“Pihak GRP sudah berusaha membayar kewajibannya namun ditolak oleh NBU dengan memblokir rekeningnya. Bahkan GRP sudah membawa uang tunai di depan persidangan, namun ditolak. Ini ada apa?” pungkas Risang dalam keterangan tertulis kepada Redaksi Elshinta.com, Selasa (26/1). 

Sebelumnya, Senin (25/01) majelis hakim PN Jakarta Pusat yang diketuai Made Sukereni dan beranggotakan Robert dan Dulhusin mengabulkan permohonan PKPU salah satu vendor GRP, yaitu PT NBU. Dalam putusan perkara bernomor 432/Pdt.Sus-PKPU/2020 PN Niaga Jkt Pst, tersebut, GRP masuk dalam status PKPU Sementara dalam kurun waktu 45 hari.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Stasiun Madiun sediakan layanan GeNose guna deteksi penularan COVID-19
Minggu, 28 Februari 2021 - 15:11 WIB
Stasiun Madiun di wilayah PT KAI Daop 7 Madiun menyediakan layanan fasilitas pemeriksaan GeNose C19 ...
Pemprov Papua: Pengendalian cepat satu harga minimalisir disparitas
Minggu, 28 Februari 2021 - 12:46 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengharapkan gerakan pengendalian cepat menuju Papua Satu Harga ...
KAI Daop Surabaya tambah fasilitas GeNose di dua stasiun
Minggu, 28 Februari 2021 - 08:57 WIB
PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (KAI Daop) 8 Surabaya menambah fasilitas pemeriksaan GeNose ...
Airlangga Hartarto motivasi lulusan UKSW berinovasi di tengah masyarakat
Minggu, 28 Februari 2021 - 08:24 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto hadir secara virtual pada up...
Rencana pemerintah membuat rupiah digital dinilai positif
Sabtu, 27 Februari 2021 - 13:24 WIB
Langkah pemerintah melalui Bank Indonesia yang berencana membuat rupiah digital atau central bank di...
 Presiden Jokowi dukung Baznas, kampanyekan `Gerakan Cinta Zakat`
Sabtu, 27 Februari 2021 - 13:10 WIB
Presiden Jokowi mendukung Gerakan Cinta Zakat yang dikampanyekan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Akhir perdagangan hari ini, IHSG melemah 0,76% ke 6.241 
Jumat, 26 Februari 2021 - 17:35 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 47,85 poin atau 0,76% ke 6.241,79 pada akhir perd...
Akhir perdagangan hari ini, rupiah melemah 1,07% ke Rp14.235 per dolar AS
Jumat, 26 Februari 2021 - 17:24 WIB
Rupiah spot ditutup pada level Rp 14.235 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Jumat...
Kemenkeu beri keringanan utang bagi debitur kecil
Jumat, 26 Februari 2021 - 16:46 WIB
Kementerian Keuangan memberikan program keringanan utang bagi masyarakat dan pelaku UMKM sebagai upa...
Ekonom Rizal Ramli: Kebijakan Menkeu sebabkan disparitas miskin-kaya semakin besar
Jumat, 26 Februari 2021 - 16:35 WIB
Disparitas antara-orang kaya dan miskin di Indonesia yang semakin besar di tengah pandemik Covid-19 ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV