Ketua Dewan Pembina Partai Emas dituding mau kudeta AHY, ini kata Hasnaeni
Elshinta
Rabu, 03 Februari 2021 - 08:25 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Ketua Dewan Pembina Partai Emas dituding mau kudeta AHY, ini kata Hasnaeni
Sumber foto: Bayu Koosyadi/elshinta.com.

Elshinta.com - Ketua Dewan Pembina Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) Max Sopacua disebut-sebut sebagai salah satu orang yang hendak mengkudeta Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari posisinya. 

Ketum Partai Emas Hasnaeni, angkat bicara mengenai tudingan tersebut. Menurutnya, ia belum mengetahui secara mendalam mengenai tuduhan terhadap mantan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat itu. "Tidak tahu-menahu tentang masalah kudeta AHY," kata Hasnaeni, Selasa (2/2), saat  dikonfirmasi.

Hasnaeni mengaku bahwa baru mengetahui sekilas terkait perkara itu dari media massa. "Dan saya pun baru baca beritanya di media. Jadi saya belum mengetahui terlalu dalam," ujarnya.

Hasnaeni menegaskan pihaknya tak ingin campur terhadap persoalan itu. Karena merupakan permasalahan pribadi Max. "Itu adalah urusan pribadi Pak Max Sopacua. Saya tidak akan mencampuri hal itu lebih dalam," ungkap 'Wanita Emas', sapaan populer Hasnaeni. 

Sementara Max sendiri, mengaku tak terima dituduh hendak mengkudeta posisi putra mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Sebab dirinya tak merasa melakukan hal tersebut. 

"Itu persoalan itu cara menyelesaikan. Bagi saya cara menyelesaikan. Jangan saling tuduh. Saya tersinggung, dituduh sama Pak Syarief Hasan, bahwa saya berada bersama kelompok Moeldoko. Padahal saya nggak ngerti apa-apa. Saya kemarin nggak tahu ada apa-apa, dan lain-lain, saya lagi di lapangan," tandas Max. 

"Tiba-tiba ada yang telepon saya tolong baca ini. Saya pikir masalahnya kan, kalau sudah berani jadi pemimpin, berani pula menyelesaikan masalah secara jantan. Jangan melibatkan orang lain," imbuhnya.

Max pun angkat bicara mengenai Partai Demokrat yang mengirim surat ke Presiden Jokowi, guna menanyakan persoalan kudeta itu. Jokowi, kata Max, tak ada hubungannya dengan sengkarut ini. 

"Kenapa harus telepon, atau kirim surat ke Jokowi segala macam mengenai masalah ini. Apa urusannya Jokowi dengan Demokrat? Apa Demokrat adalah koalisi Jokowi? Bukan kan. Sehingga orang-orang menulis, pengamat seolah-olah ini cara mendekatkan diri ke koalisi kekuasaan," tuturnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Bayu Koosyadi, Rabu (3/2). 

"Ini kan cara yang sebenarnya tidak elegan. Anda, you masih inget dulu waktu AHY mempunyai tagline 'Muda Adalah Kekuatan'. Masih ingat? Nah sekarang tunjukkan. Mana kekuatan muda itu untuk menyelesaikan masalah. Jangan baru diusik sedikit langsung lebay dan menuduh orang kiri kanan," lanjut dia. 

Max juga bicara mengenai tuduh-tuduhan kepada dirinya. Max menegaskan ia sudah cukup berjiwa besar kala AHY tak lagi memberikan posisi di kepengurusan baru. "Menuduh sayalah segala macam, Marzuki Alie, dan lain sebagainya. Apa itu? Nggak elegan. Saya ketika tidak dipergunakan lagi oleh AHY, dalam kepengurusan AHY karena saya dalam anggota Majelis Tinggi, saya mundur. Saya mundur karena saya nggak suka sama cara-cara itu, gitu," tegasnya.

Partai Demokrat sebelumnya mengungkapkan nama-nama yang hendak mengkudeta kepemimpinan AHY. Nama-nama tersebut terdiri dari kader aktif hingga eks kader. "Jhoni Alen Marbun, Marzuk

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Anggota DPR: Belum ada kepastian pembahasan RUU Ibu Kota Negara
Kamis, 15 April 2021 - 13:10 WIB
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Guspardi Gaus mengatakan hingga saat ini belum ada kepastian ...
PPP dan PKS teken nota kesepahaman sepakat jaga demokrasi di Indonesia
Rabu, 14 April 2021 - 23:23 WIB
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meneken nota kesepahaman beri...
Kepala RSPAD: Anggota DPR menjadi sampel vaksin Nusantara
Rabu, 14 April 2021 - 22:49 WIB
Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Letnan Jenderal TNI dr. Albertus Bu...
Legislatif nilai larangan mudik tak efektif
Rabu, 14 April 2021 - 14:12 WIB
Mengenai larangan mudik yang diberlakukan oleh pemerintah dalam rangka menekan angka penyebaran dan ...
DPRD Banjarmasin sesalkan 90 persen anggaran sungai dipotong
Rabu, 14 April 2021 - 08:30 WIB
Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) M Isnaini menyesalkan 90 persen ...
Dai milenial: Ramadhan momen perkuat silaturahmi dan kebangsaan
Selasa, 13 April 2021 - 17:59 WIB
Dai milenial Habib Husein Ja`far Hadar mengatakan bulan Ramadhan yang identik dengan menyucikan ji...
Mendorong peran aktif masyarakat tanggulangi terorisme dan radikalisme
Selasa, 13 April 2021 - 10:52 WIB
Masyarakat tidak boleh acuh tak acuh terhadap terorisme dan radikalisme karena ini merupakan paham y...
Ketua DPR: Ramadhan momentum tingkatkan kepedulian pada sesama
Selasa, 13 April 2021 - 10:19 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadhan menjadi momentum untuk...
Presiden Jokowi dan Kanselir Jerman buka ajang Hannover Messe 2021
Senin, 12 April 2021 - 23:56 WIB
Presiden RI Joko Widodo hadir secara virtual dalam penyelenggaraan Hannover Messe 2021 dan bersama K...
DPR dukung semua kebijakan dapatkan vaksin
Senin, 12 April 2021 - 08:45 WIB
DPR akan mendukung semua kebijakan pemerintah untuk mendapatkan vaksin Covid-19 sebab pasokan vaksin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV