Pantai versus gunung, apakah kepribadian pengaruhi tujuan wisata?
Elshinta
Minggu, 07 Februari 2021 - 07:15 WIB |
Pantai versus gunung, apakah kepribadian pengaruhi tujuan wisata?
Ilustrasi Pantai Ngrenean (arifahdalili.blogspot.com)

Elshinta.com - Ada anggapan pantai yang hangat dengan deburan ombak memanjakan telinga lebih disukai orang ekstrovert, sementara gunung yang sejuk dengan pemandangan memanjakan mata lebih cocok untuk introvert. Betulkah anggapan itu? 

"Bisa dikatakan soal pemilihan tempat, sifatnya sangat individual," kata psikolog Mira Amir saat dihubungi ANTARA, Sabtu.

Belum tentu kelompok ekstrovert dijamin lebih menyukai pantai ketimbang gunung. Begitu pula sebaliknya. Semua kembali kepada pilihan masing-masing individu. Bahkan, sepasang anak kembar juga bisa punya pilihan tempat liburan favorit yang berbeda meskipun dibesarkan di lingkungan yang sama.

Konselor Employee Assistance Program di BUMN dan Lembaga Negara mengatakan," Anak kembar pun bisa preferensinya berbeda. Ada yang lebih senang gunung, ada yang lebih senang pantai."

"Yang satu misalnya lebih suka naik mobil sport mahal, satu lagi lebih suka naik motor. Yang naik motor tidak tahu asyiknya naik mobil sport mahal bagaimana, sebaliknya dia juga enggak tahu apa kerennya naik motor."

Tapi kepribadian seseorang bisa mempengaruhi faktor lain dalam berwisata, bukan soal tujuan, melainkan gaya berlibur. Ada yang lebih suka berlibur sendirian, tapi ada juga yang menyukai pergi bersama rombongan.

"Orang ekstrovert ketika ke gunung mungkin enggak sendirian, tapi ramai-ramai."

Baik gunung maupun pantai adalah bagian dari wisata alam yang jadi primadona selama pandemi COVID-19. Udara yang segar dan keindahan semesta jadi pelipur lara untuk orang-orang yang jenuh karena tidak bisa bepergian jauh akibat pandemi COVID-19.

Wisata alam atau di luar ruangan adalah salah satu tren liburan tahun 2021 di Tanah Air, kata Dosen Program Studi Pariwisata Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), Dr. Diaz Pranita.

"Tren wisata 2021 lebih kepada kelompok kecil yang homogen, misalnya family atau korporasi. Tujuannya lebih ke wisata alam atau lebih banyak outdoor, menghindari tempat yang banyak kerumunan," kata Diaz kepada ANTARA melalui pesan singkat, Sabtu.

Dalam seminar daring Tourism E-Talk Series bertema Wisata Minat Khusus dan Olahraga pada November lalu, Diaz mengatakan ada sembilan jenis wisata minat khusus yang semakin digandrungi di tengah pandemi COVID-19.

Pertama, Wisata Perdesaan, lalu Wisata Pendakian Gunung dan Olahraga Paralayang, Wisata Olahraga Marathon, Wisata Bahari Kapal Layar (yachting) dan Selam (diving).

Selanjutnya Wisata Olahraga Arung Jeram, Wisata Gua dan Paramotor, Ekowisata, Wisata Hantu dan Wisata Milenial (youth tourism), serta Wisata Relawan (voluntourism).

Sementara itu, pemerintah dalam program pengembangan pariwisata menetapkan lima destinasi super prioritas, yang meliputi Labuan Bajo, kemudian Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Danau Toba di Sumatera Utara, Likupang di Sulawesi Selatan, serta Candi Borobudur di Jawa Tengah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Lombok Barat terus geliatkan Senggigi penunjang KEK Mandalika
Sabtu, 17 April 2021 - 15:33 WIB
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat terus menggeliatkan kawasan wisata Senggigi ka...
3 lokasi bersantai untuk <i>ngabuburit</i> di Ancol
Sabtu, 17 April 2021 - 14:56 WIB
Ancol merupakan salah satu destinasi wisata yang menjadi favorit bagi warga di Ibu Kota Jakarta kar...
Menparekraf dukung pengembangan wisata Sumatera Barat berbasis alam dan budaya
Rabu, 14 April 2021 - 21:10 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahud...
Tips bawa oleh-oleh makanan Indonesia ke luar negeri
Senin, 12 April 2021 - 08:30 WIB
Pakar kuliner William Wongso berbagi tips membawa buah tangan berupa masakan Indonesia untuk dibawa ...
Geowisata Barujaksi Majalengka, sensasi menelusuri masa silam
Minggu, 11 April 2021 - 19:46 WIB
Ketua DPC HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Kab. Majalengka Eda Suwardaya mengatakan DPC HPI Maja...
Yogyakarta kembangkan wisata olahraga lewat jalur Monalisa
Minggu, 11 April 2021 - 10:55 WIB
Pemerintah Kota Yogyakarta mengembangkan wisata olahraga (sportourism) dengan menyediakan jalur sepe...
Pemerintah dorong akselerasi pemulihan sektor pariwisata di Bali 
Sabtu, 10 April 2021 - 10:48 WIB
Pemerintah bersama stakeholder terkait terus mendorong akselerasi pemulihan ekonomi khususnya sektor...
Disparekraf DKI gandeng hotel beri ruang untuk UMKM promosi batik
Rabu, 07 April 2021 - 21:15 WIB
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta menggandeng salah satu Hotel yaitu Ho...
Wamen LHK: Berwisata alam sehatkan jiwa raga
Rabu, 07 April 2021 - 15:55 WIB
Gaya hidup berwisata alam  semakin digemari sebagian masyarakat selama era pemulihan pandemi, khusu...
Acara berskala nasional di daerah diharapkan dorong pariwisata lokal
Selasa, 06 April 2021 - 09:45 WIB
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Sabang Murdiana berharap acara-acara besar atau berska...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV