Pemkot Bandung fokus tangani masalah banjir
Elshinta
Senin, 08 Februari 2021 - 15:10 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Pemkot Bandung fokus tangani masalah banjir
Sumber foto: Dudi Supriyadi/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat terus berupaya menangani masalah banjir di Kota Bandung. Salah satunya dengan menormalisasi sungai-sungai.

Untuk itu, Pemkot Bandung berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum serta Sektor 22 Citarum Harum untuk menormalisasi sungai, salah satunya Sungai Citepus.

Untuk itu juga, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana didampingi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Didi Ruswandi, Camat Sukajadi, TB. Agus Mulyadi dan Kepala BBWS Citarum, Anang Muchlis meninjau bantaran sungai Citepus di Jalan Sukamulya Kecamatan Sukajadi. 

Kawasan tersebut cukup sempit untuk aliran sungai, karena terdapat bangunan yang berada di bantaran itu. 

Beberapa bangunan sudah diterbitkan dan rata dengan tanah, tinggal melaksanakan normalisasi sebagai tindak lanjut. 

"Kita meninjau di wilayah Sukamulya, karena membongkar beberapa bangunan yang ada di badan sungai. Alhamdulilah berjalan baik," tuturnya di sela-sela peninjauan, Kamis (4/2). 

Setelah meninjau di kawasan Sukamulya, Yana melanjutkan peninjauan ke kawasan Karasak Kecamatan Astana Anyar. 

Kawasan tersebut masih dilalui Sungai Citepus. Turut mendampingi Camat Astana Anyar, Syukur Sabar dan Dansektor 22 Citarum Harum, Kolonel Inf Eppy Gustiawan.

Tepat di belakang Rumah Makan Ampera Soekarno-Hatta, terdapat pengikisan tanah yang nantinya bisa menimbulkan runtuhnya bangunan. 

Atas hal tersebut, Pemkot Bandung beserta jajaran kewilayahan berupaya menertibkan dan mengevakuasi. 

"Di sini coba cari jalan akses masuk dulu dan melakukan normalisasi sungai Citepus ini," katanya. 

Ia berharap, normalisasi sungai mampu memberikan aliran yang lancar dan tidak lagi terjadi banjir. 

"Mudah-mudahan kita sama-sama normalisasi sepadan sungai," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BBWS Citarum, Anang Muchlis menyampaikan, banjir yang terjadi di Kota Bandung selain drainase, terdapat beberapa sungai yang mengalami penyempitan. 

"Banjir yang terjadi di Bandung itu selain drainase ada beberapa sungai mengalami penyempitan. Itu sempit dan pendangkalan, harus dilakukan normalisasi," jelasnya. 

Menurutnya, penertiban bangunan bisa melancarkan aliran sungai. Ia pun akan menindaklanjutinya.

"Rencananya ada beberapa bangunan di pinggir sungai akan ditertibkan. Segera tindak lanjuti sehingga bisa mengurangi banjir yang ada di Citepus," tutur Anang. 

Sedangkan di kawasan Karasak, karena lokasi tersebut kecil dan sulit untuk memasukan alat berat sampai material, ia akan mencari jalan keluarnya. Sehingga normalisasi di tahun ini bisa berjalan. 

"Di sini juga memang menuju akses tadi tidak ada. Untuk perbaikan, kesulitan untuk masuknya alat maupun matrial. Nanti tindak lanjuti," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Dudi Supriyadi, Senin (8/2). 

"Akan kami upayakan tahun ini dan tahun depan bisa lakukan penanganannya," imbuh Anang

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pohon adat Sialang ditetapkan Kementerian LHK sebagai pohon dilindungi
Kamis, 15 April 2021 - 18:45 WIB
Kementerian LHK menetapkan pohon Adat Sialang sebagai jenis flora yang dilindungi sehingga Lembaga A...
Tunjuk swasta kelola 92 titik sampah, DLHK usulkan perbup
Rabu, 14 April 2021 - 14:55 WIB
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang bakal menyerahkan pengelolaan sampah ke pihak ...
Pemprov Kalsel galakan `Program Satu Juta Pohon`
Kamis, 08 April 2021 - 13:46 WIB
Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA menanam pohon endemik Kalsel, yaitu Kasturi di Kebun Raya Ban...
 Pemerintah Desa Keleng tanam 1.000 pohon produktif
Senin, 05 April 2021 - 11:11 WIB
Komandan Koramil (Danramil) 06 Kesugihan Kapten Inf Sueb turut mendukung program penghijauan yang di...
Menteri LHK minta persemaian dan penghijauan mulai dilakukan di IKN
Minggu, 04 April 2021 - 16:36 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar meminta jajarannya untuk segera memulai pe...
BPPT terjunkan tim TMC untuk tingkatkan TMA Danau Toba
Minggu, 04 April 2021 - 13:55 WIB
Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) akan dioperasikan di daerah tangkapan air Danau Toba, Sumatera Utar...
Kolaborasi kunci atasi kompleksitas permasalahan lingkungan hidup
Minggu, 04 April 2021 - 13:35 WIB
Kementerian LHK menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Direktorat Jenderal Pengendalian Penc...
KLHK: 3,3 juta hektare kebun kelapa sawit terindikasi berada di dalam kawasan hutan
Selasa, 30 Maret 2021 - 17:45 WIB
Areal perkebunan kelapa sawit yang menurut indikasi berada di dalam kawasan hutan luasnya 3,3 juta h...
Populasi harimau dan gajah mengkhawatirkan akibat perburuan liar
Selasa, 30 Maret 2021 - 13:10 WIB
Jumlah populasi Harimau (panthera tigris sumatrae) dan Gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) s...
 Peringati Earth Hour, Pertamina RU VI padamkan listrik perumahan selama 1 jam
Minggu, 28 Maret 2021 - 15:45 WIB
Sebagai Bentuk kepedulian terhadap kelestarian Planet Bumi, Pertamina menggelar kegiatan Earth Hour ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV