Ekonom sebut UMKM harus melek digital untuk bertahan di era pandemi
Elshinta
Rabu, 10 Februari 2021 - 20:27 WIB |
Ekonom sebut UMKM harus melek digital untuk bertahan di era pandemi
Penjual menunjukkan produk Batik Koja di Kios UMKM kawasan Taman Sumenep, Jakarta, Rabu (10/2/2020). . ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.

Elshinta.com - Ekonom Universitas Indonesia dan Direktur Eksekutif Next Policy, Fithra Faisal mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan memulih ke angka empat hingga enam persen pada tahun 2021, bila bisa menggunakan ICT dengan benar.

"Sebagian UMKM yang berhasil bertahan notabene mengandalkan ICT (information, communication, and technology). Adopsi teknologi ini bisa jadi focal point untuk mendongkrak transaksi bahkan hingga ratusan persen," ujar Fithra melalui siaran pers yang diterima pada Rabu.

Banyaknya pelaku UMKM Indonesia yang sigap mengadopsi teknologi untuk bertahan juga dikonfirmasi oleh CEO Qasir Michael Williem.

Pihaknya menyatakan, perusahaan melihat langsung beberapa pelaku UMKM yang harus berjuang untuk mempertahankan usaha, melakukan perubahan bisnis, bahkan harus sampai gulung tikar. Sebagai perusahaan penyedia platform POS untuk usahawan nano dan mikro, Qasir mendapati mitra-mitra usahawan yang bertahan adalah mereka yang sigap melakukan adaptasi, baik itu adaptasi atas penerapan protokol kesehatan, juga adaptasi teknologi.

"Tidak dapat dipungkiri, transformasi digital membuat UMKM menjadi lebih berdaya saing. Misalnya ketika pelaku bisnis UMKM menjalin kemitraan dengan layanan pengiriman online, kolaborasi dengan platform e-commerce dalam menjalankan promo, program bundling, dan strategi lain yang tujuannya membuat produk berputar terus," tutur Michael.

Strategi kedua yang dilihat Michael adalah kemampuan pelaku UMKM untuk menarget kebutuhan baru yang muncul di era kenormalan baru.

"Ambil contoh bisnis kuliner. Sebelum pandemi, tipe kuliner yang dijual cukup standar jenisnya. Saat ini, kita lihat ada kopi kemasan literan, kue-kue kekinian yang biasanya ada di kafe high-end, sekarang bisa dibeli dengan harga terjangkau. Belum lagi jika bicara soal segmen bisnis hobi seperti tanaman hias, kerajinan dan lainnya," kata Michael.

Michael menambahkan saat ini banyak sekali usaha-usaha baru justru bermunculan di masa pandemi dan menarget generasi milenial yang melek digital sebagai pangsa pasar.

Melihat daya tahan dan kreativitas pelaku usaha mikro saat ini, Michael cukup optimis bahwa UMKM Indonesia dapat kembali pulih di tahun 2021. Michael menambahkan, pola strategi bertahan UMKM di tahun ini seharusnya tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Beberapa langkah serius yang bisa dilakukan antara lain mulai mengusahakan agar bisnis punya status formal dan merapikan pencatatan usaha.

"Misalnya untuk usahawan baru yang sebelumnya masih mengandalkan proses manajerial bisnis secara manual, mulai dari arus kas, pengecekan stok barang hingga operasional inventaris lainnya, dapat mulai beralih ke layanan digital," jelas Michael.

Dengan begitu, Michael berpendapat para pelaku bisnis dapat fokus pada perencanaan bisnisnya, bahkan mungkin bisa mulai melakukan ekspansi pasar walaupun di tengah kondisi yang serba tidak pasti akibat pandemi COVID-19.

Berdasarkan data dari survei LPEM UI, proses transformasi digital UMKM dapat dilihat dengan semakin besarnya jumlah pengguna e-commerce di Indonesia. Tercatat bahwa pertumbuhan volume transaksi e-commerce pada September 2020 mengalami peningkatan 79,38 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), sebesar 150,16 juta transaksi dengan jumlah UMKM yang berhasil go digital melampaui 9 juta.

Hal ini juga diperkuat dengan jumlah pelaku UMKM yang mulai menggunakan layanan POS untuk memudahkan layanan jual beli mereka secara online.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Riset: Transformasi digital UMKM perlu edukasi dan pendampingan
Kamis, 08 April 2021 - 10:54 WIB
NeuroSensum, perusahaan riset konsumen berbasis neurosains dan kecerdasan artifisial, memaparkan has...
Pemkot Surabaya siap pamerkan produk 1.400 UMKM
Sabtu, 03 April 2021 - 10:30 WIB
Dinas Perdagangan Kota Surabaya siap memamerkan produk dari 1.400 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ...
Digitalisasi UMKM untuk bertahan, maju, dan naik kelas
Sabtu, 27 Maret 2021 - 18:55 WIB
Ketika pandemi COVID-19 mulai melanda Indonesia pada awal Maret 2020, usaha mikro kecil menengah (UM...
Aktivitas pameran UMKM di Depok mulai diperbolehkan
Jumat, 26 Maret 2021 - 17:19 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Depok Jawa Barat Dadang Wihana mengatakan untuk me...
UMKM Surabaya minta penambahan jam operasional selama PPKM
Jumat, 26 Maret 2021 - 09:01 WIB
Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) makanan di Kota Surabaya, Jawa Timur meminta penambahan jam...
Beragam dampak positif yang timbul dari kehadiran holding ultra mikro
Minggu, 21 Maret 2021 - 06:34 WIB
Rencana pemerintah membentuk holding atau perusahaan induk ultra mikro yang melibatkan tiga BUMN yak...
Industri kreatif Depok siapkan program digital marketing
Jumat, 19 Maret 2021 - 12:15 WIB
 Asosiasi Industri Kreatif Depok (AIKD) menyiapkan sejumlah program digital marketing untuk meningk...
UMKM akui digitalisasi mudahkan berbisnis
Selasa, 16 Maret 2021 - 16:58 WIB
Sejumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terlibat dalam program Gerakan Nasional Bangga Buata...
Kiat manfaatkan platform digital untuk iklankan produk UMKM
Selasa, 16 Maret 2021 - 16:37 WIB
Marketing Director Kantar Indonesia, Fanny Murhayati, membagikan beberapa kiatnya untuk pelaku usaha...
Pemkab Lombok Utara bangkitkan ekonomi dengan bazar UMKM
Senin, 08 Maret 2021 - 20:27 WIB
Pemerintah Kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat menggelar bazar produk usaha mikro kecil dan m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV