Dokter bilang `long` COVID bukan COVID-19 yang masih terjadi
Elshinta
Jumat, 12 Februari 2021 - 15:53 WIB |
Dokter bilang `long` COVID bukan COVID-19 yang masih terjadi
Ilustrasi pasien COVID-19 (Pixabay)

Elshinta.com - Dokter spesialis paru lulusan Universitas Brawijaya Sylvia Sagita Siahaan mengatakan, long COVID bukanlah COVID-19 yang masih terjadi melainkan keluhan pasca pasien sembuh.

"Mereka (dengan long COVID) terus ada keluhan dan ternyata paling banyak dirasakan dari paru seperti sesak, batuk. Di organ lain termasuk jantung, berhubungan dengan sel saraf, gangguan penciuman, kelainan otak seperti sering linglung, lupa dan cenderung seperti depresi," kata dia dalam bincang interaktif yang digelar INSISI, Kamis (11/2) malam.

Keluhan ini umumnya dialami mereka yang terkena COVID-19 gejala sedang dan berat atau kritis. Durasi keluhan bisa berbulan-bulan meskipun hasil pemeriksaan klinis menunjukkan kondisi pasien sudah normal.

"Ada pasien saya post (COVID-19) dari ICU, masih muda. Sudah selesai terkena COVID-19 dia merasa takut bersepeda, apalagi kalau sendirian. Takut tidak bisa pada trek menanjak, cemas tiba-tiba sesak. Padahal secara pemeriksaan tidak apa-apa," tutur Sylvia.

Kriteria seseorang dinyatakan sembuh dari COVID-19 saat hasil tes PCR menunjukkan dua kali negatif dalam jangka waktu lebih dari 24 jam. Jadi, apabila dua hasil tes PCR sudah menyatakan negatif barulah dia disebut sembuh, terutama apabila disertai perbaikan dari hasil pemeriksaan klinis seperti rontgen ataupun laboratorium.

Menurut Sylvia, penyintas COVID-19 yang kembali menjalani perawatan karena merasakan gejala penyakit akibat virus SARS-CoV-2 kemungkinan mengalami long COVID bukannya reinfeksi yang kasusnya relatif jarang.

"Yang penting kalau sudah melawati masa akut COVID-19, sudah ada konversi swab atau sempat negatif dengan perbaikan klinis, saya rasa dia sudah sembuh. Secara teori memang virus hanya 10 hari ada di dalam tubuh, hanya di satu sisi penyakit ini baru masih banyak yang harus kita pelajari," tutur dia.

Perbaikan gejala yang merupakan sisa kerusakan akibat COVID-19 biasanya membutuhkan waktu. Orang perlu menyesuaikan kondisi diri saat akan melakukan aktivitas atau dengan kata lain tak memaksakan diri.

Pakar kesehatan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI), Vito A. Damay mengingatkan penyitas COVID-19 sembari menunggu gejala pulih tetap memberikan tubuh asupan makanan bergizi seimbang, termasuk protein dan zat miko.

"Asupan gizi dipenuhi, makan protein yang banyak supaya pembentukan sel kembali baik, konsumsi zinc, antioksidan, vitamin E untuk pemulihan," ujar dia.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dokter: Imunitas tubuh saat puasa dan tidak tak berbeda
Sabtu, 17 April 2021 - 17:56 WIB
Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 diperbolehkan meski penerima sedang berpuasa Ramadhan karena tidak ad...
Kemenhub resmikan GeNose sebagai syarat penumpang di Tanjung Perak
Sabtu, 17 April 2021 - 16:48 WIB
Kementerian Perhubungan resmi menerapkan alat tes GeNose C-19 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya h...
Cara mengenalkan puasa kepada anak dengan autisme
Sabtu, 17 April 2021 - 16:36 WIB
Akademisi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Dr. Adriana Soekandar Ginanjar mengatakan bahwa ...
 Cegah malaria, TNI `fogging` Kampung Yowong Papua
Sabtu, 17 April 2021 - 14:11 WIB
Sebagai upaya mencegah perkembangbiakan nyamuk yang dapat menyebabkan sakit malaria dan demam berdar...
Dokter sarankan makanan ramah lambung untuk berbuka puasa
Jumat, 16 April 2021 - 17:10 WIB
Dokter spesialis penyakit dalam (gastroenterologi) dari RSCM-FKUI Prof.Dr.dr. Ari Fahrial Syam mengi...
Suplemen vitamin saat Ramadan, apa dan kapan sebaiknya dikonsumsi?
Jumat, 16 April 2021 - 16:56 WIB
Selama Ramadan, ada kecenderungan tubuh Anda kekurangan asupan nutrisi seimbang termasuk vitamin, mi...
RSUP Dr Sardjito kembangkan terapi sel punca pada pasien COVID-19
Jumat, 16 April 2021 - 16:45 WIB
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta bersama Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarak...
Pengidap GERD tetap dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan
Jumat, 16 April 2021 - 15:10 WIB
Ibadah puasa di bulan Ramadan tetap dapat dijalankan dengan aman oleh para penderita penyakit asam l...
Dokter RSCM: Asam amino esensial penting untuk tumbuh kembang anak
Jumat, 16 April 2021 - 08:45 WIB
Ketua Pokja Antropometri Kementerian Kesehatan RSCM ​Prof. dr. Damayanti R Sjarif, Sp.A(K) mengata...
Orang tua wajib dampingi anak autisme akses gawai di era digital
Jumat, 16 April 2021 - 07:45 WIB
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DKI Jakarta dan dokter spesialis anak Rini Sekartini meng...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV