BMKG sebut Sultra potensi cuaca ekstrem hingga 21 Februari
Elshinta
Rabu, 17 Februari 2021 - 14:20 WIB |
BMKG sebut Sultra potensi cuaca ekstrem hingga 21 Februari
Warga memakai payung untuk menghindari hujan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (18/11/2020). (ANTARA FOTO/JOJON)

Elshinta.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan sejumlah wilayah Indonesia termasuk Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berpotensi terjadi cuaca ekstrem hingga 21 Februari 2021 mendatang.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kendari Rudin di Kendari, Rabu, mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca di wilayah Sulawesi Tenggara berpotensi terjadi hujan ringan, sedang, dan hujan sedang hingga lebat.

"Peringatan dini berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai guntur dan angin kencang pada siang hari di wilayah Kendari, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Buton Utara, Muna dan Muna Barat serta pada malam hari di wilayah Kolaka," kata Rudin.

Sementara potensi hujan sedang dapat terjadi di wilayah Kendari, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Buton Utara, Muna dan Muna Barat. Hujan ringan berpotensi di wilayah Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Konawe Kepulauan dan Bombana.

Forecaster on Duty BMKG UPT Stasiun Klimatologi Konawe Selatan Ekawati Natalia Mulyadi di Kendari, mengatakan pada pertengahan Februari 2021, sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara diprakirakan berpeluang tinggi mengalami curah hujan kategori menengah (51-150 mm/dasarian).

"Beberapa wilayah mengalami curah hujan kategori  menengah (51-150 mm/dasarian) yaitu sebagian wilayah Konawe, Konawe Utara, Kolaka, Konawe Selatan, Buton Utara, Buton, Baubau, Buton Selatan dan Konawe Kepulauan.

Ia menyampaikan, secara umum wilayah Sulawesi Tenggara pada pertengahan Februari 2021 hingga pertengahan Maret 2021 sebagian besar diprakirakan akan mengalami curah hujan kategori menengah (51-150 mm/dasarian).

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebagian besar wilayah Indonesia (96 persen dari 342 zona nusim) saat ini telah memasuki musim hujan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan dari analisis BMKG menunjukkan bahwa kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

"Hal ini disebabkan oleh monsun Asia yang masih mendominasi wilayah Indonesia dan diperkuat oleh aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin di sebagian wilayah Indonesia," kata Guswanto melalui rilis BMKG.

Selain itu, lanjut dia, adanya pusat tekanan rendah di wilayah utara Indonesia dan di Australia bagian utara dapat mempengaruhi pola arah dan kecepatan angin sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam sepekan (15-21 Februari) ke depan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Tenggara dan beberapa wilayah lainnya seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kemudian, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Untuk itu, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pohon adat Sialang ditetapkan Kementerian LHK sebagai pohon dilindungi
Kamis, 15 April 2021 - 18:45 WIB
Kementerian LHK menetapkan pohon Adat Sialang sebagai jenis flora yang dilindungi sehingga Lembaga A...
Tunjuk swasta kelola 92 titik sampah, DLHK usulkan perbup
Rabu, 14 April 2021 - 14:55 WIB
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang bakal menyerahkan pengelolaan sampah ke pihak ...
Pemprov Kalsel galakan `Program Satu Juta Pohon`
Kamis, 08 April 2021 - 13:46 WIB
Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA menanam pohon endemik Kalsel, yaitu Kasturi di Kebun Raya Ban...
 Pemerintah Desa Keleng tanam 1.000 pohon produktif
Senin, 05 April 2021 - 11:11 WIB
Komandan Koramil (Danramil) 06 Kesugihan Kapten Inf Sueb turut mendukung program penghijauan yang di...
Menteri LHK minta persemaian dan penghijauan mulai dilakukan di IKN
Minggu, 04 April 2021 - 16:36 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar meminta jajarannya untuk segera memulai pe...
BPPT terjunkan tim TMC untuk tingkatkan TMA Danau Toba
Minggu, 04 April 2021 - 13:55 WIB
Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) akan dioperasikan di daerah tangkapan air Danau Toba, Sumatera Utar...
Kolaborasi kunci atasi kompleksitas permasalahan lingkungan hidup
Minggu, 04 April 2021 - 13:35 WIB
Kementerian LHK menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Direktorat Jenderal Pengendalian Penc...
KLHK: 3,3 juta hektare kebun kelapa sawit terindikasi berada di dalam kawasan hutan
Selasa, 30 Maret 2021 - 17:45 WIB
Areal perkebunan kelapa sawit yang menurut indikasi berada di dalam kawasan hutan luasnya 3,3 juta h...
Populasi harimau dan gajah mengkhawatirkan akibat perburuan liar
Selasa, 30 Maret 2021 - 13:10 WIB
Jumlah populasi Harimau (panthera tigris sumatrae) dan Gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) s...
 Peringati Earth Hour, Pertamina RU VI padamkan listrik perumahan selama 1 jam
Minggu, 28 Maret 2021 - 15:45 WIB
Sebagai Bentuk kepedulian terhadap kelestarian Planet Bumi, Pertamina menggelar kegiatan Earth Hour ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV