Permintaan Herbal serbuk biji salak di Boyolali meningkat
Elshinta
Kamis, 18 Februari 2021 - 09:54 WIB |
Permintaan Herbal serbuk biji salak di Boyolali meningkat
Seorang pelaku usaha ramuan herbak serbuk biji buah salak saat melakukan proses produksi di Dukuh Gunungwijil, Desa Dukuh, Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali, Rabu (17/2/2021). (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

Elshinta.com - Usaha ramuan herbal dengan bahan biji buah salah yang diproduksi menjadi serbuk berkasiat di Dukuh Gunungwijil, Desa Dukuh, Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali, menerima permintaan meningkat walau pun masa pendemi COVID-19

Seorang usaha ramuan herbal serbuk biji salak, Putut Tetuko, di Ampel Boyolali, Kamis, mengatakan, sejak pandemi COVID-19, banyak masyarakat mencari ramuan herbal seperti empon-empon yang diyakini mampu meningkatkan ketahanan tubuh manusia untuk menjaga kesehatan.

Menurut Putut Tetuko minuman rempah atau empon-empon seperti jahe, temulawak, kencur dan lainnya populer saat pandemi COVID-19 untuk meningkatkan imun tubuh.

Bahkan, dirinya yang membuat ramuan biji salak yang diproses menjadi serbuk diyakini masyarakat kaya akan manfaat, bisa mengobati segala jenis penyakit dan menjaga ketahanan tubuh.

Menurut dia,produksi serbuk biji salak terus meningkat pada 2020 hingga sekarang rata-rata hingga mencapai 2 ton per bulan. Padahal, awal produksi serbu biji salak hanya puluhan kilogram, tetapi masa pandemi hingga mencapai 2 ton per bulan.

Putut menjelaskan ide tersebut berawal dari kebutuhan pribadi ibunya saat menderita penyakit diabetes melitus, dan rajin mengkonsumsi serbuk biji salak tersebut hingga berhasil sembuh. Dari pengalaman tersebut muncul ide untuk memproduksi serbuk biji salak untuk dipasarkan hingga sekarang.

Menurut Putut, ibunya yang menderita penyakit diabetes alhamdulilah bisa sembuh. Serbuk biji salak ini, juga diyakini berkhasiat untuk penyakit hipertensi, kolesterol, asam lambung, menjaga daya tahan, dan imunitas tubuh di masa pandemi COVID-19.

Proses pembuatannya cukup mudah. Setelah bahan baku biji salak didapat maka akan dibersihkan kemudian dipotong-potong kemudian dijemur di bawah sinar matahari. Setelah biji salak kering proses selanjutnya disangrai dan digiling dan dilanjutkan proses pengemasan.

"Harga serbuk bijik salak setiap kemasan isi 250 gram cukup dijual Rp20.000. Bahan baku biji buah salak madu didapat cukup mudah dari daerah Magelang dan Sleman," kata Putut yang juga seorang anggota TNI berpangkat Serka di Koramil Ampel Kodim 0724/Boyolali.

Dia menyampaikan serbuk biji salak buatannya tersebut yang diberi merk "Serbuk Biji Salah Supadmi" nama ibunya itu, sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia antara lain Pulau Kalimantan, Lampung, Maluku, Bali, dan termasuk wilayah Jawa. Cara pemasaran kebanyakan secara online, tetapi banyak juga penjual yang mengambil produk di rumahnya.

Menurut Agus (47), salah satu pelanggannya asal Solo serbuk biji salak asal Ampel Boyolali memang rasanya lebih enak dibanding kopi biasa. Dirinya setelah mengkonsumsi serbuk biji salak badan terasa lebih segar. Dirinya mengkosumsi ramuan serbuk biji salak ini, untuk menjaga imunitas tubuh pada masa pandemi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Riset: Transformasi digital UMKM perlu edukasi dan pendampingan
Kamis, 08 April 2021 - 10:54 WIB
NeuroSensum, perusahaan riset konsumen berbasis neurosains dan kecerdasan artifisial, memaparkan has...
Pemkot Surabaya siap pamerkan produk 1.400 UMKM
Sabtu, 03 April 2021 - 10:30 WIB
Dinas Perdagangan Kota Surabaya siap memamerkan produk dari 1.400 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ...
Digitalisasi UMKM untuk bertahan, maju, dan naik kelas
Sabtu, 27 Maret 2021 - 18:55 WIB
Ketika pandemi COVID-19 mulai melanda Indonesia pada awal Maret 2020, usaha mikro kecil menengah (UM...
Aktivitas pameran UMKM di Depok mulai diperbolehkan
Jumat, 26 Maret 2021 - 17:19 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Depok Jawa Barat Dadang Wihana mengatakan untuk me...
UMKM Surabaya minta penambahan jam operasional selama PPKM
Jumat, 26 Maret 2021 - 09:01 WIB
Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) makanan di Kota Surabaya, Jawa Timur meminta penambahan jam...
Beragam dampak positif yang timbul dari kehadiran holding ultra mikro
Minggu, 21 Maret 2021 - 06:34 WIB
Rencana pemerintah membentuk holding atau perusahaan induk ultra mikro yang melibatkan tiga BUMN yak...
Industri kreatif Depok siapkan program digital marketing
Jumat, 19 Maret 2021 - 12:15 WIB
 Asosiasi Industri Kreatif Depok (AIKD) menyiapkan sejumlah program digital marketing untuk meningk...
UMKM akui digitalisasi mudahkan berbisnis
Selasa, 16 Maret 2021 - 16:58 WIB
Sejumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terlibat dalam program Gerakan Nasional Bangga Buata...
Kiat manfaatkan platform digital untuk iklankan produk UMKM
Selasa, 16 Maret 2021 - 16:37 WIB
Marketing Director Kantar Indonesia, Fanny Murhayati, membagikan beberapa kiatnya untuk pelaku usaha...
Pemkab Lombok Utara bangkitkan ekonomi dengan bazar UMKM
Senin, 08 Maret 2021 - 20:27 WIB
Pemerintah Kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat menggelar bazar produk usaha mikro kecil dan m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV