Pentingnya posisi tangan bersepeda cegah `cyclist`
Elshinta
Minggu, 21 Februari 2021 - 15:12 WIB |
Pentingnya posisi tangan bersepeda cegah `cyclist`
ilustrasi bersepeda-foto huffingtonpostdotcom

Elshinta.com - Masyarakat kini lebih giat menjalankan gaya hidup sehat, salah satunya dengan bersepeda karena selain mudah dilakukan, menggowes juga dapat menaikkan suasana hati di tengah kebosanan selama pandemi COVID-19.

Namun ada hal yang patut diperhatikan saat bersepada, yakni posisi tangan mulai dari siku hingga telapak karena apabila salah bisa meningkatkan risiko terjadinya cyclist’s palsy yang biasanya diawali jari manis dan kelingking tidak nyaman.

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)-RSCM, Oryza Satria mengatakan, kondisi itu biasanya akibat ulnar nerve, saraf yang mempersarafi kelingking dan jari manis, dan melewati pergelangan tangan melalui sebuah terowongan (Guyon canal), tertekan akibat terlalu lama berpegangan dengan handle bar.

Cyclist’s palsy kerap disamakan dengan CTS (carpal tunnel syndrome). Namun, keduanya berbeda. Gejala CTS terjadi pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis, sementara gejala cyclist’s palsy hanya pada jari manis dan kelingking saja.

Gejala cyclist’s palsy juga spesifik terjadi saat atau setelah Anda bersepeda. Anda akan mengalami kebas, kesemutan, nyeri, kram, atau kelemahan pada kedua jari Anda. Hal ini dapat mengakibatkan kekuatan genggaman menjadi lemah. Gejala ini pun akan berbeda-beda pada setiap orang, tergantung tingkat keparahannya.

“Gangguan sensorik seperti kesemutan dan mati rasa pada jari manis dan jari kelingking akan terasa dan mudah hilang 1 – 2 hari setelah bersepeda,” kata Oryza yang berpraktik sebagai dokter spesialis bedah ortopedi konsultan hand & microsurgery di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya itu dalam keterangan tertulisnya melalui surat elektronik, ditulis Minggu.

Gejala motorik yang tampak, antara lain jari kelingking dan jari manis yang sulit diluruskan (claw hand), massa otot di antara ibu jari dan telunjuk terlihat kempes, serta kesulitan melebarkan dan menutup jari-jari (melakukan gerakan abduksi dan aduksi jari), hingga dapat menimbulkan cedera berat sampai adanya abnormalitas.

Saat bersepeda, sebaiknya tekuk sedikit siku Anda dan usahakan telapak tangan menggenggam handlebar atau rem sekaligus. Posisikan bahu mengikuti alur yang dibentuk tangan dan punggung.

Tak hanya posisi tangan, Anda juga perlu memposisikan kepala mengikuti alur tulang belakang yang terbentuk oleh lengkungan panggul. Arahkan mata ke depan dan rilekskan tulang leher Anda untuk menghindari cedera saat bersepeda.

Apabila Anda sedang bersepeda dalam keadaan cepat, maka tundukkan punggung Anda, tetapi apabila track sedang menurun, tegakkan kembali punggung Anda. Sedangkan untuk posisi kaki, apabila pedal sedang berada di bawah kaki Anda, maka tekuklah sedikit kaki Anda. Sesuaikan tinggi pedal dengan kaki Anda (yang masih dapat ditekuk sedikit) hingga kaki terasa nyaman ketika menggowes.

Penyebab dan pencegahan
Menurut Oryza, penyebab seseorang mengalami cyclist’s palsy saat atau setelah bersepeda bermacam-macam, salah satunya tekanan yang terlalu besar atau lama pada tangan, mengakibatkan tekanan pada saraf ulnaris atau terhambatnya aliran darah ke saraf tersebut.

Selain itu, posisi pergelangan tangan yang ekstensi (ketika pergelangan tangan mengarah ke atas dan keluar ke arah jam 12 bukan ke dalam yang seperti menggenggam), sehingga mengakibatkan regangan pada saraf.

Penyebab lainnya, kurangnya kekuatan otot inti (core muscle) dan kelelahan, yang mengakibatkan beban sebagian besar bertumpu pada tangan, penggunaan sarung tangan, atau bantalan yang tipis atau sudah rusak/aus.

Di sisi lain, tekanan ban sepeda terlalu tinggi, penggunaan ban yang kecil dan tipis yang menyebabkan timbulnya getaran berlebih pada tangan serta posisi duduk terlalu tinggi atau stang (handlebar) terlalu rendah sehingga beban tubuh banyak ditopang tangan juga bisa menjadi penyebab.

Oryza mengatakan, cyclist’s palsy biasanya muncul ketika bersepeda dalam jangka waktu lama. Misalnya ketika Anda bersepeda menuruni bukit, sebagian besar bobot tubuh akan ditopang oleh tangan dan menyebabkan adanya beban yang lebih tinggi di jari-jari tangan Anda.

Apabila gejala cyclist’s palsy berlanjut dan tidak ditangani, maka dapat menjadi kondisi yang permanen dan carpal tunnel syndrome. Oleh karena itu, penting sekali memeriksakan diri ke dokter spesialis bedah ortopedi konsultan hand & microsurgery agar penanganan yang dilakukan dapat dilakukan sedini mungkin.

Tips hindari kena cyclist’s palsy
Agar aktivitas bersepeda menjadi lebih aman dan terhindar dari risiko cyclist’s palsy, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut:

1. Gunakan bantalan yang baik pada handlebar atau tangan. Anda juga dapat menggunakan gloves atau sarung tangan untuk melindungi tangan dari tekanan yang besar saat bersepeda. Semakin tebal sarung tangan Anda, maka akan semakin baik melindungi.
2. Sesuaikan posisi handlebar dengan tangan dalam posisi yang senyaman mungkin
3. Posisi pergelangan tangan sebaiknya lurus, tidak hiperekstensi
4. Apabila bersepeda jarak jauh atau durasi yang lama, cobalah ganti-ganti posisi tangan pada handlebar
5. Pastikan memilih ukuran sepatu yang tepat dan menyesuaikan posisi sadel dan handlebar demi mendapatkan posisi duduk yang baik
6. Jangan lupa menerapkan konsep VDJ saat bersepeda, yaitu: Ventilasi, Durasi, Jarak. Menjaga jarak saat bersepeda dapat mengurangi dampak penularan virus COVID-19 yang seandainya dimiliki oleh teman bersepeda Anda.

Olahraga bersepeda memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Apabila Anda melakukannya selama 30 menit setiap hari, Anda sudah dapat membantu menurunkan risiko penyakit metabolik, meningkatkan kreativitas dan daya ingat, serta menurunkan tingkat kecemasan dan depresi seiring dengan meningkatnya kadar hormon endorfin dalam tubuh.

Olahraga ini juga dapat membantu tubuh lebih rileks dan meningkatkan kualitas tidur, sehingga membantu mempertahankan berat badan. Hal senada juga diungkapkan pelatih triathlon sekaligus ahli fisiologi olahraga klinis, Marques Garcia.

Menurut dia, bersepeda walaupun tidak secepat saat berlari untuk membakar kalori bisa membantu menurunkan berat badan. Sebuah studi tahun 2013 dan tinjauan penelitian tahun 2019 menemukan, bersepeda dalam ruangan, bila dikombinasikan dengan praktik makan sehat direkomendasikan untuk membantu orang menurunkan berat badan.

Bersepeda di pagi hari dapat membantu memastikan tubuh kita terpapar sinar matahari dan mendapatkan manfaat dari vitamin D. Tak heran dengan begitu banyak manfaat, bersepeda semakin digandrungi di masa sekarang.

Oryza mengingatkan, agar sesi bersepeda Anda semakin berdampak baik untuk tubuh, jangan lupa perhatikan posisi atau postur tubuh yang baik. Posisi tubuh yang baik ketika bersepeda juga menjadi hal penting ketika kita ingin terhindar dari cedera.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dokter sarankan makanan ramah lambung untuk berbuka puasa
Jumat, 16 April 2021 - 17:10 WIB
Dokter spesialis penyakit dalam (gastroenterologi) dari RSCM-FKUI Prof.Dr.dr. Ari Fahrial Syam mengi...
Suplemen vitamin saat Ramadan, apa dan kapan sebaiknya dikonsumsi?
Jumat, 16 April 2021 - 16:56 WIB
Selama Ramadan, ada kecenderungan tubuh Anda kekurangan asupan nutrisi seimbang termasuk vitamin, mi...
RSUP Dr Sardjito kembangkan terapi sel punca pada pasien COVID-19
Jumat, 16 April 2021 - 16:45 WIB
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta bersama Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarak...
Pengidap GERD tetap dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan
Jumat, 16 April 2021 - 15:10 WIB
Ibadah puasa di bulan Ramadan tetap dapat dijalankan dengan aman oleh para penderita penyakit asam l...
Dokter RSCM: Asam amino esensial penting untuk tumbuh kembang anak
Jumat, 16 April 2021 - 08:45 WIB
Ketua Pokja Antropometri Kementerian Kesehatan RSCM ​Prof. dr. Damayanti R Sjarif, Sp.A(K) mengata...
Orang tua wajib dampingi anak autisme akses gawai di era digital
Jumat, 16 April 2021 - 07:45 WIB
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DKI Jakarta dan dokter spesialis anak Rini Sekartini meng...
Kurang asupan gizi sebabkan stunting hingga lemahkan otak
Kamis, 15 April 2021 - 22:16 WIB
Kurangnya asupan gizi pada anak-anak sangat memengaruhi tumbuh kembang, bahkan bisa melemahkan otak ...
Vaksinasi COVID-19 di Surabaya tembus 675.240 orang
Kamis, 15 April 2021 - 20:56 WIB
Pemerintah Kota Surabaya menyebut vaksinasi COVID-19 di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur itu hingga Rabu...
Memilih nutrisi tepat untuk sahur dan buka
Kamis, 15 April 2021 - 13:32 WIB
Mengonsumsi nutrisi tepat adalah prioritas utama agar puasa Ramadan tetap lancar, agar ibadah semaki...
Dokter Gizi UI sarankan tidak hangatkan makanan buka puasa untuk sahur
Kamis, 15 April 2021 - 13:21 WIB
Dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia dr. Putri Sakti tidak menyarankan Anda mengh...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV