Lakukan `shuttle diplomacy`, Menlu RI bahas isu Myanmar dengan ASEAN
Elshinta
Selasa, 23 Februari 2021 - 15:28 WIB |
Lakukan `shuttle diplomacy`, Menlu RI bahas isu Myanmar dengan ASEAN
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memimpin pertemuan COVAX AMC Engagement Group yang berlangsung secara virtual, Rabu (27/01/2021). ANTARA/HO-Kemlu RI/aa. (Handout Kementrian Luar Negeri)

Elshinta.com - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melakukan diplomasi ulang alik atau shuttle diplomacy dengan mitra-mitranya yang tergabung dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), guna berkonsultasi tentang penyelesaian isu politik Myanmar.

Konsultasi tersebut telah dilakukan dalam kunjungannya ke Brunei Darussalam pada 17 Februari dan dilanjutkan ke Singapura pada keesokan harinya. Dalam waktu dekat, Menlu Retno dijadwalkan berkunjung ke Thailand.

Menurut Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah, upaya diplomasi tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti amanat Presiden RI yang bersepakat dengan Perdana Menteri Malaysia tentang perlunya pertemuan khusus para menlu ASEAN guna membahas penyelesaian krisis politik di Myanmar, pasca kudeta militer 1 Februari 2021.

“Sekarang adalah kesempatan untuk Menlu (Retno Marsudi) menyamakan persepsi dan mengumpulkan pandangan dari para menlu ASEAN lainnya, sebelum satu pertemuan khusus para menlu ASEAN dapat dilaksanakan,” kata Faizasyah dalam konferensi pers virtual, Selasa.

Konsultasi itu juga dilakukan untuk mengumpulkan posisi-posisi yang paling dapat dilaksanakan sebagai bagian dari solusi permasalahan politik Myanmar, yang didorong oleh ASEAN.

Sejak konflik politik kembali mencuat di Myanmar, Indonesia telah menyampaikan keprihatinan dan mengimbau penyelesaian krisis dengan menerapkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Piagam ASEAN, antara lain komitmen pada hukum, pemerintahan yang baik, prinsip-prinsip demokrasi, dan pemerintahan yang konstitusional.

“Indonesia mendesak semua pihak di Myanmar untuk menahan diri dan mengedepankan pendekatan dialog dalam mencari jalan keluar dari berbagai tantangan dan permasalahan yang ada sehingga tidak semakin memperburuk situasi di Myanmar,” tutur Faizasyah, menegaskan.

Indonesia juga menggarisbawahi bahwa perselisihan terkait hasil pemilihan umum, kiranya dapat diselesaikan dengan mekanisme hukum yang tersedia.

“Kalau mekanisme itu sendiri belum ada di Myanmar, setidaknya kita sampaikan adalah prinsip-prinsip prosedural yang berlaku di negara-negara demokrasi,” kata Faizasyah.

“Untuk itulah kita menilai penting satu pertemuan menlu ASEAN untuk bersama-sama menyamakan persepsi dan membahas isunya dari kerangka ASEAN, dengan demikian hal-hal yang memang belum ada dalam sistem politik atau mekanisme konstitusi di Myanmar, bisa dipahami dan kita berupaya membantu mencarikan solusi melalui pertemuan para menlu ASEAN,” ujar dia, menambahkan.

Militer Myanmar merebut kekuasaan pada 1 Februari setelah komisi pemilihan menolak tuduhan kecurangan, setelah partai pimpinan Aung San Suu Kyi memenangi pemungutan suara pada November tahun lalu.

Junta menjanjikan pemilu baru, tetapi tanpa menetapkan jadwal yang pasti.

Kudeta tersebut telah memicu protes massal setiap hari selama hampir tiga minggu dan pemogokan oleh banyak pegawai pemerintah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Luncurkan kapal perang amfibi baru, Taiwan perkuat AL
Selasa, 13 April 2021 - 15:25 WIB
Taiwan meluncurkan kapal perang amfibi baru pada Selasa yang dapat digunakan untuk mendaratkan pasuk...
Huawei ajak industri kolaborasi atasi krisis semikonduktor
Selasa, 13 April 2021 - 10:08 WIB
Perusahaan teknologi asal China, Huawei, mengajak para pemain di industri semikonduktor berkolaboras...
Pameran produk UKM Indonesia di Kuching ramai pengunjung
Senin, 12 April 2021 - 11:30 WIB
Pameran produk Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Repu...
PMI di Hong Kong dapat prioritas vaksin COVID-19
Senin, 12 April 2021 - 10:50 WIB
Pekerja migran asal Indonesia ditetapkan sebagai salah satu kelompok prioritas penerima vaksin COVID...
Filipina, AS berharap lanjutkan latihan militer gabungan di LCS
Minggu, 11 April 2021 - 22:01 WIB
Para pejabat pertahanan Filipina dan Amerika Serikat (AS) menyampaikan harapan untuk melanjutkan lat...
Penentang junta militer jadikan telur Paskah simbol pembangkangan
Minggu, 04 April 2021 - 16:46 WIB
Penentang aturan militer di Myanmar menjadikan telur Paskah sebagai simbol pembangkangan pada  Ming...
China dukung pemimpin di ASEAN gelar pertemuan khusus terkait Myanmar
Jumat, 02 April 2021 - 13:52 WIB
Pemerintah China mendukung para pemimpin pemerintahan anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggar...
31 Maret 1981: Garuda Indonesia dibajak 5 orang teroris, namun berhasil diberesi oleh Kopassus dalam 3 menit di Don Muang Bangkok, Thailand
Rabu, 31 Maret 2021 - 06:00 WIB
Peristiwa pembebasan para sandera pembajakan pesawat Garuda Indonesia dikenal dengan nama Operasi Wo...
Korban tewas dalam unjuk rasa Myanmar lampaui 500 jiwa
Selasa, 30 Maret 2021 - 12:55 WIB
 Sedikitnya 510 warga sipil tewas dalam dua bulan unjuk rasa untuk melawan kudeta militer di Myanma...
AS kutuk keras peristiwa pengeboman di Gereja Katedral Makassar
Senin, 29 Maret 2021 - 12:05 WIB
Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) mengutuk keras peristiwa peledakan bom yang terjadi di G...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV