Ekonom Rizal Ramli: Kebijakan Menkeu sebabkan disparitas miskin-kaya semakin besar
Elshinta
Jumat, 26 Februari 2021 - 16:35 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Ekonom Rizal Ramli: Kebijakan Menkeu sebabkan disparitas miskin-kaya semakin besar
Sumber foto: Redaksi/elshinta.com.

Elshinta.com - Disparitas antara-orang kaya dan miskin di Indonesia yang semakin besar di tengah pandemik Covid-19 sudah dapat diprediksi oleh begawan ekonomi Rizal Ramli. Hal itu terlihat dari  kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang hanya berpihak pada orang kaya.  

Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu menyoroti kebijakan pungutan pajak yang dilakukan pemerintah. Di mana pajak justru terus-terusan menyasar komoditas rakyat kecil. Sementara komoditas besar tidak disentuh.

Sejak tiga tahun lalu, Rizal Ramli mengkritik tarif Pajak Penghasilan (PPh) impor atau PPh pasal 22 untuk 1.147 komoditas impor. Sebab, komoditas itu hanya ecek-ecek atau sing printil (yang kecil-kecil) dalam istilah Rizal Ramli.

Disebut sing printil karena pungutan pajak ini hanya menyasar para pengusaha menengah. Sementara pungutan pajak untuk impor 10 besar komoditas inti malah relatif lebih rendah, seperti komputer, mesin, elektrikal, dan equipment (perlengkapan), besi, dan baja.

Alhasil, sebut Rizal Ramli, dampak dari kebijakan Menteri Sri Mulyani itu membuat mereka yang kaya menjadi semakin kaya.

Bahkan, faktanya sebuah lembaga konsultan berbasis di London, Knight Frankmerilis mengungkapkan, bahwa Indonesia akan mengalami kenaikan jumlah orang dengan kekayaan sangat tinggi atau crazy rich selama lima tahun ke depan.

Mereka yang memiliki uang di atas 30 juta dolar AS diprediksi akan melonjak hingga 67 persen di tahun 2025. Lonjakan ini menjadi yang paling tajam di dunia.

“Inilah dampak dari kebijakan Menkeu. Pajakin rakyat kecil sing printil, kurangi pajak, dan tax holiday untuk yang besar-besar dan asing,” kata Rizal Ramli, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Jumat (26/2).

Dia pun menyinggung Presiden Joko Widodo apakah selama ini tidak merasa aneh dengan kebijakan Sri Mulyani yang kurang peka pada ekonomi dan rakyat.

“Pak Jokowi apa ndak sadar, makin lama makin bikin rakyat susah?” tukas Rizal Ramli yang juga mantan anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
IHSG Jumat dibuka menguat 22,88 poin
Jumat, 16 April 2021 - 09:28 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat dibuka menguat 22,88 poin ata...
Rupiah Jumat pagi menguat 5 poin
Jumat, 16 April 2021 - 09:18 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (16/4) pagi menguat 5...
Pertamina lanjutkan proses penggantian kerusakan pasca insiden tangki Balongan
Kamis, 15 April 2021 - 19:57 WIB
Pertamina terus merealisasikan komitmen untuk bertanggung jawab atas insiden yang terjadi di area T3...
Pemkot Depok dan DPRD setuju bahas raperda penyertaan modal di PDAM 
Kamis, 15 April 2021 - 18:11 WIB
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok menyetujui tiga Rancangan Peraturan daerah (Raperda...
BPS: Impor Maret 2021 tumbuh menggembirakan
Kamis, 15 April 2021 - 15:47 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan pertumbuhan impor Indonesia pada Maret 202...
Ekspor Maret 2021 cetak rekor tertinggi sejak Agustus 2011
Kamis, 15 April 2021 - 14:49 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai 18,35 miliar dolar AS atau tert...
Jokowi harap kapasitas produksi industri otomotif nasional meningkat
Kamis, 15 April 2021 - 14:38 WIB
Presiden Joko Widodo berharap kapasitas produksi industri otomotif dalam negeri dapat ditingkatkan, ...
Dishub Jayapura dan Otoritas Pelabuhan Pelabuhan Kelas II evaluasi layanan Tol Laut T19
Kamis, 15 April 2021 - 14:27 WIB
Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II J...
PLN: Diskon 50% token listrik mulai April 2021
Kamis, 15 April 2021 - 11:20 WIB
Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rabu (14/4) menegaskan Pemerintah akan tetap memberikan stimulus lis...
Ganjar lepas ekspor 584 ton produk perikanan asal Jateng
Rabu, 14 April 2021 - 20:23 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melepas ekspor sebanyak 584 ton produk perikanan laut asal Jaten...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV