Ini penjelasan Kadis LH soal ikan mabuk di Sungai Wampu
Elshinta
Minggu, 28 Februari 2021 - 07:46 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Ini penjelasan Kadis LH soal ikan mabuk di Sungai Wampu
Sumber foto: M Salim/elshinta.com.

Elshinta.com - Ikan mabuk disepanjang aliran sungai wampu Kabupaten Langkat, mulai hilir sampai hulu. Diduga kuat, akibat kucuran lahar dingin yang mengandung belerang, kiriman dari Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Sumatera Utara. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat, Iskandar Zulkarnain Tarigan.

"Penyebab ikan mabuk, dugaan sementara akibat kiriman belerang dari Gunung Sinabung," kata Iskandar seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Minggu (28/2). 

Dugaan itu, tambah Iskandar, juga diperkuat dari laporan senjumlah masyarakat kepada Dinas Lingkungan Hidup. Bahwa ikan mabuk di perairan sungai wampu, karena belerang. 

Meski demikian, pihaknya juga telah mengambil sempel air sungai wampu, untuk diteliti dilaboratorium Sucofindo Medan, pada 22 Februari 2021 lalu. "Kita sudah ambil sempelnya, sekarang tinggal menunggu hasilnya 14 hari kedepan, hasil uji laboratoriumnya baru didapat," ungkapnya. 

Setelah hasilnya keluar, selanjutnya akan diambil langkah penanganananya. "Kita juga akan sampaikan, hasil Labnya kepada publik," ujarnya. 

Sebelumnya, pihak Dinas Lingkungan Hidup Langkat, juga sudah mengambil sempel air sungai wampu, pada 3 Desember 2020 lalu. Dalam rangka menjalankan program Tupoksi Dinas LH, per enam bulan sekali. Hasilnya, air sungai wampu memenuhi baku mutu. Maksudnya, air sungai wampu tidak tercemar buang bahan atau limbah dari bahan kimia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menteri KP Ingin Shrimp Estate di Aceh Selesai Pada 2021
Rabu, 21 April 2021 - 14:08 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menginginkan pembangunan Shrimp Estate di Aceh ...
Pertamina kerahkan sejumlah kapal tangani kebocoran pipa di Karawang
Selasa, 20 April 2021 - 15:44 WIB
PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mengerahkan sejumlah kapal untuk member...
Pemerintah upayakan flora-fauna Papua tidak hanya jadi cerita legenda
Sabtu, 17 April 2021 - 18:25 WIB
Pemerintah melalui Balai Taman Nasional Lorentz mengupayakan flora dan fauna di hutan Papua tidak ha...
Pohon adat Sialang ditetapkan Kementerian LHK sebagai pohon dilindungi
Kamis, 15 April 2021 - 18:45 WIB
Kementerian LHK menetapkan pohon Adat Sialang sebagai jenis flora yang dilindungi sehingga Lembaga A...
Tunjuk swasta kelola 92 titik sampah, DLHK usulkan perbup
Rabu, 14 April 2021 - 14:55 WIB
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang bakal menyerahkan pengelolaan sampah ke pihak ...
Pemprov Kalsel galakan `Program Satu Juta Pohon`
Kamis, 08 April 2021 - 13:46 WIB
Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA menanam pohon endemik Kalsel, yaitu Kasturi di Kebun Raya Ban...
 Pemerintah Desa Keleng tanam 1.000 pohon produktif
Senin, 05 April 2021 - 11:11 WIB
Komandan Koramil (Danramil) 06 Kesugihan Kapten Inf Sueb turut mendukung program penghijauan yang di...
Menteri LHK minta persemaian dan penghijauan mulai dilakukan di IKN
Minggu, 04 April 2021 - 16:36 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar meminta jajarannya untuk segera memulai pe...
BPPT terjunkan tim TMC untuk tingkatkan TMA Danau Toba
Minggu, 04 April 2021 - 13:55 WIB
Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) akan dioperasikan di daerah tangkapan air Danau Toba, Sumatera Utar...
Kolaborasi kunci atasi kompleksitas permasalahan lingkungan hidup
Minggu, 04 April 2021 - 13:35 WIB
Kementerian LHK menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Direktorat Jenderal Pengendalian Penc...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV