Bidan Delima Kabupaten Magelang ikuti pembinaan pelayanan di tengah pandemi
Elshinta
Minggu, 28 Februari 2021 - 11:10 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Bidan Delima Kabupaten Magelang ikuti pembinaan pelayanan di tengah pandemi
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 50 bidan delima di Kabupaten Magelang,  mengikuti pembinaan pelayanan mereka,  terhadap ibu dan anak di tengah pandemi COVID-19. Kegiatan ini   diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Bidan Delima (UPBD) Provinsi Jawa Tengah bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jateng.

Kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19 itu, berlangsung di Gedung IBI Kabupaten Magelang di Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 5 Kota Mungkid. 

"Maksud dan tujuan pembinaan ini untuk meningkatkan pelayanan bidan di Kabupaten Magelang, khususnya bidan delima dan meningkatkan kembali kemampuan dan kapasitas mereka dalam pelayanan kepada kesehatan ibu dan anak," kata Ketua Pengurus Cabang IBI Kabupaten Magelang Sri Kuswanti, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Minggu (28/2).

Hadir pada kegiatan itu Wakil Ketua II Pengurus Daerah IBU Jateng, Nawangsih, Ketua UPBD Provinsi Jateng, S.A. Rintawati, dan petugas administrasi UPBD Jateng Yeni Sugiarti.

Dalam rangkaian kegiatan itu, juga dilakukan kunjungan ke salah satu tempat Praktik Mandiri Bidan (PMB) Anis Aryanti di Mungkid oleh pihak UPBD  dan PD IBI Jateng, didampingi pimpinan PC IBI Kabupaten Magelang.

"Kunjungan ini untuk menunjukkan bahwa bidan delima melaksanakan praktik mandiri sesuai standar. Kalau masih ada beberapa hal kekurangan, tetapi itu masih wajar. Secara umum pada bidan di Kabupaten Magelang melakukan praktik mandiri sudah sesuai standar," katanya.

Sri Kuswanti juga mengemukakan tentang permasalahan dihadapi bidan di daerah setempat dalam kaitan dengan regulasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan puskesmas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),  yang mengakibatkan mereka tidak memiliki kesempatan menolong persalinan di tempat PMB.

Adanya kebijakan itu membuat semua persalinan diharapkan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) tingkat I atau puskesmas. Padahal,  PMB juga salah satu fasyankes berdasarkan UU Nomor 4 Tahun 2019 tentang praktik kebidanan.

Ketentuan itu, kata dia, harus ditinjau kembali. Sesuai dengan kewenangan, para bidan boleh menolong persalinan sejauh secara fisiologis dalam kategori normal.

Permasalahan yang lain, bahwa IBI perlu berbenah diri untuk memperbaiki pelayanan kepada anggotanya.

Dalam rangka pemenuhan sarana dan prasarana, pihaknya menghidupkan kembali Yayasan Buah Delima, di mana yayasan itu bisa memenuhi kebutuhan sarpras PMB yang kurang mampu membeli secara tunai, berbagai perlengkapan untuk pelayanannya.

"Maka disediakan oleh YBD dan anggota IBI atau PBM bisa membelinya dengan mengangsur sesuai ketentuan. Harapan dengan YBD, baik obat maupun alat kesehatan itu bisa dipenuhi, dan PMB bisa semakin lengkap sarpras menuju standar optimal," katanya.

Pengurus IBI juga mengupayakan bermediasi dengan penentu kebijakan, melakukan advokasi dan negosiasi, untuk bisa memberikan aturan main yang baik sehingga di satu sisi menguntungkan bidan, namun tetap ada pengawasan secara ketat, bahwa bidan bisa melakukan pekerjaan sesuai kewenangan.

Ketua PD IBI Jateng, Nawangsih mengemukakan,  tentang pentingnya bidan melengkapi berbagai sarana dan prasarana di PMB untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada ibu dan anak.

Selain itu, kata dia, perlunya mereka memberikan pelayanan yang sesuai dengan SOP.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dokter sarankan makanan ramah lambung untuk berbuka puasa
Jumat, 16 April 2021 - 17:10 WIB
Dokter spesialis penyakit dalam (gastroenterologi) dari RSCM-FKUI Prof.Dr.dr. Ari Fahrial Syam mengi...
Suplemen vitamin saat Ramadan, apa dan kapan sebaiknya dikonsumsi?
Jumat, 16 April 2021 - 16:56 WIB
Selama Ramadan, ada kecenderungan tubuh Anda kekurangan asupan nutrisi seimbang termasuk vitamin, mi...
RSUP Dr Sardjito kembangkan terapi sel punca pada pasien COVID-19
Jumat, 16 April 2021 - 16:45 WIB
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta bersama Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarak...
Pengidap GERD tetap dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan
Jumat, 16 April 2021 - 15:10 WIB
Ibadah puasa di bulan Ramadan tetap dapat dijalankan dengan aman oleh para penderita penyakit asam l...
Dokter RSCM: Asam amino esensial penting untuk tumbuh kembang anak
Jumat, 16 April 2021 - 08:45 WIB
Ketua Pokja Antropometri Kementerian Kesehatan RSCM ​Prof. dr. Damayanti R Sjarif, Sp.A(K) mengata...
Orang tua wajib dampingi anak autisme akses gawai di era digital
Jumat, 16 April 2021 - 07:45 WIB
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DKI Jakarta dan dokter spesialis anak Rini Sekartini meng...
Kurang asupan gizi sebabkan stunting hingga lemahkan otak
Kamis, 15 April 2021 - 22:16 WIB
Kurangnya asupan gizi pada anak-anak sangat memengaruhi tumbuh kembang, bahkan bisa melemahkan otak ...
Vaksinasi COVID-19 di Surabaya tembus 675.240 orang
Kamis, 15 April 2021 - 20:56 WIB
Pemerintah Kota Surabaya menyebut vaksinasi COVID-19 di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur itu hingga Rabu...
Memilih nutrisi tepat untuk sahur dan buka
Kamis, 15 April 2021 - 13:32 WIB
Mengonsumsi nutrisi tepat adalah prioritas utama agar puasa Ramadan tetap lancar, agar ibadah semaki...
Dokter Gizi UI sarankan tidak hangatkan makanan buka puasa untuk sahur
Kamis, 15 April 2021 - 13:21 WIB
Dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia dr. Putri Sakti tidak menyarankan Anda mengh...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV