Ari Dwipayana dukung Bali jadi `benchmarking` pengelolaan cagar budaya
Elshinta
Minggu, 28 Februari 2021 - 21:41 WIB |
Ari Dwipayana dukung Bali jadi `benchmarking` pengelolaan cagar budaya
Koordinator Staf Khusus Presiden AAGN Ari Dwipayana (kedua dari kiri) dan Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit (ketiga dari kanan), mengunjungi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Bali pada Sabtu (27/2). (ANTARA/HO-Ari Dwipayana)

Elshinta.com - Koordinator Staf Khusus Presiden AAGN Ari Dwipayana mendukung Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Bali menjadi benchmarking pengelolaan cagar budaya di Indonesia, bahkan dunia sehingga daerah dapat belajar pengelolaan cagar budaya dari Bali.

"Untuk itu, BPCB harus mulai memikirkan dengan serius pengelolaan data, termasuk memastikan agar kita memiliki akses data-data terkait budaya seperti yang dicanangkan dalam salah satu program Ditjen Kebudayaan, Repatriasi Cagar Budaya dan Warisan Budaya Tak Benda," kata Ari dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Ari menegaskan agar dalam setiap kerja sama kebudayaan dengan lembaga atau peneliti dari negara lain yang mengikutsertakan proses pengambilan data.

Langkah itu, menurut dia agar dipastikan Indonesia memiliki akses terhadap data tersebut, sehingga jangan sampai Indonesia yang punya data, justru tidak mendapatkan akses.

Dia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga, lintas kementerian terutama jika ada pembangunan yang terkait dengan kawasan cagar budaya.

"Dalam hal ini jangan sampai pembangunan, baik infrastruktur baru atau pemugaran merusak kawasan atau situs cagar budaya yang ada," ujarnya.

Menurut Ari, situs cagar budaya merupakan warisan sejarah yang perlu terus dijaga, dilindungi dan dimanfaatkan dengan baik.

Dia berpesan agar keberadaan warisan budaya bangsa yang adiluhung, serta heritage yang merupakan masterpiece di masa lalu tidak dilihat sebatas bentuk fisik yang kasat mata.

"Warisan budaya tersebut harus digali nilai-nilai luhurnya yang dapat dijadikan inspirasi saat ini," katanya.

Di sisi lain, Ari menyadari tantangan pengenalan nilai-nilai budaya di kalangan milenial yang lebih akrab pada kehadiran media-media baru. Karena itu dia menyarankan agar BPCB Bali membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menggencarkan pengenalan budaya.

Dia mencontohkan Candi Borobudur, Prambanan atau candi lainnya diperkenalkan dengan kemasan baru yang menyertakan kemampuan teknologi untuk memudahkan generasi muda mengenal dan mencintai budaya bangsanya.

"Edukasi kepada masyarakat bisa dilakukan dengan menggandeng blogger-blogger, arkeolog atau komunitas lain yang mampu memberikan pendekatan alternatif yang menarik dan edukatif," ujarnya.

Dia juga menilai masih ada "pekerjaan rumah" yang perlu diselesaikan terkait pemanfaatan cagar budaya, seperti bagaimana mengatur agar keberadaannya dapat mewadahi kepentingan masyarakat, Ilmu pengetahuan serta ekonomi untuk pariwisata.

Terkait pemanfaatan cagar budaya sebagai destinasi pariwisata sebagai ekonomi konservasi, Ari menyarankan hendaknya berjalan selaras dengan program dan upaya konservasi yang dilakukan sehingga tidak mengganggu atau merusak situs yang ada.

"Dengan demikian, keberadaan aturan tersebut dapat mewadahi berbagai kepentingan yang ada dan menciptakan iklim yang kondusif dalam pemanfaatan kawasan atau situs cagar budaya," katanya.

Koordinator Staf Khusus Presiden AAGN Ari Dwipayana dan Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit, mengunjungi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Bali pada Sabtu (27/2). Kedatangan Ari Dwipayana dan Sukardi Rinakit disambut Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Direktoral Jenderal Kebudayaan Judi Wahjudin, Kepala BPCB Bali Komang Anik Purniti.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bio Farma ajak swasta ikut `filling line` untuk vaksin Merah Putih
Jumat, 16 April 2021 - 18:11 WIB
Direktur Utama (Dirut) PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengajak perusahaan farmasi swasta untu...
Kemenkeu catat nilai aset TMII capai Rp20,5 triliun berupa tanah
Jumat, 16 April 2021 - 17:58 WIB
Direktur Barang Milik Negara (BMN) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (...
Polisi: Terduga teroris ditembak mati di Makassar mantan napiter
Jumat, 16 April 2021 - 17:46 WIB
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan t...
Pemkab Sukoharjo kembali salurkan bantuan uang duka
Jumat, 16 April 2021 - 17:37 WIB
Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah melanjutkan progaram bantuan sosial uang duka bagi warga kurang mampu....
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo soal pandemi: `Jangan terburu-buru`
Jumat, 16 April 2021 - 17:23 WIB
Ganjar mengatakan, sosialisasi harus tetap dilakukan karena vaksinasi bukan jalan terakhir untuk mel...
Satgas: Kasus positif dan kematian COVID-19 menurun sepekan terakhir
Jumat, 16 April 2021 - 15:56 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito melaporkan penambahan jumlah kasus positif da...
Komnas HAM segera tindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan wartawan Tempo
Jumat, 16 April 2021 - 14:48 WIB
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) segera menindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan yang...
BMKG ajak semua pihak kolaborasi hadapi bencana
Jumat, 16 April 2021 - 13:25 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajak berbagai pihak dan unsur berkolaborasi...
14.093 posko telah dibentuk untuk dukung PPKM Mikro di daerah
Jumat, 16 April 2021 - 13:12 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa sebanyak 14.093 posko ...
Satuan Tugas jelaskan persoalan izin penggunaan vaksin Sinovac
Jumat, 16 April 2021 - 12:57 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan persoalan izin penggunaan d...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV