KKP: Aceh Timur cocok untuk pengembangan tambak udang
Elshinta
Senin, 01 Maret 2021 - 11:15 WIB |
KKP: Aceh Timur cocok untuk pengembangan tambak udang
Ilustrasi - Tambak udang model klaster. ANTARA/HO-KKP

Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai Kabupaten Aceh Timur yang telah melakukan panen parsial perdana untuk tambak udang model klaster merupakan daerah yang sangat cocok untuk pengembangan tambak udang.

"Kami siap memberikan support untuk daerah Aceh khususnya, dan daerah potensial lain pada umumnya guna meningkatkan produksi budi daya udang secara berkelanjutan," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dalam siaran pers di Jakarta, Senin.

Ia mengungkapkan, salah satu tambak udang model klaster pada 2020 sebagai program prioritas Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, yang berada di Kabupaten Aceh Timur dan telah ditebar benih pada Desember 2020 lalu, telah melakukan panen perdana pada 24 Februari 2021.

Disebutkan, dengan rata-rata kepadatan benih sekitar 120 ekor per meter persegi telah dilakukan panen parsial pertama pada 9 kolam dan masa pemeliharaan 60 hari dengan total hasil panen 2,2 ton senilai kurang lebih Rp100 juta.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP mengatakan panen parsial tersebut membuktikan bahwa upaya KKP untuk membuat model tambak udang berkelanjutan yang dapat direplikasi oleh masyarakat pembudi daya, ternyata berhasil.

"Semoga dapat berhasil hingga panen total serta dapat membantu dalam menggenjot nilai ekspor udang sebesar 250 persen pada 2024. Capaian atau keberhasilan ini merupakan usaha keras kami untuk terus meningkatkan produksi subsektor perikanan budi daya nasional," kata Slamet.

Slamet juga mengingatkan bahwa aktivitas budi daya tambak udang jangan sampai mencemari lingkungan dan udang itu sendiri, sehingga selain nilai ekonomi yang dihasilkan tinggi dan lingkungan sekitar tetap lestari.

Mengenai panen parsial, Slamet menyatakan hal itu bertujuan untuk mengurangi biomassa udang di tambak sehingga memberikan ruang gerak udang semakin luas dan dapat mengurangi produksi limbah, sehingga mengurangi stres pada udang dan juga mempercepat pertumbuhan udang.

Dengan demikian, menurut dia, maka ke depannya akan dapat meningkatkan produktivitas hasil tambak dan meningkatkan keuntungan.

"Konsep klaster ini memungkinkan pengelolaan yang lebih terkontrol yakni melalui perbaikan tata letak dan penerapan biosecurity secara ketat dengan manajemen pengelolaan yang lebih terintegrasi dalam seluruh tahapan proses produksi. Selain itu, mempermudah dalam manajemen, meningkatkan efisiensi serta dapat meminimalisasikan dampak terhadap lingkungan dan serangan penyakit," ungkap Slamet.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menargetkan Indonesia menjadi produsen udang vaname terbesar di dunia dengan jumlah produksi 16 juta ton per tahun, di mana saat ini besaran produksi nasional di bawah 1 juta ton per tahun.

"Kalau kita berhasil membangun 200 ribu hektare tambak udang dengan dua siklus panen 80 ton per hektare/tahun, maka dalam satu tahun analisa ekonominya bisa menghasilkan hampir Rp1.200 triliun," kata Menteri Trenggono.

Ia mengemukakan bahwa langkah untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui pembukaan tambak udang seluas 200 ribu hektare hingga 2024. Saat ini, produksi Indonesia di bawah 1 juta ton per tahun, berada di bawah China, Ekuador, Vietnam, dan India.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Seorang warga Banyuasin hilang diduga diserang buaya
Senin, 19 April 2021 - 20:51 WIB
Seorang warga Desa Santan Sari Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, bernama Umar Bahuri (48) dila...
Sebanyak 335 KK masih tempati kamp pengungsian di Kabupaten Kupang
Senin, 19 April 2021 - 20:40 WIB
Pemeritah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur menyatakan 335 kepala keluarga yang terdampak bencan...
Angkasa Pura I layani 6,1 juta penumpang pada triwulan I 2021
Senin, 19 April 2021 - 20:29 WIB
PT Angkasa Pura I (Persero) pada triwulan I 2021 melayani 6,1 juta penumpang di 15 bandara kelolaan ...
Organda DIY: 5.000 awak angkutan berpotensi kehilangan penghasilan
Senin, 19 April 2021 - 20:18 WIB
Organisasi Angkutan Darat (Organda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengklaim sebanyak lebih kurang...
Organda DIY: Waspadai angkutan mudik liar
Senin, 19 April 2021 - 20:07 WIB
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hantoro berharap pemerint...
Indosat Ooredoo uji coba lapangan OpenRAN jaringan 4G
Senin, 19 April 2021 - 19:20 WIB
Perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo menjadi operator selular pertama di Indonesia yang menjala...
Lampung mulai lirik potensi ekspor tanaman hias
Senin, 19 April 2021 - 19:09 WIB
Pemerintah Provinsi Lampung mulai melirik potensi tanaman hias akibat kenaikan ekspor selama pandemi...
Menag: Takbir keliling tidak diperkenankan
Senin, 19 April 2021 - 18:58 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan masyarakat tidak diperkenankan melaksanakan takbir keli...
Pemerintah pastikan penyaluran THR untuk pekerja, ASN dan TNI/Polri
Senin, 19 April 2021 - 18:47 WIB
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemberian Tunjangan Ha...
Kemnaker libatkan unsur pekerja dan pengusaha untuk Posko THR 2021
Senin, 19 April 2021 - 18:36 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan Posko Tunjangan Hari Raya (THR) 2012 akan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV