Pengadilan Myanmar layangkan dua dakwaan lagi terhadap Suu Kyi
Elshinta
Senin, 01 Maret 2021 - 19:58 WIB |
Pengadilan Myanmar layangkan dua dakwaan lagi terhadap Suu Kyi
Warga membawa seorang pria yang menderita luka tembak ditengah aksi protes mengecam kudeta militer di Yangon, Myanmar, Minggu (28/2/2021). Gambar diperoled dari media sosial. MYANMAR NOW via REUTERS/HP/djo (MYANMAR NOW via REUTERS/MYANMAR NOW)

Elshinta.com - Pengadilan Myanmar, Senin, mengajukan dua dakwaan lagi terhadap Aung San Suu Kyi, kata pengacara sang pemimpin yang digulingkan melalui kudeta militer itu.

Suu Kyi, pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), tampak sehat saat hadir pada persidangan melalui konferensi video di ibu kota Myanmar, Naypyitaw.

Pada kesempatan itu, ia meminta untuk bertemu dengan tim hukumnya, kata pengacara Suu Kyi, Min Min Soe, kepada Reuters.

Suu Kyi awalnya dituduh mengimpor enam radio walkie-talkie secara ilegal. Belakangan, dakwaan berupa pelanggaran undang-undang bencana alam juga dikenakan terhadapnya karena ia dianggap melanggar protokol menyangkut penanganan virus corona.

Pada Senin, dakwaan terhadap Suu Kyki ditambahkan di bawah bagian hukum pidana era kolonial, yakni terkait larangan publikasi informasi yang dapat menyebabkan ketakutan atau bahaya atau mengganggu ketenangan publik, kata Min Min Soe.

Dakwaan lain disematkan di bawah undang-undang telekomunikasi, kata pengacara tersebut. UU itu menetapkan bahwa penggunaan peralatan harus mendapatkan izin.

Sidang berikutnya dijadwalkan digelar pada 15 Maret.

Suu Kyi tidak terlihat di depan umum sejak pemerintahannya digulingkan dalam kudeta oleh militer pada 1 Februari. Saat kudeta, ia ditangkap bersama dengan para pemimpin partai lainnya.

"Saya melihat A May di video, dia terlihat sehat," kata pengacara, yang menyebut Suu Kyi dengan istilah kesayangan yang berarti "ibu".

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer merebut kekuasaan --usai menuduh pemilihan November, yang dimenangi partai NLD pimpinan Suu Kyi secara telak, dipenuhi kecurangan.

Saat Suu Kyi muncul di sidang pengadilan melalui video pada Senin, polisi di kota utama Myanmar, Yangon, menggunakan granat kejut dan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa, kata sejumlah saksi mata, satu hari setelah kekerasan terburuk terjadi sejak kudeta.

Tidak ada laporan langsung soal korban dari aksi unjuk rasa pada Senin.

Namun sehari sebelumnya, Minggu (28/2), polisi menembaki kerumunan di berbagai bagian negara itu hingga menewaskan 18 orang, kata kantor hak asasi manusia PBB.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hong Kong larang sementara penerbangan dari India, Pakistan, Filipina
Senin, 19 April 2021 - 11:30 WIB
Hong Kong akan menangguhkan penerbangan dari India, Pakistan, dan Filipina mulai 20 April selama dua...
Luncurkan kapal perang amfibi baru, Taiwan perkuat AL
Selasa, 13 April 2021 - 15:25 WIB
Taiwan meluncurkan kapal perang amfibi baru pada Selasa yang dapat digunakan untuk mendaratkan pasuk...
Huawei ajak industri kolaborasi atasi krisis semikonduktor
Selasa, 13 April 2021 - 10:08 WIB
Perusahaan teknologi asal China, Huawei, mengajak para pemain di industri semikonduktor berkolaboras...
Pameran produk UKM Indonesia di Kuching ramai pengunjung
Senin, 12 April 2021 - 11:30 WIB
Pameran produk Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Repu...
PMI di Hong Kong dapat prioritas vaksin COVID-19
Senin, 12 April 2021 - 10:50 WIB
Pekerja migran asal Indonesia ditetapkan sebagai salah satu kelompok prioritas penerima vaksin COVID...
Filipina, AS berharap lanjutkan latihan militer gabungan di LCS
Minggu, 11 April 2021 - 22:01 WIB
Para pejabat pertahanan Filipina dan Amerika Serikat (AS) menyampaikan harapan untuk melanjutkan lat...
Penentang junta militer jadikan telur Paskah simbol pembangkangan
Minggu, 04 April 2021 - 16:46 WIB
Penentang aturan militer di Myanmar menjadikan telur Paskah sebagai simbol pembangkangan pada  Ming...
China dukung pemimpin di ASEAN gelar pertemuan khusus terkait Myanmar
Jumat, 02 April 2021 - 13:52 WIB
Pemerintah China mendukung para pemimpin pemerintahan anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggar...
31 Maret 1981: Garuda Indonesia dibajak 5 orang teroris, namun berhasil diberesi oleh Kopassus dalam 3 menit di Don Muang Bangkok, Thailand
Rabu, 31 Maret 2021 - 06:00 WIB
Peristiwa pembebasan para sandera pembajakan pesawat Garuda Indonesia dikenal dengan nama Operasi Wo...
Korban tewas dalam unjuk rasa Myanmar lampaui 500 jiwa
Selasa, 30 Maret 2021 - 12:55 WIB
 Sedikitnya 510 warga sipil tewas dalam dua bulan unjuk rasa untuk melawan kudeta militer di Myanma...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV