MemoRI 04 Maret
4 Maret 1621: Asal-usul Batavia, dari nama suku, nama kapal menjadi nama kota
Elshinta
Penulis : | Editor : Administrator
4 Maret 1621: Asal-usul Batavia, dari nama suku, nama kapal menjadi nama kota
Jakarta atau Batavia tahun 1927 (Dok.Istimewa)

Elshinta.com - Jakarta dulu disebut Batavia oleh orang-orang Belanda. Sekitar tahun 1621. Nama sebelumnya Jayakarta. Belanda mendapatkannya dengan merebut dari Kesultanan Banten.

Sebelum bernama Batavia disebut juga Sunda Calapa (sampai tahun 1527) baru kemudian Jayakarta (1527-1619). Literasi ada yang menyebut nama Sunda Calapa adalah Suma Oriental karya Tome Pires, yang memuat laporan kunjungannya dari tahun 1512-1515.

Nama Jayakarta (tertulis Xacatara) tercatat pertama kali disebut pada dokumen tertulis Decadas da Asia karya Joao de Barros sekitar tahun 1553.

Dari Batavia inilah Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) Kolonial Belanda mengendalikan perdagangan, kekuasaan militer hingga politik di Nusantara.

Nama Batavia bertahan hanya sampai tahun 1942. Saat penguasaan Belanda jatuh ke tangan Jepang, nama Batavia pun berubah, diganti Jakarta.

Kata ”Betawi” yang merupakan bahasa Melayu Batavia, malah masih bertahan dan masih dipakai sampai sekarang.

Batavia juga nama salah satu suku Jermanik di tepian Sungai Rhein pada zaman Kekaisaran Romawi. Bangsa Belanda dan sebagian bangsa Jerman adalah keturunan dari suku ini.

Batavia juga merupakan nama kapal yang dimiliki oleh perusahaan Hindia Timur Belanda atau VOC. Kapal yang dibuat pada 29 Oktober 1628 itu dinahkodai Kapten Adriaan Jakobsz.

Kapal yang mengalami kandas di pesisir Beacon Island Australia Barat itu, seluruh awaknya yang berjumlah 268 orang menyelamatkan diri dengan perahu sekoci darurat menuju kota Batavia. Sekarang kapal itu ada di museum di Fremantle, Australia.

Alkisah pada tahun 1611, VOC mendapat izin membangun rumah kayu dengan fondasi batu di Jayakarta. Bangunan itu sebagai kantor dagang.

Selanjutnya mereka menyewa lahan, sekitar 1,5 hektare luasnya di dekat muara. Tepatnya di tepi bagian timur Sungai Ciliwung.

Area itu dijadikan kompleks perkantoran, gudang dan tempat tinggal orang Belanda. Bangunan utamanya dinamai Nassau Huis.

Saat Jan Pieterszoon Coen menjadi Gubernur Jenderal (1618 -1623), ia mendirikan lagi bangunan serupa Nassau Huis, namanya Mauritius Huis. Beberapa titik dipasangi meriam.  

Tak lama setalah itu, ia membangun lagi tembok, tingginya 7 meter. Tembok itu mengelilingi seluruh areal yang mereka sewa, sehingga benar-benar seperti benteng. Jan Pieterszoon Coen rupanya siap-siap menguasai Jayakarta.

Dari benteng inilah, pada 30 Mei 1619 Belanda menyerang Jayakarta. Membumihanguskan keraton serta hampir seluruh pemukiman penduduk, hingga akhirnya Belanda menguasai seluruh kota.

Tadinya Coen mau menamai kota ini Nieuwe Hollandia, namun De Heeren Zeventien di Belanda memutuskan untuk menamakan kota ini menjadi Batavia, untuk mengenang orang Batavia.

Akhirnya pada 4 Maret 1621, pemerintah Stad Batavia (kota Batavia) dibentuk. Jayakarta pun dibumiratakan dan dibangun benteng yang bagian depannya digali parit. Di bagian belakang dibangun gudang juga dikelilingi parit, pagar besi dan tiang-tiang yang kuat.

Selama 8 tahun kota Batavia luasnya menjadi 3 kali lipat. Pembangunannya selesai pada tahun 1650. Kota Batavia letaknya di selatan Kastil yang juga dikelilingi oleh tembok-tembok dan dipotong-potong banyak parit.

Sumber: bosscha.id

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Seorang warga Banyuasin hilang diduga diserang buaya
Senin, 19 April 2021 - 20:51 WIB
Seorang warga Desa Santan Sari Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, bernama Umar Bahuri (48) dila...
Sebanyak 335 KK masih tempati kamp pengungsian di Kabupaten Kupang
Senin, 19 April 2021 - 20:40 WIB
Pemeritah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur menyatakan 335 kepala keluarga yang terdampak bencan...
Angkasa Pura I layani 6,1 juta penumpang pada triwulan I 2021
Senin, 19 April 2021 - 20:29 WIB
PT Angkasa Pura I (Persero) pada triwulan I 2021 melayani 6,1 juta penumpang di 15 bandara kelolaan ...
Organda DIY: 5.000 awak angkutan berpotensi kehilangan penghasilan
Senin, 19 April 2021 - 20:18 WIB
Organisasi Angkutan Darat (Organda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengklaim sebanyak lebih kurang...
Organda DIY: Waspadai angkutan mudik liar
Senin, 19 April 2021 - 20:07 WIB
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hantoro berharap pemerint...
Indosat Ooredoo uji coba lapangan OpenRAN jaringan 4G
Senin, 19 April 2021 - 19:20 WIB
Perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo menjadi operator selular pertama di Indonesia yang menjala...
Lampung mulai lirik potensi ekspor tanaman hias
Senin, 19 April 2021 - 19:09 WIB
Pemerintah Provinsi Lampung mulai melirik potensi tanaman hias akibat kenaikan ekspor selama pandemi...
Menag: Takbir keliling tidak diperkenankan
Senin, 19 April 2021 - 18:58 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan masyarakat tidak diperkenankan melaksanakan takbir keli...
Pemerintah pastikan penyaluran THR untuk pekerja, ASN dan TNI/Polri
Senin, 19 April 2021 - 18:47 WIB
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemberian Tunjangan Ha...
Kemnaker libatkan unsur pekerja dan pengusaha untuk Posko THR 2021
Senin, 19 April 2021 - 18:36 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan Posko Tunjangan Hari Raya (THR) 2012 akan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV