Mantan teroris Semarang jadi `Duta Perdamaian`
Elshinta
Kamis, 04 Maret 2021 - 11:55 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Mantan teroris Semarang jadi `Duta Perdamaian`
Gubernur Ganjar Pranowo bersepeda menyambangi rumah eks napiter yang memiliki usaha budidaya ikan lele dan minuman kopi di Jatisari, Gisikdrono, Semarang, Kamis (4/3). (Sumber foto: Humas Pemprov Jateng/elshinta.com)

Elshinta.com - Machmudi Hariono alias Yusuf tampak sibuk menyiapkan tempat di rumahnya, Gisikdrono RT 4/13 Kecamatan Semarang Barat, Kamis (4/3). Didampingi beberapa warga, mantan narapidana terorisme itu begitu cekatan menata kursi serta membersihkan kolam-kolam lele yang ada di depan rumahnya.

Tidak biasanya Yusuf melakukan itu, apalagi sampai dibantu beberapa warga. Namun pagi itu ia tampak sibuk karena mendengar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan singgah ke rumahnya.

Tepat pukul 07.15 WIB Ganjar tiba di lokasi itu. Sambil gowes pagi, Ganjar menyempatkan mampir ke kediaman Yusuf yang juga Ketua Yayasan Persadani, yayasan yang menaungi eks napiter di Jawa Tengah.

Di tempat tersebut Ganjar langsung ngobrol akrab bersama Yusuf terkait proses reintegrasi sosial yang dilakukannya. Kepada Ganjar mantan anak buah Noordin M Top yang pernah dihukum 10 tahun itu mengatakan bahwa ternak lele adalah cara untuk memuluskan proses reintegrasi sosial itu. Dengan cara itu Yusuf dan beberapa rekan eks napiter di Semarang bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat.

"Secara kejadian, saya dulu ditangkap di daerah sekitar sini. Saat itu masyarakat juga gempar, sehingga hari ini saya kembali ke sini dan menjadi warga sini sekaligus bertanggungjawab memulihkan rasa was-was di tengah masyarakat. Ini sebagai tanggungjawab moral saya pribadi," kata Yusuf seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Kamis (4/3). 

Yusuf yang ditangkap karena menyembunyikan bahan peledak hampir satu ton itu mengatakan, proses reintegrasi sosial dengan cara ternak lele ternyata efektif. Dengan cara itu ia bisa diterima masyarakat dan bahkan banyak yang menjadikannya sebagai rujukan setiap ada kejadian terorisme.

"Saya juga selalu mengingatkan agar masyarakat tidak terpengaruh pada ajakan-ajakan yang bersifat radikalisme dan terorisme. Apalagi ajaran itu sekarang banyak di media sosial. Harus ada langkah preventif agar terhindar dari faham-faham radikal itu," jelasnya.

Tak jarang lanjut Yusuf, masyarakat bertanya tentang pengalamannya menjadi bagian dari gerakan terorisme dan upaya untuk mencegahnya. Melalui obrolan santai, ia menjelaskan dengan pelan dan narasi yang mudah diterima masyarakat.

"Kalau ketemu di warung, sambil lesehan ada yang tanya soal itu. Saya jelaskan pelan-pelan. Intinya jangan sampai masyarakat terbawa pada image dan praduga mereka. Saya berikan titik terang untuk memahami. Ternak lele ini salah satu cara saya memudahkan berkomunikasi dengan warga," katanya.

Ia meminta masyarakat berhati-hati dengan masifnya penyebaran faham radikal dan terorisme itu. Sebab pengaruh faham itu sekarang sangat mudah disebarkan melalui medsos.

"Harus lebih waspada. Siapa pun dan di mana pun bisa terkena faham ini. Jadi harus memproteksi diri dengan memperbanyak narasi. Saya sendiri akan berusaha menjelaskan hal-hal itu sehingga pencegahan bisa kita lakukan," katanya.

Ganjar sendiri mengacungi jempol langkah reintegrasi sosial yang dilakukan Yusuf dan eks napiter lain di Jawa Tengah. Menurutnya mereka bisa menjadi rujukan sekaligus duta perdamaian di tempatnya masing-masing.

"Ini keren ya. Apalagi caranya bagus, ada kreativitas yang dibangun. Di Genuk ada ternak lele, di sini jua sama, di Solo ada warung soto. Dengan cara-cara itu maka penerimaan masyarakat akan jadi baik," ucapnya.

Para eks napiter ini lanjut Ganjar bisa menjadi rujukan atau duta perdamaian untuk masyarakat. Sambil ngobrol mereka bisa menjelaskan tentang bahaya paham radikalisme dan terorisme.

"Sambil guyon mereka bisa menjelaskan saat ada masyarakat tanya tentang kejadian terorisme yang masih terjadi. Sekarang kalau ada cerita-cerita itu kawan-kawan ini jadi narasumber. Ini cara bagus, sehingga penerimaan masyarakat juga bagus. Apalagi mereka juga punya cara menarik, elegan, sekaligus produktif karena mengembangkan bisnis untuk mereka dan warga sekitar," tuturnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Seorang warga Banyuasin hilang diduga diserang buaya
Senin, 19 April 2021 - 20:51 WIB
Seorang warga Desa Santan Sari Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, bernama Umar Bahuri (48) dila...
Sebanyak 335 KK masih tempati kamp pengungsian di Kabupaten Kupang
Senin, 19 April 2021 - 20:40 WIB
Pemeritah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur menyatakan 335 kepala keluarga yang terdampak bencan...
Angkasa Pura I layani 6,1 juta penumpang pada triwulan I 2021
Senin, 19 April 2021 - 20:29 WIB
PT Angkasa Pura I (Persero) pada triwulan I 2021 melayani 6,1 juta penumpang di 15 bandara kelolaan ...
Organda DIY: 5.000 awak angkutan berpotensi kehilangan penghasilan
Senin, 19 April 2021 - 20:18 WIB
Organisasi Angkutan Darat (Organda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengklaim sebanyak lebih kurang...
Organda DIY: Waspadai angkutan mudik liar
Senin, 19 April 2021 - 20:07 WIB
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hantoro berharap pemerint...
Indosat Ooredoo uji coba lapangan OpenRAN jaringan 4G
Senin, 19 April 2021 - 19:20 WIB
Perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo menjadi operator selular pertama di Indonesia yang menjala...
Lampung mulai lirik potensi ekspor tanaman hias
Senin, 19 April 2021 - 19:09 WIB
Pemerintah Provinsi Lampung mulai melirik potensi tanaman hias akibat kenaikan ekspor selama pandemi...
Menag: Takbir keliling tidak diperkenankan
Senin, 19 April 2021 - 18:58 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan masyarakat tidak diperkenankan melaksanakan takbir keli...
Pemerintah pastikan penyaluran THR untuk pekerja, ASN dan TNI/Polri
Senin, 19 April 2021 - 18:47 WIB
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemberian Tunjangan Ha...
Kemnaker libatkan unsur pekerja dan pengusaha untuk Posko THR 2021
Senin, 19 April 2021 - 18:36 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan Posko Tunjangan Hari Raya (THR) 2012 akan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV