Rektor IPB: rumput laut dan limbah sawit bisa jadi pakan ternak
Elshinta
Kamis, 04 Maret 2021 - 20:20 WIB |
Rektor IPB: rumput laut dan limbah sawit bisa jadi pakan ternak
Ilustrasi - Pekerja memberi pakan ternak kerbau potong di salah satu tempat penangkaran Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Minggu (31/1/2021). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/rwa. (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)

Elshinta.com -  Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mendorong para peneliti dan perguruan tinggi untuk menghasilkan inovasi pakan ternak yang berasal dari rumput laut maupun limbah sawit dalam rangka mencapai kedaulatan pakan ternak di Indonesia.

Arif Satria dalam webinar tentang pakan yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis, mengatakan ketersediaan pakan saat ini masih menjadi persoalan di industri peternakan karena sebagian besar bahan bakunya masih impor sementara kebutuhannya sangat krusial.

Dia mengatakan komponen pakan ternak merupakan salah satu komponen paling besar dalam industri peternakan dan budidaya. Arif mencontohkan pada budidaya perikanan komponen pakan mengambil porsi 60 persen dari biaya produksi.

"Pakan ternak ini sesuatu yang sangat penting, memiliki andil yang sangat besar. Kalau di budidaya perikanan 60 persen komponennya adalah pakan, begitu juga di peternakan komponen itu juga sangat besar sekali. Oleh karena itu kita cari alternatif pakan dengan kualitas tinggi dan juga harga yang terjangkau," kata dia.

Arif mengungkapkan hasil penelitian terbaru dari Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa komoditas rumput laut bisa dijadikan sebagai sumber pakan ternak alternatif. Menurutnya, potensi rumput laut menjadi pakan ternak ini harus diteliti lebih dalam lagi oleh para peneliti dan perguruan tinggi di Indonesia untuk mewujudkan kedaulatan pakan.

Dia mengatakan Indonesia berpotensi memiliki sumber alternatif pakan ternak yang murah lantaran Indonesia merupakan salah satu negara produsen rumput laut terbesar di dunia. Saat ini produksi rumput laut dari Indonesia sebagian diimpor untuk kebutuhan pangan dan juga kosmetik, namun belum dikembangkan untuk kebutuhan pakan ternak.

"Rumput laut salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan untuk menjadi pakan. Butuh riset lebih mendalam, dan itulah pentingnya peran perguruan tinggi untuk didorong membuat riset yang menghasilkan material baru untuk support kedaulatan pakan," kata Arif.

Selain rumput laut, Arif juga menyebut bahwa limbah kelapa sawit juga bisa diolah menjadi bahan baku pakan ternak dan gula. Dia menilai alternatif sumber pakan dari limbah sawit ini juga sangat berpotensi mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

Menurut Arif, Indonesia bisa menerapkan prinsip "zero waste" dalam produksi dan pengolahan produk kelapa sawit di mana selain sebagai bahan baku minyak goreng juga bisa menjadi bahan baku pakan ternak.

"Ini lah prinsip zero waste yang bisa kita maksimalkan, sehingga kita bisa mewujudkan swasembada daging, mewujudkan kedaulatan pakan, sehingga kita tidak lagi tergantung dari kompoenen impor yang saat ini jumlahnya sangat besar," kata Arif.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Masyarakat serahkan batu ke BKB dukung pelestarian Borobudur
Minggu, 18 April 2021 - 19:01 WIB
Sejumlah warga yang tergabung dalam Masyarakat Budaya Borobudur menyerahkan dua potong batu ke Balai...
Pemkot Mataram alokasikan Rp1 miliar untuk perbaikan irigasi
Minggu, 18 April 2021 - 18:50 WIB
Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 mil...
Bupati Landak minta anggota PMKRI ikuti perkembangan era Disrupsi 4.0
Minggu, 18 April 2021 - 18:30 WIB
Bupati Landak Provinsi Kalimantan Barat Karolin Margret Natasa meminta anggota Perhimpunan Mahasiswa...
Tiga desa di Malra kantongi izin kelola hutan
Minggu, 18 April 2021 - 18:10 WIB
ementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberi izin pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hu...
Toga di Beoga ungkap aksi KKB tidak berperikemanusiaan
Minggu, 18 April 2021 - 18:00 WIB
Tokoh agama di Beoga Provinsi Papua Pdt Jupinus Wama mengungkapkan aksi kelompok kriminal bersenjata...
Pengamat: PPKM mikro bisa diperpanjang dengan bantuan ke nelayan kecil
Minggu, 18 April 2021 - 17:50 WIB
Pengamat sektor kelautan dan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim m...
Sultra tingkatan kualitas produksi rumput laut
Minggu, 18 April 2021 - 17:20 WIB
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus mend...
TSI gelar Ramadhan di Kampung Karavan berbekal sertifikat CHSE
Minggu, 18 April 2021 - 17:10 WIB
Objek wisata nasional Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar p...
Bulog janji serap 50.000 ton beras petani Sumsel hingga Mei 2021
Minggu, 18 April 2021 - 17:00 WIB
Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) berjanji menyerap sebanyak 50.000 ton beras petani di Sumatera S...
POM - Dinkes Belitung lakukan uji sampel takjil buka puasa
Minggu, 18 April 2021 - 16:50 WIB
Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Dinas ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV