Gubernur Bengkulu tegaskan nelayan jangan gunakan trawl
Elshinta
Kamis, 04 Maret 2021 - 22:35 WIB |
Gubernur Bengkulu tegaskan nelayan jangan gunakan trawl
Dokumentasi - Tim gabungan DKP Mukomuko sita pukat trawl milik nelayan. (Foto Antarabengkulu)

Elshinta.com - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menegaskan nelayan di daerah itu untuk tidak lagi menggunakan alat tangkap ikan jenis trawl atau pukat harimau karena dilarang, serta  meminta aparat penegak hukum menindak tegas nelayan yang masih membandel menggunakan pukat harimau sebagai alat tangkap utama.

"Kepada yang masih menggunakan alat tangkap trawl sekali lagi untuk menghindari penggunaan alat tangkap itu karena itu betul-betul melanggar peraturan perundang - undangan," ucapnya saat menggelar dialog bersama nelayan tradisional di Kabupaten Bengkulu Utara yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Tradisional Bengkulu (ANTB), Kamis.  .

Rohidin juga meminta kepada dua kelompok nelayan di Bengkulu yakni nelayan tradisional dan nelayan yang masih menggunakan alat tangkap pukat harimau berdamai dan bersama menjaga kondusifitas daerah.

Kedua kelompok nelayan itu diminta tenang dan tidak mudah terpancing isu-isu yang dihembuskan pihak tak bertanggung jawab sehingga menyebabkan bentrok.

"Saya mengharap betul dengan para nelayan untuk menjaga keamanan ketika melaut. Apalagi sampai ada persiapan untuk bentrok antar nelayan itu betul harus kita hindari," kata Rohidin.

Sementara itu, Ketua ANTB Wilayah Bengkulu Utara Rusman meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mengalokasikan anggaran bantuan alat tangkap bagi nelayan pukat harimau agar mereka mau beralih ke alat tangkap yang ramah lingkungan.

Rusman menyebut pada prinsipnya mereka tidak menginginkan kembali terjadi keributan antara nelayan tradisional dan nelayan pengguna pukat harimau.

"Silahkan pak gubernur programkan untuk penggantian alat tangkap dari APBD maupun APBN. Kami rela nelayan tradisional tidak mendapatkan bantuan asal mereka nelayan trawl mau berubah," demikian Rusman.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Anak asuh asal Papua diminta tidak berkecil hati
Minggu, 11 April 2021 - 12:10 WIB
Pelajar dan mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di Kota Salatiga, Jawa Tengah  diangkat m...
Sebanyak 76.663 pasien COVID-19 sembuh dari Wisma Atlet
Minggu, 11 April 2021 - 10:11 WIB
Sebanyak 76.663 pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSDC) COV...
BMKG sebut aktivitas subduksi picu gempa susulan di Malang Minggu pagi
Minggu, 11 April 2021 - 09:47 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut aktivitas subduksi memicu gempa bumi s...
Pemkab Kapuas Hulu sidak toko sembako dan pusat perbelanjaan
Minggu, 11 April 2021 - 08:55 WIB
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah t...
Gubernur Jatim sampaikan duka cita korban meninggal akibat gempa
Minggu, 11 April 2021 - 08:40 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan turut berduka cita kepada korban meninggal...
Pemkab Malang tetapkan status tanggap darurat bencana gempa
Minggu, 11 April 2021 - 06:15 WIB
Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur menetapkan status tanggap darurat gempa bumi pasca-terjadiny...
BPBD Lumajang: Lima meninggal dan belasan terluka akibat gempa
Minggu, 11 April 2021 - 06:01 WIB
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menyebutkan sebanyak lima orang m...
BPBD: 200 bangunan di Blitar rusak akibat gempa
Sabtu, 10 April 2021 - 23:57 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mencatat 200 bangunan di da...
BPBD Lumajang buka posko pengungsian korban gempa
Sabtu, 10 April 2021 - 23:35 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang membuka posko pengungsian bagi warga korban gemp...
700 Tagana diterjunkan bantu korban gempa Malang
Sabtu, 10 April 2021 - 23:24 WIB
Sebanyak 700 personil Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari 10 kabupaten/kota di Jawa Timur diterjunkan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV