Pakar: Tingkatkan imunitas lansia sebelum divaksin COVID-19
Elshinta
Jumat, 05 Maret 2021 - 11:45 WIB |
Pakar: Tingkatkan imunitas lansia sebelum divaksin COVID-19
Ilustrasi lansia (pixabay)

Elshinta.com - Pakar nutrisi yang merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Johanes Casay Chandrawinata, MND,SpGK mengingatkan agar imunitas tubuh lansia ditingkatkan dengan memberikan nutrisi makanan yang sesuai, sebelum mereka diberikan vaksin COVID-19.

Sejumlah faktor malnutrisi pada lansia di antaranya terjadi karena berkurangnya asupan makanan yang disebabkan oleh tidak nafsu makan atau masalah mengunyah, status mental buruk, isolasi sosial, menurunnya indera perasa dan penciuman, faktor penyakit seperti gangguan pencernaan, diare dan konstipasi.

"Kalau lansia dikasih vaksin COVID-19 tapi lansia-nya malnutrisi maka proses pembentukan antibodinya akan berkurang jadi sebaiknya gizi lansia diperbaiki dulu sebelum divaksinasi agar pembentukan antibodi optimal," kata dr Johanes dalam diskusi virtual, Jumat.

Ia memaparkan, dalam beberapa penelitian, penambahan monosodium glutamate (MSG) dapat membantu meningkatkan asupan makanan pada lansia dengan memperbaiki rasa makanan dan juga menstimulasi fungsi lambung. Menurut studi yang dipaparkan dr Johanes, MSG juga bermanfaat untuk mengurangi artrophic gastritis yang sering terjadi pada lansia sehingga mengganggu absorbsi zat gizi dan menurunkan nafsu makan.

"Dengan menambahkan MSG alih-alih garam dalam menu lansia maka akan memiliki sejumlah manfaat seperti memperbaiki fungsi mulut di mana MSG membuat lansia memproduksi lebih banyak saliva yang penting untuk proses mengunyah dan menelan selain itu menambah ketahanan tubuh," kata dr Johanes dari RSIA Melinda Bandung itu.

Lansia juga sering mengalami gangguan pengosongan lambung yang menyebabkan kembung berkepanjangan sehingga mengurangi rasa lapar. Bahkan bisa reflux saat ada peningkatan tekanan abdomen.

"Penambahan MSG 2-3 gram per hari sampai selama satu bulan ke dalam makanan meningkatkan asam basal dalam lambung dan memperbaiki nafsu makan," katanya. "Penambahan MSG 0,5 persen pada diet cair tinggi protein meningkatkan kecepatan pengosongan lambung."

MSG, monosodium glutamate terdiri dari Natrium 12 persen L-Glutamate bebas 78 persen dan air 10 persen. MSG menghasilkan rasa umami secara alami ada di setiap makhluk hidup

Glutamate bebas terkandung dalam makanan seperti tomat 246 mg per 100 gr, terasi segar 1199 mg per 100 gr dan scallop 140 mg per 100 gr. Glutamate juga terdapat pada ASI 180 mg per 100 gram, 50 persen total protein ASI itu sendiri.

Dalam jurnal "Pathophysiology" tahun 2017 disebutkan Glutamat bebas dalam tubuh manusia dewasa berjumlah sekira 10 gram, terbanyak ada di otot (6 gram) dan di otak (2,3 gram).

"Tubuh manusia tidak membedakan glutamate alami dalam makanan dengan yang berasal dari bumbu masak. Jadi dari sudut pandang evolusi dan nutrisi, MSG berkualitas tinggi tidak memberi efek yang aneh dalam diet manusia," kata dr Johanes.

Tahun 2013 Peraturan Ketua BPOM No 023 sudah menyatakan MSG aman dikonsumsi secukupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PB IDI dr Daeng M Faqih mengingatkan agar bahan tambahan pangan yang dikonsumsi hendaklah memenuhi sejumlah syarat penting.

"Makanan-makanan itu, termasuk bahan tambahan pangan harus terjamin keamanannya, harus ada ijin edar, jadi aturannya banyak sekali. Kalau tidak masuk itu ya sudah kita tidak boleh merekomendasikan atau menasihatkan ke pasien," kata Daeng.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Berapa batasan jumlah santan yang boleh dikonsumsi setiap hari?
Rabu, 12 Mei 2021 - 15:15 WIB
Makanan penuh santan yang lezat menjadi tradisi hidangan Lebaran di Indonesia, sebut saja rendang, g...
Lindungi diri dari pandemi lewat silaturahmi virtual
Selasa, 11 Mei 2021 - 19:32 WIB
Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menghindari kerumunan saat Idul Fitri dengan cara meniada...
Ahli: Anak muda paling banyak terpapar COVID-19
Selasa, 11 Mei 2021 - 17:54 WIB
Tenaga Ahli Menteri Kesehatan bidang penanganan pandemi COVID-19 Dr Andani Eka Putra mengemukakan ya...
 BBPOM Jayapura lakukan pengawasan pangan dan takjil di Papua
Selasa, 11 Mei 2021 - 13:35 WIB
Guna melindungi masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan, khusus...
Kemenkes: Penghapusan hak paten vaksin berkontribusi pada akses dunia
Senin, 10 Mei 2021 - 21:20 WIB
Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengemukakan sikap Indonesia untuk men...
Lupus sulit didiagnosis tapi bisa dideteksi lewat SALURI
Senin, 10 Mei 2021 - 18:23 WIB
Lupus yang dikenal sebagai penyakit seribu wajah sehingga diagnosisnya di fasilitas kesehatan tingka...
Peserta BPJS-Kesehatan tetap dapat pelayanan saat libur lebaran
Senin, 10 Mei 2021 - 11:58 WIB
Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tetap bisa memperoleh jaminan pel...
Shalat Id saat pandemi secara aman, lokasi hingga rekomendasi masker
Senin, 10 Mei 2021 - 09:46 WIB
Para pakar kesehatan membolehkan Anda menunaikan shalat Idul Fitri atau Id di luar rumah secara berj...
Dokter: Larangan mudik bertujuan untuk menekan penularan COVID-19
Minggu, 09 Mei 2021 - 21:55 WIB
Dokter spesialis paru dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dr. Wisuda Moniqa Silviyana, S...
13 juta jiwa telah menjalani vaksinasi dosis pertama
Sabtu, 08 Mei 2021 - 18:58 WIB
Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyatakan sebanyak 13.284.422 jiwa telah menjalani v...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV