Gunung Merapi luncurkan awan panas guguran sejauh 1,3 Km
Elshinta
Jumat, 05 Maret 2021 - 18:36 WIB |
Gunung Merapi luncurkan awan panas guguran sejauh 1,3 Km
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 1.300 meter ke arah barat daya pada Jumat (5/3).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melalui keterangan resminya menyebutkan awan panas guguran terjadi pada pukul 10.48 WIB.

"Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 25 mm dan durasi 130 detik," kata Hanik.

Pada periode pengamatan pukul 06.00 sampai 12.00 WIB, BPPTKG juga mencatat satu kali guguran lava keluar dari Merapi dengan jarak luncur 700 meter ke arah barat daya.

Pada periode itu, gunung api aktif itu juga terdeteksi mengalami satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 25 mm selama 130 detik, 52 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-30 mm selama 10-75 detik, tiga kali gempa hembusan dengan amplitudo 2 mm selama 8-9 detik, dan satu kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3 mm selama 7 detik.

Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan bisa berdampak ke wilayah sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Saat terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi diperkirakan dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BMKG survey kerentanan tanah pasca gempa
Kamis, 15 April 2021 - 19:35 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan survei mengukur kerentanan tanah ter...
5.010 rumah rusak, 4 meninggal dunia dalam gempa Magnitudo 6,1 di Malang
Kamis, 15 April 2021 - 19:26 WIB
Jumlah kerusakan pasca gempa bermagnitudo  6,1 yang terjadi Sabtu (10/4) lalu terus bertambah. Data...
Sebanyak 181 orang  meninggal dunia akibat Badai Seroja di NTT
Kamis, 15 April 2021 - 17:24 WIB
Sebanyak 181 meninggal dunia akibat bencana alam siklon tropis seroja di NTT.  Hal tersebut diungka...
Gunung Ili Lewotolok erupsi setinggi 1.000 meter
Kamis, 15 April 2021 - 15:41 WIB
Pos Pemantau Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur melaporkan pada pukul...
Gandeng relawan dan TNI, ITN Malang salurkan bantuan korban gempa 
Kamis, 15 April 2021 - 15:11 WIB
Sebagai bentuk simpati pada korban bencana alam gempa bumi di wilayah Malang selatan, Jawa Timur, In...
15 April 2020: Hujan selama enam jam, tiga desa teredam banjir
Kamis, 15 April 2021 - 06:15 WIB
Akibat hujan lebat yang menguyur selama enam jam, tiga desa di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, J...
PMI Kabupaten Malang catat 17.565 warga terdampak gempa bumi
Rabu, 14 April 2021 - 19:44 WIB
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Jawa Timur mencatat 17.565 warga setempat terdampak g...
Tebing longsor di Kabupaten Bandung, satu warga meninggal dunia
Senin, 12 April 2021 - 20:26 WIB
Tebing sawah yang longsor di Desa Neglasari, Kabupaten Bandung, pada Minggu (11/4) menimbulkan korba...
PLN terus berusaha pulihkan listrik di NTT
Minggu, 11 April 2021 - 18:34 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor B Laiskodat mengatakan petugas PT Perusahaan Listrik Negara (PLN...
Sebagian Desa Tunbaun di Kupang tenggelam diterjang Siklon Seroja
Minggu, 11 April 2021 - 16:34 WIB
Sebagian Desa Tunbaun Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV