Pelaku usaha pariwisata di Cianjur apresiasi ganjil genap dihentikan
Elshinta
Jumat, 05 Maret 2021 - 22:43 WIB |
Pelaku usaha pariwisata di Cianjur apresiasi ganjil genap dihentikan
Selama pandemi COVID-19, sektor parwisata di Cianjur, Jawa Barat, semakin terpuruk, bahkan angka kunjungan wisatawan ke Kebun Raya Cibodas, terus menurun setelah diberlakukannya sistem ganjil genap di wilayah Bogor. (Ahmad Fikri)

Elshinta.com - Kalangan pelaku usaha sektor pariwisata di Cianjur, Jawa Barat, mengapresiasi dengan dihentikannya sistem ganjil genap di wilayah Bogor, yang dinilai mengakibatkan turunnya kunjungan wisata selama penerapan sistem tersebut.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur, Nano Indra Praja, saat dihubungi Jumat, mengatakan selama penerapan pembatasan sosial yang dilakukan pemerintah, membuat sektor pariwisata di Cianjur, semakin terpuruk, ditambah dengan penerapan wisatawan wajib membawa surat keterangan bebas COVID-19 antigen.

"Tingkat kunjungan semakin terpuruk setelah pemberlakuan ganjil genap di wilayah Bogor, di mana sebagian besar wisatawan dengan tujuan Puncak-Cianjur dari Jabodetabek, tidak dapat melintas karena harus disertai surat keterangan bebas COVID-19 antigen," katanya.

Pihaknya berharap dengan dihentikannya sistem ganjil genap di wilayah Bogor, dapat menjadi angin segar bagi pengelola sektor pariwisata di Cianjur.

Apalagi, ia menyatakan selama satu tahun terakhir, cukup kesulitan untuk menutupi operasional terutama hotel dan restoran karena sepinya tamu yang datang.

"Kami berharap pemerintah daerah membuka kembali pintu untuk wisatawan dari luar dengan berbagai persyaratan yang tidak memberatkan. Namun kami sebagai pengelola tetap akan menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya meningkatkan adaptasi kebisaan baru guna memutus rantai penyebaran virus berbahaya," katanya.

General Manager Kebun Raya Cibodas (KRC) Teguh Dwiyanto, mengatakan selama penerapan ganjil genap di wilayah Bogor, membuat angka kunjungan ke kebun raya yang memiliki koleksi jutaan tanaman dan pohon endemik berbagai ukuran itu, terjun bebas yang biasa per hari mencapai ribuan saat ini hanya ratusan orang.

"Biasanya di akhir pekan bisa mencapai 6.000 orang pengunjung, namun sejak diperpanjangnya pembatasan sosial ditambah ganjil genap dan surat keterangan, membuat wisatawan yang datang hanya mencapai 600 orang di akhir pekan," katanya.

Pihaknya berharap dengan dihentikannya penerapan ganjil genap tersebut, dapat mengembalikan angka kunjungan wisatawan ke Cianjur, sehingga roda perekonomian yang sempat terpuruk, kembali menggeliat.

Namun, lanjut Teguh, pihaknya tetap akan meningkatkan protokol kesehatan sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus berbahaya.

"Semua kebijakan yang dibuat pemerintah pusat dan daerah tetap kami dukung selama pandemi ini, bahkan seiring peningkatan angka kunjungan ke depan, kami tetap berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan ketat," katanya.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perajin kolang kaling Cianjur kebanjiran pesanan
Kamis, 15 April 2021 - 23:56 WIB
Perajin kolang kaling di dua kecamatan di selatan Cianjur, Jawa Barat, mendapat pesanan cukup tinggi...
Kadin menilai larangan mudik tidak perlu diadakan
Kamis, 15 April 2021 - 23:34 WIB
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 untuk operator transport...
Satgas COVID-19 hentikan 192 kendaraan hendak ke Bandarlampung
Kamis, 15 April 2021 - 23:00 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Kota Bandarlampung mencatat sejak posko penyekatan di lima titik didirikan pad...
4.805 keluarga di Kabupaten Malang terdampak gempa bumi
Kamis, 15 April 2021 - 22:38 WIB
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang menyatakan bahwa sebanyak 4.805 keluarga di wilayah Ka...
Nekat mudik ke Sragen, siap-siap dikarantina
Kamis, 15 April 2021 - 22:05 WIB
Bupati Sragen Untung Yuni Sukowati, Kamis (15/4) mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan TNI, ...
Kebijakan Pemkot Serang larang restoran buka siang hari dinilai berlebihan
Kamis, 15 April 2021 - 21:45 WIB
Juru Bicara Kementerian Agama Abdul Rochman menilai kebijakan Pemerintah Kota Serang, Banten, yang m...
Jelang HUT Provinsi Sumut ke-73, Kapolda dan Gubsu ziarah ke Taman Makam Pahlawan
Kamis, 15 April 2021 - 21:37 WIB
Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak ikut berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) di ...
Pemprov Kepri putuskan mudik lokal diperbolehkan
Kamis, 15 April 2021 - 20:24 WIB
Pemerintah Provinsi Kepri memutuskan untuk memperbolehkan mudik lokal atau antarwilayah di dalam pro...
Cegah arus mudik Ramadan, Polres Boyolali lakukan penyekatan kendaraan
Kamis, 15 April 2021 - 20:11 WIB
Memasuki hari ketiga Ramadan 2021, Polres Boyolali, JawaTengah menerjunkan sejumlah anggotanya untuk...
Sabhara Polda Sumut amankan 23 remaja terlibat tawuran
Kamis, 15 April 2021 - 19:48 WIB
Tim Rajawali Dit Samapta Polda Sumut membubarkan aksi tawuran antar pemuda yang meresahkan masyaraka...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV