MemoRI 06 Maret
6 Maret 1961: Lahirnya Kostrad dengan Panglima Mayjen Soeharto, lalu oleh menantunya, Prabowo Subianto pada 1998
Elshinta
Penulis : | Editor : Administrator
6 Maret 1961: Lahirnya Kostrad dengan Panglima Mayjen Soeharto, lalu oleh menantunya, Prabowo Subianto pada 1998
Kostrad memiliki kekuatan pasukan sekitar 35.000 sampai 40.000 tentara - foto ist

Elshinta.com - Gagasan dibentuknya Kostrad tercetus dari Kasad Jenderal TNI A.H. Nasution pada tahun 1960. Dipicu masalah Irian Barat yang pada waktu itu masih menjadi sengketa dengan Belanda, keluar Skep Kasad No. KPTS.1067/12/1960 tgl. 27 Desember 1960.

Menanggapi Surat Keputusan Kasad dalam operasi merebut Irian Barat, pada 6 Maret 1961 ditetapkan sebagai hari lahirnya Cadangan Umum Angkatan Darat (Caduad). Mayjen TNI Soeharto ditunjuk menjadi Panglima Korra I Caduad. 

Caduad lalu dilebur menjadi Komando Tjadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) pada 15 Agustus 1963. Soeharto tetap menjadi panglimanya dan biasa disebut Pangkostrad.

Pada tahun 1965, Kostrad tidak punya pasukan tetap. Prajurit-prajurit cadangan Kostrad selalu pinjam dari komando-komando daerah (kodam-kodam).

Orang-orang yang terlibat dalam pendiriannya, selain Brigjen TNI Soeharto, adalah Kolonel Achmad Wiranatakusumah yang belakangan jadi kepala staf, Letnan Kolonel Slamet Sudibyo dan Kapten Suryo Jatmiko yang ditugasi menyusun Orgas Personel, Letnan Kolonel Muwardi yang ditugasi menyusun Orgas Teritorial, Letnan Kolonel Amir Mahmud yang ditugasi menyusun Orgas Latihan dan Operasi, Letnan Kolonel Soegoro yang ditugasi menyusun Orgas Logistik, dan Mayor Joko Basuki yang ditugasi menyusun Orgas Intelijen.

Bisa disebut isu kemerdekaan Irian Barat pada tahun 1960 merupakan cikal bakal lahirnya Kostrad. Dibentuk pada 6 Maret 1961 dengan nama Korps Tentara Ke-1 / Cadangan Umum Angkatan Darat (KORRA I / CADUAD), berdasarkan surat keputusan Men/pangad No. ML/KPTS 54/3/1961. 

Sebagai kesatuan yang paling muda, Kostrad merupakan inti kekuatan Komando Mandala (operasi Trikora atau pembebasan Irian Barat). Nama Caduad berubah menjadi Kostrad pada tahun 1963.

Mayor Jenderal Soeharto dipercaya sebagai orang pertama yang menjabat Panglima Kostrad (Pangkostrad). Pada 1 April 1998 Panglima Kostrad dijabat oleh Letnan Jenderal Prabowo Subianto yang merupakan anak mantu Soeharto.

Selama masa Orde Baru, Korps baret hijau ini tidak pernah absen dari berbagai operasi militer di Indonesia, seperti penumpasan Gerakan 30 September, Operasi Trisula, PGRS (Sarawak People's Guerrilla Force) di Sarawak, PARAKU (North Kalimantan People's Force) di Kalimantan Utara dan Operasi Seroja di Timor Timur.

Kostrad juga dilibatkan pada tingkat internasional dengan diberangkatkannya pasukan Garuda di Mesir (1973-1978) dan Vietnam (1973-1975) serta dalam operasi gabungan sebagai pasukan penjaga perdamaian dalam perang Iran-Irak antara 1989 dan 1990.

Tahun 1984 Pangkostrad bertanggung jawab langsung kepada Panglima ABRI dalam operasi-operasi pertahanan dan keamanan.

Sekarang ini Kostrad memiliki kekuatan pasukan sekitar 35.000 sampai 40.000 tentara dengan tiga divisi infanteri yaitu Divisi I yang bermarkas di Cilodong, Depok, Jawa Barat, Divisi II yang bermarkas di Singosari, Malang, Jawa Timur, dan Divisi III yang bermarkas di Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan. Setiap divisi memiliki brigade lintas udara dan brigade infanteri.

sumber: wikipedia
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tokoh agama: Kampung Beoga sudah `hitam` karena ulah KKB
Sabtu, 17 April 2021 - 15:11 WIB
Tokoh agama Distrik Julukoma Kabupaten Puncak Pendeta Jupinus Wama mengatakan Kampung Beoga sudah `...
POM TNI wilayah Kalsel gelar Operasi Gaktib cegah arogansi prajurit
Jumat, 16 April 2021 - 16:12 WIB
Operasi penegakan ketertiban (Gaktib) yang dilakukan oleh satuan POM (Polisi Militer) TNI  di wilay...
Warga TTU serahkan granat aktif ke Satgas Pamtas RI-Timor Leste
Jumat, 16 April 2021 - 15:44 WIB
Seorang warga Desa Saenan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Fobia (39) menyerahkan...
Prajurit Satgas Pamtas Yonif 131/Braja Sakti bagikan takjil di tapal batas Papua
Jumat, 16 April 2021 - 14:33 WIB
Di bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini, Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG ...
Polri: Kondisi terkini Beoga kembali normal
Jumat, 16 April 2021 - 11:36 WIB
Kepala Satgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Alquddussy mengatakan kondisi terkini di Dis...
 Kapolda Sumsel ingatkan warga jaga wilayah dari narkoba
Jumat, 16 April 2021 - 10:46 WIB
Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri S didampingi PJU Polda Sumsel, Kapolrestabes Palembang Kombe...
 Pangdam I/BB: Prajurit harus jaga kehormatan diri dan nama baik
Jumat, 16 April 2021 - 10:35 WIB
Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin melaksanakan kunjungan kerja di wilayah teritorial Kodim 0203/Lan...
 Ciptakan suasana kondusif, Kodim 0703 Cilacap laksanakan patroli gabungan
Jumat, 16 April 2021 - 10:24 WIB
Dalam rangka mewujudkan suasana yang kondusif di bulan Ramadan, prajurit Kodim 0703 Cilacap yang ber...
Hari ini, pasukan Kopassus berulang tahun
Jumat, 16 April 2021 - 06:16 WIB
Tepat hari ini, 16 April, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) berulang tahun yang ke-69. Dalam perjala...
Januari-April 2021, Sat Narkoba Polres Cirebon Kota ungkap puluhan kasus
Kamis, 15 April 2021 - 19:10 WIB
Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Cirebon Kota dalam kurun waktu empat bulan, berhasil mengungk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV