Seorang kader Demokrat mengaku dijanjikan Rp100 juta untuk ikut KLB
Elshinta
Senin, 08 Maret 2021 - 20:16 WIB |
Seorang kader Demokrat mengaku dijanjikan Rp100 juta untuk ikut KLB
Kader Partai Demokrat yang mengikuti kongres luar biasa di Deli Serdang minggu lalu, Gerald Piter Runtu Thomas, memberi kesaksian lewat rekaman video yang disiarkan dalam jumpa pers di kantor pusat Partai Demokrat, Jakarta, Senin (8/3/2021). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Elshinta.com - Seorang kader Partai Demokrat, Gerald Piter Runtu Thomas mengaku diiming-imingi uang Rp100 juta agar ia hadir dalam kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (7/3) lalu.

Namun Gerald mengaku sampai akhir acara ia hanya menerima uang Rp5 juta dari pemberi janji, dan tambahan Rp5 juta dari eks bendahara umum Partai Demokrat Nazaruddin.

Testimoninya terkait imbalan uang untuk menghadiri kongres disiarkan lewat tayangan video yang diperlihatkan saat jumpa pers di kantor pusat Partai Demokrat, Wisma Proklamasi, Jakarta, Senin.

Gerald sempat menyampaikan janji imbalan uang itu ke pimpinan cabang Partai Demokrat di Kotamobagu, Sulawesi Utara. Pimpinan cabang saat itu melarang Gerald hadir, tetapi ia tetap datang karena terbuai imbalan uang Rp100 juta. Gerald, saat itu, masih menjabat sebagai wakil ketua dewan pimpinan cabang (DPC) Kotamobagu.

Oke, saya bilang. Saya ikut karena diiming-imingi uang besar Rp100 juta. Yang pertama, kalau sudah datang di lokasi akan mendapatkan 25 persen dari Rp100 juta, yaitu Rp25 juta. Selesai KLB akan mendapatkan sisanya yaitu Rp75 juta. Tapi nyatanya, kita cuma dapat uang Rp5 juta,” kata Gerald sebagaimana disiarkan dalam tayangan video dalam jumpa pers.

Dalam kesaksiannya itu, Gerald mengaku ia juga dibujuk oleh seorang bekas pengurus Partai Demokrat untuk memilih Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, sebagai ketua umum dalam kongres luar biasa tersebut.

Gerald menyadari ia tidak punya hak suara dalam kongres, tetapi Vicky Gandey, eks pengurus Demokrat dan orang yang membujuk Gerald, mengatakan:

“Ikut saja. Yang penting sudah ada di lokasi KLB. Kita akan memilih ketua umum baru, yaitu Pak Moeldoko,” kata Gerald yang usai penayangan video ditampilkan di atas panggung acara jumpa pers.

Menurut AHY, Gerald bukan satu-satunya kader yang diiming-imingi uang ratusan juta untuk hadir dalam KLB. Tim internal Partai Demokrat telah menghimpun beberapa kesaksian dari kader partai yang ikut dalam kongres tersebut, kata AHY usai menunjukkan video testimoni peserta kongres ke awak media.

Usai jumpa pers, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman dan menghimpun kesaksian-kesaksian dari kader partai “yang khilaf” ikut kongres luar biasa.

Herzaky juga belum dapat menyebutkan berapa jumlah peserta kongres yang dijanjikan uang oleh penyelenggara acara.

“Kami tunggu proses dulu, karena ini bagian dari rahasia kami,” kata Herzaky.

Namun ia memastikan kongres luar biasa itu tidak diikuti oleh pemilik suara sah partai, yaitu para ketua dewan pimpinan daerah (DPD) dari 34 provinsi dan ketua dewan pimpinan cabang (DPC) dari 514 kabupaten dan kota.

Terlepas dari kehadiran mereka di kongres, Herzaky mengatakan para kader itu masih jadi anggota Partai Demokrat.

Saat ditanya mengenai sanksi, Herzaky mengatakan belum ada keputusan dari partai, tetapi pengurus mengapresiasi keberanian mereka untuk memberi kesaksian.

“Nanti kami bahas, karena di dalam hukum ada istilah justice collaborator,” terang Herzaky.

Kongres luar biasa di Deli Serdang, Jumat minggu lalu (5/3), menetapkan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, sebagai ketua umum Demokrat periode 2021-2025, serta Marzuki Alie sebagai ketua dewan pembina partai untuk periode yang sama. Setidaknya ada 412 peserta yang diyakini hadir dalam kongres tersebut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Lewat Halo Dok, warga bisa sampaikan `unek-unek` langsung kepada Wali Kota Magelang
Selasa, 20 April 2021 - 20:11 WIB
Wali Kota Magelang, dr. Muchamad Nur Aziz membuka selebar-lebarnya kesempatan kepada masyarakat untu...
KSP tegaskan hanya Presiden yang tahu soal `reshuffle` kabinet
Selasa, 20 April 2021 - 12:47 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan hanya Presiden yang mengetahui tentang perombakan atau...
DPP PBN ajak masyarakat tak terprovokasi Jozeph Paul Zhang
Selasa, 20 April 2021 - 11:13 WIB
Dewan Pimpinan Pusat Peduli Bangsa Nusantara (DPP PBN) mengajak seluruh kelompok masyarakat, terutam...
Ketua DPD RI percaya Presiden `reshuffle` sesuai kebutuhan
Selasa, 20 April 2021 - 09:15 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti percaya kepada Presiden Joko Wi...
Pemprov NTT puji gerak cepat TNI bangun kembali jembatan pascabencana
Senin, 19 April 2021 - 17:41 WIB
Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius memuji upaya gerak cepat institusi TNI membangun kembali jembata...
Peneliti LIPI nilai langkah tepat Jokowi undang pakar bahas Ibu Kota baru
Senin, 19 April 2021 - 14:11 WIB
Peneliti Ahli Utama Kebijakan Publik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syafuan Rozi Soebhan...
Istri Kasad wujudkan impian kakak adik disabilitas pameran di Mabesad
Senin, 19 April 2021 - 12:21 WIB
Istri Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa, Hetty Andika Perkasa memba...
DPD Demokrat NTT ikhlaskan putusan MK soal Orient
Senin, 19 April 2021 - 11:00 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Demokrat Nusa Tenggara Timur Jefry Riwu Kore menyatakan ikh...
Presiden Jokowi saksikan vaksinasi COVID-19 untuk para seniman
Senin, 19 April 2021 - 10:45 WIB
Presiden Joko Widodo menyaksikan secara langsung vaksinasi COVID-19 terhadap sekitar 500 orang senim...
KKB aniaya tukang bakso di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya
Senin, 19 April 2021 - 09:01 WIB
Kelompok kriminal bersenjata (KKB) diduga menjadi pelaku penganiayaan terhadap Asep Saputra (50 th) ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV