Kapen Kogabwilhan III pastikan korban kontak tembak di Sugapa adalah KSB
Elshinta
Selasa, 09 Maret 2021 - 09:36 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Kapen Kogabwilhan III pastikan korban kontak tembak di Sugapa adalah KSB
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa mengklarifikasi bahwa korban kontak tembak, Sabtu (6/3) di Kampung Pesiga, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya adalah KSB (Kelompok Separatis Bersenjata).  Dari aksinya dalam kontak tembak dan barang bukti yang didapat, dipastikan bahwa korban adalah KSB. 

“Wajah, ciri dan atribut korban (gelang dan cincin) sama dengan foto-foto yang ada di telepon genggamnya dan itu menjadi bukti kuat bahwa yang bersangkutan adalah KSB,” tegas Kolonel Czi IGN Suriastawa dalam rilisnya yang dikeluarkan Minggu (7/3/2021).

Terkait klaim pihak tertentu di media sosial (medsos) yang menyebutkan korban adalah warga sipil, Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan bahwa itu memang cara mereka untuk membentuk opini dan menyudutkan aparat TNI/Polri dan Pemerintah Indonesia terkait aksi mereka di Papua.

Lebih lanjut Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan, walaupun di internal mereka terdapat banyak faksi dan saling berebut kepentingan, namun secara garis besar kelompok yang menamakan dirinya OPM ini terdiri dari 3 (tiga) sayap gerakan, yaitu sayap politik, klandestin dan bersenjata. Tiga sayap gerakan ini memanfaatkan medsos untuk saling berkomunikasi, merencanakan aksi dan menyebarkan berita bohong untuk membentuk opini buruk tentang Pemerintah Indonesia (termasuk TNI/Polri) terkait masalah Papua melalui berbagai platform medsos.

“Jadi yang dihadapi bukan hanya Kelompok Separatis Bersenjata yang ada di gunung-gunung saja, tetapi juga politik (dalam dan luar negeri) dan kelompok klandestin yang bisa berprofesi apapun,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Selasa (9/3).

“Grup mereka di medsos sering memberitakan bahwa mereka berhasil menembak mati puluhan TNI/Polri dengan menyebut waktu dan tempat tertentu agar seolah-olah benar terjadi, padahal berita tersebut bohong,” imbuh Kapen Kogabwilhan III. 

Padahal untuk mengetahui kebenaran jatuhnya korban dari TNI/Polri sangatlah mudah, karena TNI/Polri adalah alat negara resmi yang tertib administrasinya. “1 saja personel gugur, pasti akan diikuti dengan proses administrasi yang jelas, dari mulai evakuasi korban, pemakaman sampai dengan pemenuhan hak-hak korban dan ahli warisnya,” ungkapnya. 

Menurutnya, penyebaran berita bohong dari KSB bertujuan untuk memprovokasi, mengintimidasi sekaligus membentuk opini bahwa gerakan sayap bersenjata mereka selalu unggul dan sebaliknya, setiap korban yang jatuh akibat kontak tembak dan aksi penindakan dari TNI/Polri, semaksimal mungkin diklaim sebagai warga sipil. Tujuannya untuk membentuk opini dunia dengan menyudutkan TNI/Polri dan pemerintah Indonesia.

Untuk sayap gerakan bersenjata (KSB), mereka bergerilya dalam kelompok-kelompok kecil dan tidak semuanya membawa senjata saat melancarkan aksinya. “Jangan dibayangkan seperti foto mereka di medsos yang bergerombol puluhan/ratusan orang dan semuanya bersenjata. Dalam aksi gerilyanya, dari 5-7 orang hanya 1 atau 2 yang bersenjata dan bila terjadi kontak, orang yang selamat bertugas membawa kabur senjata. Kemudian diposting di medsos mereka bahwa korban adalah warga sipil karena tidak bersenjata,” pungkas Kolonel Czi IGN Suriastawa. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bupati Langkat sambut prajurit Yonif Raider 100/PS Kodam I/BB dari Papua
Minggu, 11 April 2021 - 12:26 WIB
Senyum bahagia pecah dari keluarga prajurit Raider 100/PS, saat menjemput kepulangan dari bertugas s...
Kapolda Sumut ajak tokoh masyarakat dan tokoh agama jaga situasi keamanan
Minggu, 11 April 2021 - 11:46 WIB
Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menjalin tali silaturahim bersama tokoh lintas a...
Penerimaan Prajurit TNI AD tidak dipungut biaya
Minggu, 11 April 2021 - 09:12 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan tidak ada pungutan biaya a...
Polri : Terduga teroris FA bukan pengurus Muhammadiyah
Sabtu, 10 April 2021 - 17:46 WIB
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono menegaskan, FA terduga teroris yang ditangkap ...
Polresta Tangerang amankan pelaku balap liar
Sabtu, 10 April 2021 - 14:11 WIB
Dengan kegiatan patroli skala besar satuan lalu lintas Polresta Tangerang, Banten berhasil mengamank...
22 ribu senjata api dimiliki warga sipil di Jawa Tengah
Sabtu, 10 April 2021 - 13:23 WIB
Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Jawa Tengah mencatat sekitar 22 ribu senjata api yang dimili...
Danrem 174 Merauke bersama enam kepala suku resmikan dua koramil di Kabupaten Asmat Papua
Sabtu, 10 April 2021 - 12:45 WIB
Komandan Korem (Danrem) 174/ATW Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko bersama 6 (enam) Kepala Suku Di...
Kapolres Mimika klarifikasi video anggota tumpahkan miras ke laut
Sabtu, 10 April 2021 - 09:37 WIB
Kepala Kepolisian Resor Mimika, Papua AKBP IGG Era Adhinata melakukan klarifikasi video yang beredar...
Panglima TNI resmikan Monumen Marsda TNI Anumerta Prof. dr. Abdulrachman Saleh di Jakarta
Jumat, 09 April 2021 - 21:10 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kasau Marsekal TNI Fajar Prasetyo, S.E....
Kapolres Magelang ingatkan personel terus tingkatkan profesionalisme
Jumat, 09 April 2021 - 20:36 WIB
Kapolres Magelang AKBP Ronald A Purba menegaskan, Polri dituntut meningkatkan profesionalisme dalam ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV