Vatikan sebut gereja tidak bisa berkati penyatuan sesama jenis
Elshinta
Selasa, 16 Maret 2021 - 08:40 WIB |
Vatikan sebut gereja tidak bisa berkati penyatuan sesama jenis
Paus Francis berterima kasih pada Kardinal Filipina Luis Antonio Tangle saat misa menandai 500 tahun Kekristenan di Filipina, di Basilika Santo Peter, di Vatikan, Minggu (14/3/2021). Tiziana Fabi/Pool via REUTERS/RWA/djo (REUTERS/POOL)

Elshinta.com - Vatikan menyatakan bahwa imam tidak bisa memberkati penyatuan orang-orang sesama jenis, dan bahwa berkat semacam itu disebut tidak sah.

Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Jerman, paroki dan pendeta telah mulai memberkati penyatuan sesama jenis sebagai pengganti perkawinan. Telah ada seruan bagi para uskup untuk secara de facto melembagakan penyatuan itu.

Namun, kaum konservatif di antara 1,3 miliar anggota Gereja Katolik telah menyatakan kekhawatiran atas praktik tersebut, terutama di Jerman di mana sedikitnya dua uskup termasuk Kardinal Reinhard Marx dari Munich yang merupakan salah satu penasihat tertinggi paus, telah menunjukkan dukungan untuk semacam berkat "pastoral" itu.

Menanggapi pertanyaan formal dari sejumlah keuskupan tentang apakah praktik itu diizinkan, kantor doktrinal Vatikan, Kongregasi Doktrin Iman (CDF), mengeluarkan putusan "negatif".

Paus Fransiskus menyetujui tanggapan tersebut, kata CDF, dan menambahkan bahwa putusan itu "tidak dimaksudkan sebagai bentuk diskriminasi yang tidak adil, tetapi lebih sebagai pengingat akan kebenaran ritus liturgi" sakramen perkawinan dan pemberkatan yang terkait dengannya.

Francis DeBernardo, direktur eksekutif dari kelompok sesama jenis Katolik New Ways Ministry, mengatakan keputusan itu "tidak mengherankan, tetapi tetap mengecewakan, bahwa Vatikan telah menjawab 'tidak'."

Namun, dia mengatakan bahwa "itu tidak akan menghentikan umat Katolik hadir di gereja, atau banyak pemimpin Katolik, yang sangat menginginkan berkat seperti itu terjadi."

Keputusan itu dianggap sangat mengecewakan umat Katolik sesama jenis yang berharap Gereja mereka menjadi lebih ramah di bawah kepemimpinan Paus Fransiskus.

Sejak menjadi uskup agung di negara asalnya Argentina, Paus Fransiskus telah mendukung hak pasangan sesama jenis untuk mendapatkan perlindungan hukum sipil tetapi ia selalu menentang perkawinan sesama jenis.

Dia juga telah mengadakan pertemuan dengan pasangan sesama jenis dan pada 2013 membuat pernyataan yang sekarang terkenal yaitu "Siapa saya yang berhak menghakimi" terkait isu hubungan sesama jenis yang mencoba untuk hidup menurut aturan Gereja.

Gereja mengajarkan bahwa menjadi sesama jenis tidak secara inheren berdosa tetapi melarang aktivitas seksual sesama jenis.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumlah pasien COVID-19 dalam ICU meningkat di Prancis
Senin, 26 April 2021 - 10:59 WIB
Prancis mencatat pada Minggu (25/4) jumlah pasien COVID-19 dalam kamar perawatan intensif rumah sak...
Inggris hampir sepakat beli puluhan juta dosis vaksin Pfizer
Minggu, 25 April 2021 - 11:31 WIB
Pejabat Inggris hampir menyelesaikan kesepakatan untuk membeli puluhan juta lebih dosis vaksin Pfize...
Inggris selidiki varian COVID-19 asal India
Senin, 19 April 2021 - 13:27 WIB
 Pejabat kesehatan Inggris sedang menyelidiki varian COVID-19 asal India, namun belum memiliki cuku...
Dubes RI undang Swedia bangun pusat produksi regional di Indonesia
Jumat, 16 April 2021 - 21:54 WIB
Duta Besar RI untuk Swedia Kamapradipta Isnomo membahas mengenai perdagangan dua arah, investasi, da...
Inggris tak berencana hentikan program tes cepat COVID-19
Jumat, 16 April 2021 - 10:10 WIB
Kementerian Kesehatan Inggris pada Kamis (15/4) mengatakan bahwa tidak ada rencana untuk menghentika...
Peminat kursus bahasa Indonesia di Norwegia tembus 100 peserta
Rabu, 14 April 2021 - 11:23 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Oslo, Norwegia menggelar kelas kursus bahasa Indonesia b...
Inggris tawarkan vaksin COVID-19 kepada semua orang di atas usia 50
Selasa, 13 April 2021 - 09:24 WIB
Inggris pada Senin (12/4) mengatakan telah menawarkan kepada semua orang yang berusia di atas 50 tah...
Pemerintah Prancis kecam serangan terhadap pusat kebudayaan Islam
Senin, 12 April 2021 - 22:27 WIB
Pemerintah Prancis ada Minggu mengecam aksi perusakan pusat kebudayaan Islam di bagian barat Prancis...
 Prancis perpanjang periode vaksinasi dari empat jadi enam pekan
Minggu, 11 April 2021 - 11:11 WIB
Prancis akan memperpanjang jarak periode antara suntikan pertama dan kedua vaksin anti COVID mRNA me...
Pasien COVID-19 di ruang ICU Prancis sentuh level tertinggi
Rabu, 24 Maret 2021 - 08:30 WIB
Jumlah pasien COVID-19 di ruang perawatan darurat (ICU) Prancis bertambah 84 pada Selasa (23/3) hing...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV