Kisah balik layar ketika Doni Monardo `dipaksa` dirawat di RS
Elshinta
Sabtu, 20 Maret 2021 - 23:52 WIB |
Kisah balik layar ketika Doni Monardo `dipaksa` dirawat di RS
Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo. (ANTARA/HO-BNPB)

Elshinta.com - Tidak ada yang bisa memperkirakan kapan akan terinfeksi COVID-19, bahkan untuk Doni Monardo sang ketua Satgas Penanganan COVID-19 Indonesia yang sempat menolak untuk menjalani perawatan di rumah sakit ketika terkonfirmasi positif.

Kisah tentang saat Doni mengalami COVID-19 itu, yang dia umumkan 23 Januari 2021, dituturkan oleh tenaga ahli dan staf khususnya Egy Massadiah dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Sabtu.

"Tim dokter dari Satgas COVID-19 maupun tim dokter BNPB, meminta Doni berkenan dirawat di rumah sakit. Semua bujuk-rayu kami seperti membentur tembok," tulis Egy dalam keterangannya.

Padahal, ujar Egy, kondisi fisik pria yang menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu tidak bisa dibilang baik-baik saja. Pada hari kedua terpapar, suhu badan Doni naik dan bahkan tidak bisa memegang ponsel.

Data saturasi oksigen Doni Monardo berada di angka 78 persen yang masuk dalam kategori rendah dan jauh dari angka normal di kisaran 95-100 persen.

Namun pria yang dijuluki "Panglima COVID-19" itu bersikeras tidak mau dirawat di rumah sakit meski telah dibujuk sang istri. Doni yakin dia bisa bolak-balik ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan tetap isolasi mandiri di rumah.

Doni pun akhirnya bersedia dirawat di rumah sakit setelah mendengar "ultimatum" dari putri sulungnya dan masuk ke kamar perawatan pada 26 Januari 2021. Ia dirawat sampai 29 Januari 2021 dan setelah keluar RS menjalani isolasi mandiri di hotel.

Setelah 20 hari dan dua kali tes usap PCR menunjukkan dirinya negatif maka pada 23 Februari 2021, sang Letnan Jenderal kembali beraktivitas.

Tidak lupa sebagai orang dengan status penyintas COVID-19, Doni Monardo juga ikut mendonorkan plasma konvalesen pada 1 Maret 2021.

Terkait bagaimana Doni Monardo terinfeksi penyakit itu, Egy mengatakan Kepala BNPB itu sangat patuh protokol kesehatan, bahkan sampai tidur dengan masker saat meninjau gempa Sulawesi Barat pada awal Januari 2021. Dia juga rajin berolahraga.

Doni sendiri menyakini dirinya tertular dari aktivitas makan bersama, meski Egy juga beropini ada faktor kelelahan dalam proses penularan itu.

Hal itu karena dalam peninjauan ke daerah bencana, Doni bersama tim BNPB mengalami kurang istirahat, banyak pikiran, melakukan aktivitas peninjauan lokasi bencana dan rapat koordinasi dengan intensitas pekerjaan sangat tinggi.

"Lepas dari kemungkinan yang mana yang benar, Wallahu alam. Yang pasti, usai Doni Monardo dinyatakan negatif, saya dan sejumlah kawan sempat pula berdiskusi ringan. Bahwa ada beberapa jenis pengidap corona. Sebagian sembuh dengan sangat cepat, sebagian lama," ujar Egy.

Menurutnya, Doni Monardo merasakan hal itu dalam tiga pekan pertama saat kondisi fisiknya menurun dan merasakan proses kesembuhannya lambat, meski sudah mengonsumsi sekian jenis vitamin dan obat-obatan. Doni merasa cepat lelah, sesuatu yang berbeda dengan pengidap lain yang terkadang justru tidak merasakan apa-apa.

Mengakhiri keterangannya, Egy berharap kisah itu menjadi catatan bermanfaat bagi semua pihak.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pakar gizi : Sebaiknya tak suguhkan minuman bersoda saat Lebaran
Jumat, 14 Mei 2021 - 21:48 WIB
Pakar gizi di Gorontalo Arifasno Napu, Jumat, mengatakan masyarakat sebaiknya tidak menyuguhkan minu...
Pakar: Lepas masker di AS karena beda jenis vaksin dengan Indonesia
Jumat, 14 Mei 2021 - 21:24 WIB
Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengemuk...
Satgas: Sembuh COVID-19 bertambah 3.807 dan positif 2.633 orang
Jumat, 14 Mei 2021 - 20:56 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mencatat kasus sembuh COVID-19 di Indonesia bertambah seba...
Putus rantai penyebaran Covid-19, Abbott Panbio Antigen Nasal dukung program 3T
Jumat, 14 Mei 2021 - 13:11 WIB
Pandemi Covid 19 di Indonesia belum berakhir meskipun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah sepe...
Dokter RSUI: Jangan lupa sayur dan buah usai santap hidangan Lebaran
Jumat, 14 Mei 2021 - 12:45 WIB
Pakar kesehatan mengingatkan Anda tak melupakan sayuran dan buah usai menyantap hidangan Lebaran yan...
Dokter sarankan atur jadwal camilan demi menjaga kadar gula tubuh
Jumat, 14 Mei 2021 - 11:30 WIB
Spesialis gizi dr. Amalia Primahastuti , M.Gizi, Sp.GK dari Ikatan Dokter Indonesia menyarankan untu...
Dokter sarankan tetap jaga jarak bila terpaksa ada di dalam kerumunan
Jumat, 14 Mei 2021 - 10:23 WIB
Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Tjandra Yoga Aditama memberi...
Berapa batasan jumlah santan yang boleh dikonsumsi setiap hari?
Rabu, 12 Mei 2021 - 15:15 WIB
Makanan penuh santan yang lezat menjadi tradisi hidangan Lebaran di Indonesia, sebut saja rendang, g...
Lindungi diri dari pandemi lewat silaturahmi virtual
Selasa, 11 Mei 2021 - 19:32 WIB
Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menghindari kerumunan saat Idul Fitri dengan cara meniada...
Ahli: Anak muda paling banyak terpapar COVID-19
Selasa, 11 Mei 2021 - 17:54 WIB
Tenaga Ahli Menteri Kesehatan bidang penanganan pandemi COVID-19 Dr Andani Eka Putra mengemukakan ya...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV