Beragam dampak positif yang timbul dari kehadiran holding ultra mikro
Elshinta
Minggu, 21 Maret 2021 - 06:34 WIB |
Beragam dampak positif yang timbul dari kehadiran holding ultra mikro
Ilustrasi - Pekerja menata berbagai hasil produksi kerajinan. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/wsj.

Elshinta.com - Rencana pemerintah membentuk holding atau perusahaan induk ultra mikro yang melibatkan tiga BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani, didukung oleh berbagai pihak antara lain Komisi VI DPR RI.

Komisi VI DPR menilai tujuan pembentukan holding tersebut dalam rangka agar memudahkan masyarakat dan pelaku UMKM dalam mengakses produk keuangan berbiaya murah hingga ke pelosok negeri.

Holding ini diperkirakan akan menggenjot bisnis Pegadaian dan PNM, serta memperluas pasar BRI. Meskipun situasi pandemi, laba bersih PNM tercatat sebesar Rp358 miliar, laba bersih Pegadaian sebesar Rp2,02 triliun, dan laba bersih BRI mencapai Rp18,65 triliun.

Walaupun masih bersifat rencana, alangkah baiknya menyikapi pembentukan holding yang akan mensinergikan BRI, PNM dan Pegadaian tersebut dengan membaca kemungkinan dampak-dampak positif yang ditimbulkan lewat kehadiran holding ultra mikro terhadap dunia usaha.

Lantas dampak-dampak positif apa saja yang akan timbul dari kehadiran holding ultra mikro ke depannya bagi dunia usaha nasional?

Serap pekerja
Dampak positif pertama dari kehadiran holding BUMN ultra mikro nantinya adalah kemungkinan secara tidak langsung membantu penyerapan angkatan kerja di Indonesia ke dalam sektor UMKM atau informal.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa PR besar saat ini adalah bagaimana sekarang bisa menciptakan lapangan kerja dan yang eksisting saat ini 99 persen pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM.

Kalau usaha kecil dan menengah tidak bertambah atau naik kelas, serta usaha besar juga tidak tumbuh maka setiap tahun Indonesia akan menambah jumlah pelaku usaha mikro.

Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki jumlah angkatan kerja sekitar 3 juta per tahun, dan kalau angkatan kerja ini tidak diserap di sektor formal maka jumlah angkatan kerja tersebut bisa menjadi pelaku usaha mikro semua.

Dengan demikian persaingan usaha di level mikro akan semakin besar dan berat, karena itu perlu mendorong strategi bagaimana usaha kecil dan menengah tumbuh serta juga bertambah.

Di sinilah peran kehadiran holding BUMN ultra mikro dalam membantu para pelaku usaha ultra mikro dan mikro bisa naik kelas, sekaligus juga membantu penyerapan tenaga kerja baru ke sektor informal sehingga membuat sektor ultra mikro dan mikro tidak jenuh.

Melalui kehadiran holding ultra mikro tersebut, para nasabah PNM ultra mikro dan mikro yang eksis saat ini dan mendapatkan pinjaman Rp1 juta sampai Rp3 juta tanpa agunan, kemudian bisa naik kelas menjadi pengusaha yang bisa mendapatkan pinjaman Rp20 juta hingga Rp30 juta.

Nasabah PNM itu, kemudian diharapkan nantinya bisa naik kelas di Pegadaian dan diharapkan pelaku usaha mikro itu akhirnya bisa naik kelas menjadi pengusaha yang bisa mendapatkan akses kredit ke bank atau menjadi bankable.

Dengan demikian lini sektor ultra mikro dan mikro yang ditinggalkan para pelaku usaha lama yang naik kelas, kemudian dapat diisi oleh pelaku usaha ultra mikro dan mikro baru dari angkatan kerja yang akan datang.

Bunga murah
Dampak positif yang dapat ditimbulkan dari kehadiran holding ultra mikro nantinya adalah kehadiran bunga pinjaman yang murah bagi pelaku ultra mikro dan mikro.

Selama ini pelaku UMKM, terutama pelaku usaha ultra mikro dan mikro masuk dalam kategori unbankable bukan hanya karena mereka sulit mendapatkan pinjaman karena tidak memiliki jaminan aset, melainkan juga bunga pinjaman di luar kemampuan untuk melunasinya.

Hal ini disebabkan oleh struktur keuangannya, seperti contohnya PNM menerbitkan untuk kebutuhan pemberian dana pinjaman, yang mungkin bunganya sembilan persen. Namun di sisi lain Bank BRI dengan pasar yang besar bunga pinjamannya tiga persen.

Tentunya dengan adanya holding ultra mikro, Bank BRI yang besar bisa membantu PNM untuk bisa memfasilitasi pelaku usaha kecil mendapatkan bunga atau sistem bagi hasil yang jauh lebih baik.

Melalui hal tersebut, tentunya pelaku usaha ultramikro yang tadinya unbankable kemudian bisa naik kelas menjadi bankable. Pelaku usaha kecil yang sebelumnya hanya mendapatkan pinjaman Rp2 juta kemudian bisa naik kelas dengan mendapatkan pinjaman Rp50 juta.

Ekonomi inklusif
Dampak positif terakhir adalah kehadiran holding ultra mikro nantinya diharapkan dapat mendorong inklusivitas ekonomi nasional.

Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia (BI) Yunita Resmi Sari menilai rencana pembentukan holding BUMN ultra mikro dapat menjadi solusi untuk meningkatkan inklusif ekonomi Indonesia.

Dengan demikian tidak hanya keuangan inklusif yang didorong, namun juga mendorong ekonomi inklusif. Melalui kehadiran holding ultra mikro maka pelaku usaha ultra mikro akan dilibatkan dalam kegiatan perekonomian secara komprehensif dan menyeluruh.

Dengan kata lain roda perekonomian Indonesia tidak lagi bertumpu atau dijalankan oleh segelintir kelompok pelaku usaha tertentu, melainkan seluruh lini pelaku usaha mulai dari angkatan kerja baru yang memulai ultra mikro untuk pertama kalinya sampai dengan pengusaha menengah dan besar yang notabene berasal dari pelaku ultra mikro lama yang berhasil naik kelas, turut bersama-sama menggerakan perekonomian nasional.

Dapat disimpulkan bahwa kehadiran holding pembentukan ultra mikro yang mendapatkan dukungan mulai dari Bank Indonesia hingga Komisi VI DPR RI tentunya dapat memberikan sejumlah dampak positif ke depannya, seperti telah disebutkan di atas.

Dampak pertama adalah holding ini secara tidak langsung membuka lapangan kerja bagi para angkatan kerja baru untuk mengisi posisi-posisi usaha ultra mikro, karena ditinggalkan pelaku usaha lama yang naik kelas.

Kemudian, dampak kedua adalah kehadiran bunga murah yang tentunya dapat membantu pelaku usaha ultra mikro dan mikro khususnya dan UKM pada umumnya untuk bisa memperoleh akses ke perbankan dan tidak lagi berkategori unbankable.

Terakhir adalah holding BUMN ultra mikro yang mensinergikan BRI, PNM dan Pegadaian dapat mendorong inklusivitas ekonomi nasional, di mana seluruh lini pelaku usaha UMKM dan pengusaha besar turut bersama-sama menjalankan roda perekonomian Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menparekraf optimistis ekonomi Sabang bangkit dengan digitalisasi UMKM
Minggu, 02 Mei 2021 - 08:46 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno optimistis kombinasi antara desa wisata dan dig...
Kemenkop UKM gandeng lima lembaga untuk digitalisasi UMKM
Kamis, 29 April 2021 - 22:45 WIB
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menggandeng lima lembaga mulai dari ins...
Pelatihan rendang go digital perkuat pasar daring UMKM
Kamis, 22 April 2021 - 08:41 WIB
Pelatihan yang diberikan kepada 40 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada `Workshop Re-Branding Prod...
Menkop UKM sebut digitalisasi bagian penting penguatan ekonomi UMKM
Senin, 19 April 2021 - 15:41 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki menyebut digitalisasi sebagai bagian penting...
Pemkab Penajam Paser Utara alokasikan Rp2,5 miliar untuk UMKM
Minggu, 18 April 2021 - 21:45 WIB
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mengalokasikan anggaran Rp2,5 mili...
Riset: Transformasi digital UMKM perlu edukasi dan pendampingan
Kamis, 08 April 2021 - 10:54 WIB
NeuroSensum, perusahaan riset konsumen berbasis neurosains dan kecerdasan artifisial, memaparkan has...
Pemkot Surabaya siap pamerkan produk 1.400 UMKM
Sabtu, 03 April 2021 - 10:30 WIB
Dinas Perdagangan Kota Surabaya siap memamerkan produk dari 1.400 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ...
Digitalisasi UMKM untuk bertahan, maju, dan naik kelas
Sabtu, 27 Maret 2021 - 18:55 WIB
Ketika pandemi COVID-19 mulai melanda Indonesia pada awal Maret 2020, usaha mikro kecil menengah (UM...
Aktivitas pameran UMKM di Depok mulai diperbolehkan
Jumat, 26 Maret 2021 - 17:19 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Depok Jawa Barat Dadang Wihana mengatakan untuk me...
UMKM Surabaya minta penambahan jam operasional selama PPKM
Jumat, 26 Maret 2021 - 09:01 WIB
Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) makanan di Kota Surabaya, Jawa Timur meminta penambahan jam...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV