Diultimatum untuk ditutup, pengelola Matoa Golf minta pertimbangkan nasib 500 karyawan  
Elshinta
Sabtu, 27 Maret 2021 - 11:45 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Diultimatum untuk ditutup, pengelola Matoa Golf minta pertimbangkan nasib 500 karyawan  
Sumber foto: Bayu Koosyadi/elshinta.com.

Elshinta.com - PT Saranagraha Adisentosa (PT SAS) selaku pengelola Matoa Golf Course & Country Club telah mengajukan gugatan terhadap Induk Koperasi TNI AU (INKOPAU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan yang diajukan pada Kamis, 4 Maret 2021 lalu tersebut, rencananya akan menjalani proses mediasi pada tanggal 8 April mendatang. 

Namun ditengah proses hukum yang sedang berjalan, INKOPAU dan Mabes TNI AU tetap memaksa PT SAS untuk menutup lapangan Golf yang dikelola oleh PT SAS semenjak tahun 1996.

Dalam surat bertanggal 19 Maret 2021 lalu, INKOPAU meminta agar PT SAS menutup operasional lapangan golf ditutup selambat lambatnya tanggal 26 Maret 2021. Permintaan itu tentu ditolak PT SAS.

Menurut Direktur PT SAS Reza Renaldi, saat ini Matoa telah memperkerjakan sebanyak 500 karyawan dan tenaga lepas untuk mengelola lapangan golf seluas 60 hektar tersebut. Sebagian besar karyawan merupakan warga sekitar lokasi lapangan golf.

"Bayangkan kalau lapangan golf ini ditutup, banyak yang akan kehilangan pendapatan, padahal dimasa pandemi seperti ini mencari pekerjaan tidak mudah. Karyawan dan keluarganya pasti kesulitan," papar Reza. 

Lagipula alas hak untuk penutupan lapangan golf yang diklaim INKOPAU tidak benar. Menurut kuasa hukum PT SAS Bambang Hartono   Sesuai adendum 2, perjanjian antara PT SAS dan YASAU yang kemudian disubstitusikan ke pihak Inkopau, masa perjanjian kerjasama BOT baru akan berakhir pada tahun 2026.  

"Jadi masih ada waktu lima tahun lagi," ujar Bambang dalam konferensi pers yang digelar di Matoa Golf & Course pada Jumat (26/3).

Menurut Bambang dalam perjanjian tersebut telah diatur mengenai pembayaran jaminan penghasilan atau fee kepada InKOPAU yang berpaku hingga 2026. "Saya sudah menanyakan mengenai sejumlah ahli bahasa, bahwa bahasa perjanjian itu jelas menyepakati 25 tahun dan akan diperpanjang 5 tahun itu berarti 30 tahun," tegas Bambang seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Bayu Koosyadi, Sabtu (27/3).

Menurut Bambang, meskipun PT SAS selalu rugi, tapi tidak pernah melalaikan kewajiban pembayarannya ke Inkopau dan negara dalam bentuk pajak. "Setiap tahun kami bayar pajak 4.5 milyar " ujar Bambang. Atas dasar itu, Bambang meminta agar Inkopau bisa berlalu adil dan menghargai serta menghormati perjanjian.

Sengketa gugatan atas perjanjian ini sendiri muncul setelah inkopau secara sepihak meminta PT SAS untuk menyerahkan aset lapangan golf matoa. Berbagai langkah perundingan gagal mencapai kesepakatan. Pihak INKOPAU bersikeras untuk tidak mematuhi perjanjian kontrak kerjasama dengan PT SAS. 

“Mereka tidak mematuhi perjanjian," ungkap Bambang lagi. Pengacara dari kantor Advokat Kailimang & Ponto ini mempertanyakan komitmen dari INKOPAU untuk menghormati perjanjian yang telah disepakati sejak Matoa Golf beroperasi pada tahun 1996. 

Seperti diketahui sebelumnya, Matoa Golf sendiri berdiri diatas lahan milik TNI AU yang pembangunan dan pengelolaannya diserahkan kepada pihak swasta melalui INKOPAU. Dalam perjanjian kerjasama antara PT SAS dan INKOPAU (dulu PUDAKARA) yang ditandatangani sejak 1993, PT SAS diberikan hak untuk membangun dan mengelola lahan seluas hampir 60 hektar  untuk dijadikan lapangan golf dengan skema Build Operate and Transfer (BOT) untuk jangka waktu 30 tahun. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mantan Ketua KONI Bengkulu ditangkap terkait korupsi dana hibah
Senin, 10 Mei 2021 - 16:16 WIB
Mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu Mufran Imron ditangkap angg...
Belum tampil maksimal di Jepang, Zohri-Sapwa ingin perbaiki performa
Senin, 10 Mei 2021 - 07:15 WIB
Dua wakil atletik Indonesia dalam ajang \"World Athletics Continental Tour 2021\", Lalu Muhammad Zoh...
Olimpiade Tokyo gelar uji coba atletik tanpa penonton
Minggu, 09 Mei 2021 - 23:45 WIB
Ratusan atlet, termasuk sprinter AS Justin Gatlin, berpartisipasi dalam acara uji coba di Stadion ...
Zohri tempati peringkat ketujuh pada uji coba Olimpiade Tokyo
Minggu, 09 Mei 2021 - 21:11 WIB
Pelari nasional Lalu Muhammad Zohri menempati peringkat ketujuh dengan catatan waktu 10, 45 detik da...
Jersey Michael Jordan terjual Rp19,5 miliar
Minggu, 09 Mei 2021 - 14:29 WIB
Rumah lelang Heritage Auctions mengatakan jersey yang dikenakan Michael Jordan dari musim 1982-83 di...
Indonesian Racing berharap konsisten di Grand Prix Prancis
Minggu, 09 Mei 2021 - 13:45 WIB
Indonesian Racing Team bersama Gresini cukup sukses di balapan Grand Prix Jerez, Spanyol pekan lalu ...
Sejumlah atlet sumbang barang bersejarah di Museum Olahraga Surabaya
Minggu, 09 Mei 2021 - 13:30 WIB
Sejumlah atlet menyumbang barang bersejarahnya untuk mengisi koleksi yang berlokasi di Museum Olahra...
Krejcikova/Siniakova amankan gelar Madrid Open di sektor ganda putri
Minggu, 09 Mei 2021 - 09:04 WIB
Unggulan kedua Barbora Krejcikova/Katerina Siniakova tampil memukau di final ganda putri Madrid Open...
Atlet Jepang Rikako Ikee tanggapi pesan anti-Olimpiade
Sabtu, 08 Mei 2021 - 07:45 WIB
Atlet Jepang Rikako Ikee, yang tahun ini memenangkan tempat di tim renang Olimpiade sekitar dua tahu...
WHO berharap Olimpiade Tokyo dapat terlaksana
Sabtu, 08 Mei 2021 - 07:30 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berharap Olimpiade dapat berjalan di Jepang pada musim panas ini, t...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV