Reklamasi galangan kapal di Buton diduga belum kantongi amdal dari DLH
Elshinta
Sabtu, 27 Maret 2021 - 17:45 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Reklamasi galangan kapal di Buton diduga belum kantongi amdal dari DLH
Sumber foto: La Ode Ali/elshinta.com.

Elshinta.com - Proyek reklamasi galangan kapal (dok) di Kelurahan Wakoko, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara diduga belum mengantongi analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Kepala DLH Kabupaten Buton, Salmin mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerbitkan atau mengeluarkan izin lingkungan atau Amdal terkait proyek tersebut.

Namun, oleh pihak perusahaan galangan kapal pada awal tahun 2021 ini telah mengajukan permohonan izin ke DLH.

“Belum diproses ulanglah yang dibutuhkan untuk itu dokumen itu, mereka sudah masukan dokumen itu tapi sampe sekarang mereka belum ke kantor ulang, mereka masukan itu awal tahun ini,” kata Salmin melalui sambungan telepon seperti dilaporkan Kontributor Elshinta.com, La Ode Ali, Jum'at (26/3).

Karena yang berkepentingan adalah pihak perusahaan lanjut Salmin, maka harusnya mereka yang lebih proaktif untuk mengurus izin reklamasi tersebut.

“Itulah, kita tidak tau juga, tidak mungkin kita ke sana, mereka datang di kantor karena kewajiban mereka toh,” ujarnya.

Mengenai reklamasi telah lebih dahulu dilakukan oleh pihak perusahaan walaupun belum memiliki Amdal. Salmin mengaku hal itu dilakukan perusahaan untuk menghindari kerugian yang lebih besar, karena tanah milik mereka sering tergerus air laut akibat ulah para penambang pasir ilegal yang dilakukan oleh masyarakat.

“Karena di lokasi mereka itukan tergerus air terus, kemudian ada penambangan pasir yang terjadi di sana yang dilakukan masyarakat, sehingga mereka cepat-cepat buat seperti itu, kalo tidak mereka penambangan pasir ilegal itu mereka gerus itu pasir,” ungkapnya.

“Pengusaha itu punya tanah, tapikan penambangan pasir itu mereka penambang liar, padahal kita sudah larang, sehingga mereka timbun supaya mereka tidak gali lagi, mereka rugi karena tanahnya mereka diambil laut karena penambangan itu,” sambung Salmin.

Terhadap para penambang pasir ilegal tambah Salmin, pihaknya sudah melakukan pelarangan, termasuk mengambil alat yang digunakan untuk menambang

“Iya paham, kita sudah angkat juga alat-alatnya, serba salah kita, kita juga sudah dorong mereka supaya buat izin, tapi mereka ambil malam” akuinya.

Hingga berita ini dinaikan, belum ada konfirmasi dari pemilik perusahaan galangan kapal. Ketika awak media ke lokasi pekerjaan, pemilik perusahaan sedang berada di luar daerah. Pekerja yang berada di lokasipun tidak tahu menahu soal itu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Upaya Palembang tertibkan pangan berformalin
Senin, 10 Mei 2021 - 15:56 WIB
Peredaran makanan, minuman, obat, kosmetika dan barang lainnya belum sepenuhnya terjamin aman dikons...
Tinggi muka air toba meningkat selama rekayasa cuaca
Senin, 10 Mei 2021 - 13:56 WIB
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi mengatakan tinggi muka air (TMA) Danau Toba mengalami penin...
Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2021 digelar di Kupang
Sabtu, 08 Mei 2021 - 14:25 WIB
Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) merestui Pelaksanaan Per...
GAPKI dan Polda Kalsel sepakat cegah karhutla
Rabu, 05 Mei 2021 - 13:35 WIB
Polda Kalsel melakukan penandatangan MoU dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) da...
Tinggi muka air Danau Toba meningkat selama Operasi TMC
Rabu, 05 Mei 2021 - 12:47 WIB
Tinggi Muka Air (TMA) Danau Toba terpantau meningkat signifikan setelah dilaksanakan TMC (Teknologi ...
Kepala BNPB Doni Monardo hijaukan Pantai Cemara Sewu Adipala
Rabu, 28 April 2021 - 18:58 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik  Indonesia Letjen TNI Dr (H.C) Doni Mo...
10 ton ikan di Danau Maninjau mati massal
Selasa, 27 April 2021 - 19:08 WIB
Sekitar 10 ton ikan jenis nila dan majalaya di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam...
PHE fokus bersihkan pantai, Bupati Karawang apresiasi langkah cepat tangani ceceran minyak
Senin, 26 April 2021 - 20:48 WIB
Bupati Karawang, Celica Nurrachadiana meminta agar PHE ONWJ terus melakukan upaya percepatan pembers...
Pemkot Pontianak canangkan program `bedah toilet`
Senin, 26 April 2021 - 09:38 WIB
Pemerintah Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat mencanangkan program `bedah toilet` bagi masyar...
Yogyakarta ingatkan masyarakat bijak kelola sampah masker
Jumat, 23 April 2021 - 19:37 WIB
Penggunaan masker sebagai kebutuhan warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari di masa pandemi COVI...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV