Wabup Rembang kutuk aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar
Elshinta
Minggu, 28 Maret 2021 - 18:11 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
 Wabup Rembang kutuk aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar
Sumber foto: A Muhtarom/elshinta.com.

Elshinta.com - Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro` (Gus Hanies) mengutuk keras aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (28/3) pagi.

"Saya atas nama pribadi maupun pemerintah mengutuk aksi teror tersebut," ucap Gus Wabup--sapaan Gus Hanies saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan dan Rakercab II Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Rembang di Pesantren Musthofawiyyah, Rembang, Ahad (28/3) seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, A Muhtarom.

Gus Hanies meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak takut melawan segala bentuk terorisme dan radikalisme yang mengatasnakamakan agama.

Ditegaskannya, tujuan pelaku teror bukanlah jumlah korban, melainkan untuk menciptakan rasa ketakutan di tengah masyarakat.

"Tujuan pelaku teror itu membuat masyarakat takut. Jadi jangan pernah takut melawan terorisme dan radikalisme atas nama agama. Kita harus melawan, kita tidak boleh takut dengan aksi itu," imbuhnya.

Lebih jauh, putra Kiai Cholil Bisri ini menaruh harapan besar kepada kader IPNU-IPPNU Rembang sebagai generasi muda Nahdiyin untuk senantiasa menyebarkan Islam yang rahmah ala Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyah untuk membentengi generasi muda dari paparan faham radikalisme dengan mengatasnamakan agama.

"Tidak ada satupun agama yang mengajarkan kekerasan dan terorisme di muka bumi ini. Bom bunuh diri merupakan tindakan keji yang sengaja diciptakan untuk mengacaukan ketenangan dan ketenteraman dalam masyarakat," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi putarbalik ratusan pemudik lintasi `jalan tikus` Karawang
Sabtu, 08 Mei 2021 - 19:55 WIB
Petugas memutarbalik ratusan pemudik yang melintasi salah satu jalan tikus jalur mudik di wilayah Ka...
Bupati Mura respon terbakarnya sekolah dan rumah warga di pedalaman
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:47 WIB
Bupati Murung Raya, Kalimantan Tengah, Perdie M Yoseph berencana dalam waktu dekat meninjau langsung...
Dua gudang plastik terbakar di Cakung
Jumat, 07 Mei 2021 - 12:46 WIB
Dua gudang plastik yang berada di Jl. Inspeksi Cakung, Jakarta Timur, ludes terbakar pada Jumat pagi...
Satu dari 179 orang yang keracunan makanan di Matim meninggal dunia
Rabu, 05 Mei 2021 - 15:15 WIB
Adrianus Rasi (13), warga Wukir, Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur...
Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas amankan kayu ilegal
Kamis, 29 April 2021 - 14:12 WIB
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Pos Jagoi Babang melaksanakan patroli keamanan untuk menc...
 Diduga pakai alkes bekas, Poldasu gerebek layanan rapid test KNIA
Rabu, 28 April 2021 - 00:01 WIB
Direktorat Reserse Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, menggerebek tempat pelayanan rapid test di Ku...
Hiu paus terdampar di Pantai Tulungagung akhirnya mati
Jumat, 23 April 2021 - 23:18 WIB
Ikan hiu paus (Rhincodon typus) yang terdampar di Pantai Bayeman, Tulungagung, Jawa Timur sejak Kami...
Regulator : Pembekuan darah vaksin AstraZeneca bertambah jadi 168
Jumat, 23 April 2021 - 17:35 WIB
Regulator obat Inggris MHRA pada Kamis (22/4) mengatakan terdapat 168 kasus pembekuan darah setelah ...
Mayat wanita muda ditemukan tewas dengan kondisi terikat 
Jumat, 23 April 2021 - 17:16 WIB
Warga Jalan R Prajitno Rt 09 Rw 02, Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Ja...
Gelar aksi, SPKS desak KPK dan BPK audit BPDPKS
Kamis, 22 April 2021 - 18:56 WIB
Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) hari ini, Kamis (22/4), mengelar aksi unjuk rasa di depan Kantor ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV