Nasabah korban Jiwasraya kecewa hasil mediasi berjalan buntu
Elshinta
Selasa, 30 Maret 2021 - 14:23 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Nasabah korban Jiwasraya kecewa hasil mediasi berjalan buntu
Sumber foto: Bayu Koosyadi/elshinta.com.

Elshinta.com - Forum Nasabah Korban Jiwasraya (FNKJ) yang diketuai oleh Ana Rustiana mengaku kecewa ketika dalam mediasi kedua yang difasilitasi oleh Kantor Staf Presiden (KSP), sejumlah jajaran direksi inti dari Jiwasraya kembali tidak hadir.

Menurut Ane dalam keterangan pers di Cafe Up Normal yang terletak di Jl. Raden Saleh, Cikini, Menteng, Jakarta pusat pada Senin (29/3), Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko dan perwakilan IFG holding juga kembali absen dan hanya diwakili oleh sekertaris pribadi (sekper) dan regional head yang kompetensinya jauh dari yang diharapkan.

Dalam pertemuan bersama dengan Panutan Sakti Sulendrakusuma selaku Deputi III dari KSP, Ane meminta kepada KSP agar Jiwasraya melaksanakan empat point sesuai permintaan dari FNKJ.

"Keempat point tersebut meliputi, pertama Jiwasraya agar menghentikan sosialisasi restrukturisasi mengingat ada intimidasi didalamnya. Kedua meminta Jiwasraya menyetop propaganda di ruang publik, ketiga pembayaran manfaat yang berjalan seperti bulanan pensiunan dan program beasiswa untuk pendidikan anak tetap berjalan tanpa adanya pemotongan. Keempat adalah opsi restrukturisasi dibatalkan dan dicarikan opsi restrukturisasi yang lebih solutif bagi nasabah", ungkap Ane Rustiana seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Bayu Koosyadi, Selasa (30/3). 

Dari mediasi Jiwasraya, KSP dan FNKJ, Ane menilai Jiwasraya kurang menghargai itikad baik dari Kantor Staf Presiden sebagai lembaga negara dimana hal itu ditandai dari ketidakhadiran jajaran direksi inti dari Jiwasraya sebanyak dua kali tanpa keterangan.

Komunikasi dua arah yang diminta KSP antara Jiwasraya dengan FNKJ tegas Ane juga tidak terlalu diharapkan mengingat Jiwasraya dipastikan akan bersikeras untuk tetap melaksanakan restrukturisasi berjalan.

"Bayangkan saat ini sudah 70 sekian persen nasabah setuju untuk menjalankan restrukturisasi dan kami yakin hal tersebut penuh dengan intimidasi dan tekanan mengingat kebutuhan bulanan yang mendesak kendati nilai nominalnya dikurangi," sesal Ane.

Jika KSP tidak bisa memediasi Jiwasraya dengan FNKJ secara baik, FNKJ tegas Ane akan meminta untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan menyampaikan keluhannya secara langsung.

Ungkapan kekecewaan pada kinerja Jiwasraya juga diungkapkan Syahrul Tahir sebagai salah satu korban nasabah asuransi Jiwasraya.

Menurut Syahrul, pensiunan normalnya setiap bulan biasa menerima Rp 972.500, adapun nilai tunai pensiunan yang ditempatkan di Jiwasraya sebesar Rp 57.775.000,-. Kami diminta top up untuk membayar sebesar Rp 144.098.437 apabila menginginkan pensiunan bulanan sebesar Rp 972.500,-. Jika tidak top up maka hanya akan menerima manfaat bulanan sebesar Rp 278.324,-.

"Ada rasio penurunan manfaat sebesar 71%, bahkan dana pensiunan yang seharusnya bisa diterima seumur hidup (anuitas), dengan kasus korupsi yang mendera Jiwasraya, maka uang pensiunan hanya dapat dinikmati selama 5 tahun 7 bulan", sesal Syahrul Tahir.

Apa yang dikeluhkan Syahrul Tahir juga dibenarkan oleh Hendra Heriansyah yang juga menjadi korban asuransi Jiwasraya. Sebagai pemegang polis dan telah melaksanakan kewajiban hukum, sebagai warga negara, saya menginginkan pemerintah bisa bersikap adil seperti layaknya ketika pemerintah langsung turun tangan menyelesaikan persoalan asabri.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
16 Mei 1945: Muradi dihukum mati
Minggu, 16 Mei 2021 - 06:00 WIB
Terjadi peristiwa mengharukan yang menimpa salah satu serdadu sekaligus anggota pasukan Pembela Tana...
KPK pastikan pembebastugasan 75 pegawai tidak ganggu kinerja
Sabtu, 15 Mei 2021 - 23:13 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pembebastugasan 75 pegawai yang sebelumnya tidak memen...
15 Mei 1998: Pusat perbelanjaan dijarah dan dibakar, ratusan orang tewas terpanggang
Sabtu, 15 Mei 2021 - 06:00 WIB
Sedikitnya 273 orang tewas terpanggang api di dua pusat perbelanjaan yang dijarah dan dibakar massa,...
Kapolda Lampung perintahkan pelaksanaan operasi penyekatan arus balik
Jumat, 14 Mei 2021 - 22:07 WIB
Kapolda Lampung Irjen Pol. Hendro Sugiatno memerintahkan pelaksanaan operasi penyekatan arus balik...
Rutan Depok beri remisi kepada 555 WBP
Jumat, 14 Mei 2021 - 12:35 WIB
Rutan Kelas 1 Depok Cilodong Kota Depok, Jawa Barat, memberikan remisi khusus Hari Raya Idul Fitri 1...
14 Mei 1962: Upaya pembunuhan Bung Karno
Jumat, 14 Mei 2021 - 06:00 WIB
Salat Idul Adha di halaman Istana Merdeka Jakarta pada 14 Mei 1962, sudah masuk penghabisan rakaat k...
849 napi Pekanbaru peroleh remisi Idulfitri 1442 Hijriah
Kamis, 13 Mei 2021 - 22:00 WIB
Sebanyak 849 narapidana yang menjalani pembinaan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Pekanbaru memperol...
42 warga binaan Rutan Kelas IIB Bengkayang dapat remisi Idul Fitri
Kamis, 13 Mei 2021 - 19:45 WIB
Sebanyak 42 warga binaan Rutan Kelas IIB Bengkayang, Kalimantan Barat, mendapat remisi khusus Idul F...
673 narapidana Lapas Rajabasa dapat remisi
Kamis, 13 Mei 2021 - 19:30 WIB
Sebanyak 673 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rajabasa Kelas IA, Bandarlampung, mendapat...
Polemik pasca-SK 75 pegawai KPK
Kamis, 13 Mei 2021 - 18:45 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Pimpinan KPK...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV