Mengenal fenomena `fatherless` dan pentingnya peran ayah bagi anak
Elshinta
Rabu, 31 Maret 2021 - 11:36 WIB |
Mengenal fenomena `fatherless` dan pentingnya peran ayah bagi anak
Ilustrasi. (Pexels)

Elshinta.com - Fenomena fatherless mungkin kurang awam di tengah kalangan masyarakat. Namun ternyata, fenomena fatherless atau ketidakhadiran seorang ayah baik secara fisik atau psikologis dalam kehidupan anak, rupanya cukup besar di Indonesia.

"Fatherless diartikan sebagai anak yang bertumbuh kembang tanpa kehadiran ayah, atau anak yang mempunyai ayah tapi ayahnya tidak berperan maksimal dalam proses tumbuh kembang anak dengan kata lain pengasuhan," kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti melalui keterangannya, Rabu.

Lebih lanjut, Indonesia berada di urutan ketiga di dunia sebagai negara tanpa ayah (fatherless country).

Retno menyebutkan, fenomena ini disebabkan karena tingginya peran ayah yang hilang dalam proses pengasuhan anak. Krisis peran pengasuhan dari ayah seringkali disebabkan oleh peran gender tradisional yang masih diyakini oleh masyarakat Indonesia.

Banyak kisah di masyarakat Indonesia yang menggambarkan fenomena fatherless, seperti sebuah keluarga miskin yang tidak memiliki figur ayah karena ibunya merupakan istri muda, keluarga kaya yang kehilangan figur ayah karena alasan sibuk bekerja dan sering bepergian keluar kota, atau tanpa sadar tidak menjadikan keluarga sebagai prioritas.

"Reduksi peran gender tradisional memosisikan ibu sebagai penanggung jawab urusan domestik dan ayah sebagai penanggung jawab urusan nafkah masih melekat di masyarakat. Padahal, tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh kehadiran dari kedua orang tuanya dalam pengasuhan," ujarnya.

Lebih lanjut, anak yang mengalami fatherless rata-rata merasa kurang percaya diri, cenderung menarik diri di kehidupan sosial, rentan terlibat penyalahgunaan NAPZA, rentan melakukan tindak kriminal dan kekerasan, kondisi kesehatan mental yang bermasalah, munculnya depresi hingga pencapaian nilai akademis yang rendah.

Hal tersebut umumnya terjadi karena anak kehilangan sosok ayah sebagai panutan dan pendamping hidup. Adanya kekosongan peran ayah dalam pengasuhan anak, terutama dalam periode emas, yakni usia 7-14 tahun dan 8-15 tahun sangat berpengaruh dalam urusan prestasi sekolah. Dampak fatherless bagi anak-anak yang bersekolah antara lain sulit konsentrasi, motivasi belajar yang rendah, dan rentan terkena drop out.

Meskipun anak memiliki ayah, namun mereka tidak mendapatkan pendampingan dan pengajaran dari sosok ayah maka tetap berdampak buruk bagi perkembangan masa depannya.

Penyedia platform edukasi GREDU memandang pentingnya memperkuat peran seorang ayah untuk mencintai anak dan keluarga, mendidik, dan sebagai model yang akan ditiru oleh anak.

Para ayah bisa menjadi idaman untuk anak dan istri dengan membuktikan rasa sayang atau cinta terhadap anak, seperti mengajak anak jalan-jalan, bersepeda, bahkan menemani permainan yang disukai oleh anak. Semisal anak perempuan, maka ayah pun tetap bisa menemaninya bermain boneka begitupun sebaliknya untuk anak laki-laki yang suka bermain bola maka luangkanlah waktu untuk bermain bersama.

Menurut GREDU, untuk menjadi ayah yang baik, bukan berarti harus menjadi superdad. Dari hal-hal yang simpel seperti meluangkan waktu, memberikan telinga untuk mendengarkan kisah dari anak-anak, memberikan kehangatan melalui ciuman, pelukan, atau bentuk kasih sayang lainnya, itulah yang diperlukan oleh anak.

Keterlibatan ayah dalam pendidikan anak merupakan kesempatan emas yang tidak akan terulang lagi. Bersama ibu, ayah bisa mendedikasikan waktunya untuk tumbuh kembang anak. Orang tua juga perlu untuk menmberikan dukungan satu lain dan memberikan waktu bagi anak-anak.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tips menjaga mobil tetap prima selama libur lebaran
Rabu, 12 Mei 2021 - 14:41 WIB
Pemerintah resmi melarang kegiatan mudik pada momen perayaan Idul Fitri tahun ini untuk mencegah pen...
Porsche jual 72 ribu mobil kuartal pertama 2021
Rabu, 12 Mei 2021 - 14:08 WIB
Produsen mobil sport mewah Porsche melaporkan telah menjual hampir 72.000 unit kendaraan pada kuarta...
Final Kompetisi Kreatif Makeup oleh MUA Community dan Makeover
Senin, 10 Mei 2021 - 15:23 WIB
Pesona Indonesia, jadi Inspirasi Kompetisi Kreatif Makeup yang digelar oleh MUA Community dan Makeov...
Pelukan lembut untuk anak-anak jalanan jelang lebaran
Sabtu, 08 Mei 2021 - 12:59 WIB
Anak-anak asuh Yayasan Kampus Diakoneia Modern (YKDM) mendapatkan paket bantuan berupa beragam kebut...
Hari Palang Merah Sedunia, serba-serbi lembaga kemanusiaan
Sabtu, 08 Mei 2021 - 12:04 WIB
Tanggal 8 Mei diperingati sebagai Hari Palang Merah Dunia dan diambil dari tanggal lahir Henry Dunan...
Clubhouse versi Android mulai uji coba beta
Rabu, 05 Mei 2021 - 08:41 WIB
Platform streaming audio Clubhouse mulai meluncurkan uji coba beta, beta testing, untuk versi Andr...
Hajar Aswad terlihat sangat jelas dalam foto terobosan baru
Selasa, 04 Mei 2021 - 09:30 WIB
Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci Arab Saudi baru-baru ini mendokumentasikan foto Hajar Aswad d...
Pemerintah adakan Hari Bangga Buatan Indonesia 5 Mei
Senin, 03 Mei 2021 - 22:11 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Perdagangan baru saja menetapkan 5 Mei 2021 s...
Pakar sebut alasan mudik dilarang
Sabtu, 01 Mei 2021 - 17:21 WIB
Larangan mudik saat ini menjadi perbincangan yang hangat, banyak yang mempertanyakan alasannya lanta...
GoPay dan Kitabisa.com ajak masyarakat bersedekah di Hardolnas
Jumat, 30 April 2021 - 13:56 WIB
Bertepatan dengan Hari Donasi Online Nasional (Hardolnas) layanan pembayaran digital GoPay dan layan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV