UMKM Jabar didorong manfaatkan belanja kementerian dan lembaga
Elshinta
Sabtu, 03 April 2021 - 11:30 WIB |
UMKM Jabar didorong manfaatkan belanja kementerian dan lembaga
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat bertemu dengan Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki di Kota Bandung. (Dok Humas Pemprov Jabar)

Elshinta.com - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan potensi pasar sebesar Rp400 triliun.

Nilai yang sangat besar tersebut berasal dari belanja kementerian dan lembaga pemerintah pusat sepanjang 2021 yang difokuskan pada produk UMKM.

"Ada Rp400 triliun per tahun belanja kementerian dan lembaga. Silakan UMKM untuk merespons peluang yang luar biasa ini," kata Kang Emil sapaan Ridwan Kamil, Sabtu.

Kang Emil menuturkan belanja pemerintah sebesar Rp400 triliun tersebut bertujuan untuk menggairahkan pelaku UMKM yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19, dan mendorong pemulihan ekonomi.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jabar, sekitar 37.119 UMKM terdampak pandemi, 14.991 di antaranya merupakan pelaku ekonomi kreatif. Ada UMKM yang berhenti produksi atau pun gulung tikar.

Menurut Kang Emil, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar intens melahirkan inovasi-inovasi untuk menggairahkan kembali roda produksi UMKM. Salah satunya dengan menggagas program ICALAN (Inovasi Cara Penjualan).

"Kadang-kadang UMKM bingung harus jualan ke mana karena ketidaktahuan, maka market Rp400 triliun silakan dimanfaatkan oleh UMKM Jabar," ujarnya seusai bertemu Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki.

Pemda Provinsi Jabar juga telah berkomitmen menyelesaikan permasalahan yang dialami pelaku UMKM saat ini. Mulai dari pemasaran atau promosi, bantuan kredit, hingga mewajibkan ASN untuk membeli produk UMKM.

"Intinya kami berkomitmen menyelesaikan permasalahan UMKM karena sangat multidimensi mulai pemasaran dan lain-lain," tutur Kang Emil.

Salah satu kendala yang dialami UMKM saat pandemi adalah sulit mencari bahan baku impor. Kang Emil mengungkapkan, ada UMKM yang produknya diekspor, tetapi bahan baku harus impor lebih dulu.

"Jadi impor itu terbagi dua, impor yang dijual di pasar kita, dan ada yang impor untuk diekspor lagi," ujarnya seusai.

Pelaku UMKM mengeluh kesulitan mendapatkan bahan baku impor tersebut karena tidak bisa digantikan dengan produk lain. Oleh karena itu, Pemda Provinsi Jabar bersama Kementerian Koperasi dan UKM tengah mencari solusi bersama menyelesaikan kendala tersebut.

"Mencari penggantinya itu susah, tetap mereka harus impor bahkan yang bertahan kini tersisa 30 persen, karena itu sedang kami cari solusinya bersama Kemenkop UKM," ujar Kang Emil.

Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki menuturkan belanja kementerian dan lembaga senilai Rp400 triliun merupakan hikmah dari pandemi COVID-19.

Menurutnya, ketika daya beli masyarakat turun, penyerap produk UMKM haruslah pemerintah.

"Sekarang ini yang harus menyerap produk UMKM adalah pemerintah karena daya beli masyarakat sedang turun, jadi market Rp400 triliun ini agar bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM," kata Teten.

Supaya nilai tersebut bisa cepat terserap oleh UMKM, kata Teten, pihaknya menggandeng pemerintah daerah untuk mendampingi UMKM yang bisa menjadi vendor pengadaan barang dan jasa.

"Kami ingin kerja sama dengan daerah," ujar Teten.

Teten menuturkan dirinya mendapatkan informasi dari Kang Emil terkait hal-hal yang dibutuhkan UMKM untuk memanfaatkan belanja kementerian dan lembaga, yakni data mengenai produk yang dibutuhkan oleh pemerintah.

"Kang Emil tadi sudah sampaikan mereka butuh data apa saja yang dibutuhkan pemerintah, saya kira kita bisa siapkan karena ini marketnya sudah jelas, seperti seragam, furniture, peralatan pertanian dan kesehatan," ujar Teten.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gerakan belanja produk UMKM bangkitkan pelaku usaha di tengah pandemi
Minggu, 16 Mei 2021 - 07:45 WIB
Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak pertengahan Maret 2020 di Tanah Air sangat dirasakan dampaknya b...
Pemda DIY diminta lebih peduli pada UMKM 
Selasa, 11 Mei 2021 - 13:13 WIB
Dimasa pandemi seperti ini UMKM harus mendapatkan dukungan dari pemerintah agar tetap bertahan. Di D...
Anggota DPD Jateng dukung gerakan belanja produk UMKM
Jumat, 07 Mei 2021 - 22:09 WIB
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia asal Provinsi Jawa Tengah Denty Eka Widi Pratiwi ...
UMKM Pekanbaru bakal terima bantuan program BPUM 2021
Sabtu, 17 April 2021 - 22:30 WIB
Pelaku UMKM di Kota Pekanbaru, bakal menerima bantuan Kemenkop UKM tahun 2021 melalui program Bantua...
Jumat, ASN di Sukoharjo wajib minum jamu
Rabu, 14 April 2021 - 14:24 WIB
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mewajibkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan rutin...
Produsen kue kering hadirkan kue rasa Bandrek dan Bajigur
Selasa, 13 April 2021 - 13:08 WIB
Produsen kue kering yakni J&C Cookies menghadirkan inovasi kue kering terbarunya yakni kue dengan ci...
Tapanuli Selatan tonjolkan Kopi Arabika Sipirok di Padang Expo
Sabtu, 03 April 2021 - 22:31 WIB
Dinas Perindustrian Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, memamerkan Kopi Arabika Sipirok sebagai produk...
Wali Kota Bandarlampung harap UMKM terus berkarya dan berinovasi
Sabtu, 03 April 2021 - 22:20 WIB
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana berharap kepada pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di kota ...
UMKM Jabar didorong manfaatkan belanja kementerian dan lembaga
Sabtu, 03 April 2021 - 11:30 WIB
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk me...
Teten Masduki, Gernas BBI, dan keyakinan produk UMKM yang selalu paten
Jumat, 02 April 2021 - 10:54 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki punya cara tersendiri untuk selalu meyakinka...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV