Australia lanjutkan vaksinasi dengan AstraZeneca meski ada kasus pembekuan darah
Elshinta
Sabtu, 03 April 2021 - 19:46 WIB |
Australia lanjutkan vaksinasi dengan AstraZeneca meski ada kasus pembekuan darah
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Australia akan meneruskan program inokulasi dengan vaksin AstraZeneca PLC, menurut pernyataan para pejabat kesehatan pada Sabtu, usai kasus pembekuan darah menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan vaksin tersebut.

Seorang pria berusia 44 tahun dibawa ke rumah sakir di Melbourne dengan kasus pembekuan darah, beberapa hari usai menerima vaksin AstraZeneca, menderita thrombosis yang serius, kondisi yang mencegah peredaran darah normal melalui sistem aliran darah.

Regulator Administrasi Barang-Barang Terapeutik (TGA) dan panel Kelompok Penasihat Teknis terkait Imunisasi Australia (ATAGI) bertemu pada Jumat malam dan Sabtu dini hari untuk mendiskusikan saran lebih lanjut terkait vaksin AstraZeneca.

“Saat ini kami belum disarankan oleh ATAGI atau TGA untuk menunda distribusi vaksin AstraZeneca di Australia," kata wakil kepala petugas medis Australia, Michael Kidd, dalam pengarahan yang ditayangkan di televisi pada Sabtu sore.

Meski demikian, Kidd mengatakan bahwa kasus pembekuan darah itu "kemungkinan" terkait dengan vaksin.

"Risiko efek samping yang serius tetap rendah, namun keamanan merupakan hal yang terpenting dan itulah mengapa TAGI dan TGA terus melakukan uji kelayakan terhadap kasus ini," kata Kidd, yang menambahkan bahwa pengumuman lebih lanjut akan dilakukan pekan depan.

Pada Kamis, Inggris mengidentifikasi 30 kasus pembekuan darah yang langka menyusul penggunaan vaksin tersebut. Sejumlah negara, termasuk Kanada, Prancis, Jerman, dan Spanyol membatasi penggunaan vaksin itu usai laporan-laporan serupa.

Australia meluncurkan vaksinasi massal untuk 25 juta orang pada Februari, dengan kebanyakan dari mereka diperkirakan akan menerima vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca, karena 50 juta dosis diproduksi secara domestik oleh CSL Ltd.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
China nyatakan pertemuan PBB tentang Xinjiang merupakan penghinaan
Senin, 10 Mei 2021 - 23:20 WIB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan penggunaan PBB sebagai wadah acara...
Maruti Suzuki perpanjang penutupan fasilitas karena pandemi di India
Minggu, 09 Mei 2021 - 14:18 WIB
Produsen mobil terbesar India, Maruti Suzuki India Ltd mengatakan bahwa pihaknya memperpanjang penut...
Korban ledakan di sekolah Afghanistan bertambah jadi 58
Minggu, 09 Mei 2021 - 14:07 WIB
Jumlah korban tewas akibat ledakan di luar sebuah sekolah di ibu kota Afghanistan, Kabul, telah meni...
China: Puing-puing roket Long March jatuh di Samudera Hindia
Minggu, 09 Mei 2021 - 11:31 WIB
Puing-puing roket terbesar China jatuh ke bumi di perairan Samudra Hindia pada Minggu, dengan sebagi...
Polisi Israel, warga Palestina bentrok di Masjid Al-Aqsa Yerusalem
Sabtu, 08 Mei 2021 - 23:42 WIB
Polisi Israel, Jumat (7/5), menembakkan peluru karet dan granat kejut ke arah pemuda Palestina di Ma...
Oposisi India desak percepatan vaksinasi menyusul 1,5 juta kasus baru
Sabtu, 08 Mei 2021 - 08:35 WIB
Pimpinan oposisi India, Rahul Gandhi, ada Jumat mendesak pemerintah untuk melakukan vaksinasi terhad...
Yordania temukan tiga kasus COVID varian India
Minggu, 02 Mei 2021 - 11:50 WIB
Yordania menemukan tiga kasus COVID-19 varian India pada mereka yang tidak memiliki riwayat perjalan...
Institut Serum India siap produksi vaksin di luar negeri
Sabtu, 01 Mei 2021 - 11:03 WIB
Institut Serum India, yang memproduksi vaksin AstraZeneca COVID-19, berencana untuk memulai produksi...
Australia larang kedatangan dari India, pelanggar hadapi bui dan denda
Sabtu, 01 Mei 2021 - 10:30 WIB
Penduduk dan warga negara Australia yang telah berada di India dalam waktu 14 hari sejak tanggal mer...
Jepang akan perkenalkan paspor vaksin untuk perjalanan internasional
Jumat, 30 April 2021 - 07:51 WIB
Pemerintah Jepang berencana memperkenalkan paspor vaksin untuk memudahkan orang yang telah diinokula...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV