Ujicoba PTM 140 sekolah di Jateng: Guru diminta disiplin terapkan prokes 
Elshinta
Senin, 05 April 2021 - 15:11 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Ujicoba PTM 140 sekolah di Jateng: Guru diminta disiplin terapkan prokes 
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Para guru diminta untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam proses pembelajaran tatap muka. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan hal tersebut setelah melihat temuan-temuan kecil yang penting saat melakukan inspeksi mendadak di SMAN 4 Semarang dan SMAN 1 Ungaran di Kabupaten Semarang pada hari pertama ujicoba pembelajaran tatap muka, Senin (5/4).

Dalam pantauannya, Ganjar melihat sarana dan prasarana sekolah sudah memadai untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Akan tetapi ia masih melihat para guru harus lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Ia mengingatkan jangan sampai penularan Covid-19 justru datang dari guru yang kurang disiplin.

Uji coba tahap pertama ini diikuti oleh 140 sekolah di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Setiap daerah mendapat jatah satu SMA, satu SMP, satu MAN, dan satu SMK.

Saat di SMAN 4 Kota Semarang, Ganjar melihat para guru yang berkerumun di sampingnya. Mereka berdiri dengan jarak yang tidak ada satu meter. Ganjar pun mengingatkan mereka untuk memberikan contoh yang baik pada siswanya.

Sementara saat  Ganjar sidak ke SMAN 1 Ungaran, ketika masuk ke sebuah ruang kelas,  tiba-tiba ada seorang guru yang memberikan hanphone-nya ke siswa dan minta difotokan. Ganjar yang melihat hal itu langsung menegur guru tersebut. 

"Perpindahan handphone dari tangan satu ke tangan lainnya menjadi media penularan yang tidak disadari. Itulah kenapa betapa pentingnya uji coba pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Konsep dan bicara itu mudah, namun adaptasi kebiasaan baru ternyata cukup sulit untuk diterapkan," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto. 

Sementara itu ujisoba pembelajaran tatap muak disambut gembira para siswa. Keisya Kumala, salatu satu siswa SMAN 4 Semarang terlihat berbinar matanya.

"Alhamdulillah seneng banget. Setelah sekian lama daring akhirnya bisa masuk ke sekolah. Bisa ketemu teman-teman, ketemu guru secara langsung dan bisa merasakan duduk di kelas. Senang sekali," tutur gadis ini.

Menurutnya selama pembelajaran daring, ia kerap mengalami kendala. Kendala yang paling sulit adalah memahami pembelajaran dari guru-gurunya.

"Kendalanya lainnya adalah jaringan. Kadang-kadang jaringan ngelag dan informasi dari guru ke kami itu putus-putus dan tidak jelas. Akhirnya kami kurang bisa memahami pelajaran. Agak sulit memahaminya kalau daring," ujarnya.

Sementara di SMPN 5 Semarang, Kepala Sekolah Tehuh Waluyo hanya mengizinkan 96 siswa kelas VII yang mengikuti ujicoba itu dari kuota maksimal 110 setiap sekolah.

Suasana kelas pun tertata rapi, setiap siswa duduk di bangku sendiri-sendiri dengan dibatasi plastik mika agar benar-benar terpisah dari rekan mereka yang hanya berjumlah 16 siswa setiap kelasnya.

Para siswa pun datang diantar para orangtuanya, langsung disambut dua petugas pengecek suhu tubuh dengan thermogun, selanjutnya diwajibkan cuci tangan; lalu masuk kelas dengan mencopot sepatu yang dimasukkan ke tas khusus sepatu masing-masing.

Setelah ujicoba tahap pertama sukses, maka akan dilakukan evaluasi pada 19-23 April. Setelah itu, uji coba tahap kedua akan digelar pada 26 April sampai 7 Mei dengan penambahan jumlah sekolah atau penambahan siswa.

Sementara tanggal 12 Juli sampai September akan dilakukan uji coba tahap ketiga yang diharapkan sudah ada adaptasi baru. Bisa saja nanti sekolahnya ditambah atau jumlah siswanya yang ditambah dalam pelaksanaan itu. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Uji coba sekolah tatap muka di Yogyakarta diikuti 80-90 persen siswa
Minggu, 09 Mei 2021 - 12:00 WIB
Uji coba sekolah tatap muka yang digelar di Kota Yogyakarta untuk jenjang SD dan SMP selama hampir d...
Meraih mimpi masa depan melalui beasiswa KIP Kuliah
Sabtu, 08 Mei 2021 - 22:31 WIB
Program \"Merdeka Belajar\" yang salah satunya berupa beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, ...
2.593 guru swasta di Kudus terima tunjangan
Sabtu, 08 Mei 2021 - 19:10 WIB
Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyerahkan Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) kepad...
UB kembali kukuhkan dua profesor 
Sabtu, 08 Mei 2021 - 17:23 WIB
Universitas Brawijaya ( UB) kembali mengukuhkan dua profesor. Kedua Profesor  tersebut masing-masin...
 Tingkatkan minat baca dan menulis, Pemkab Matim gelar lomba bertutur
Sabtu, 08 Mei 2021 - 16:11 WIB
Dalam rangka menumbuhkan minat baca pada generasi muda dan mempersiapkan anak-anak, Pemerintah Kabup...
Pantau santri tidak mudik, Wabup Karawang sidak pesantren
Jumat, 07 Mei 2021 - 13:57 WIB
Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh melakukan sidak ke Pesantren Al-Ikhlas, Tanjungpura, Kecamatan ...
Gubernur: Pendidikan di NTT harus adaptif terhadap potensi daerah
Kamis, 06 Mei 2021 - 15:36 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan pendidikan di NTT harus bisa adaptif terhadap pote...
ITN Malang ditunjuk jadi pelaksana pendampingan Program SMK Pusat Keunggulan 2021
Rabu, 05 Mei 2021 - 14:57 WIB
Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur ditetapkan sebagai perguruan tinggi Pelaksana P...
Pemprov Papua kirim 30 mahasiswa OAP ke Amerika Serikat
Selasa, 04 Mei 2021 - 12:23 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengirim sebanyak 30 mahasiswa unggul Orang Asli Papua (OAP) unt...
Kemendikbudristek lakukan transformasi melalui Merdeka Belajar
Selasa, 04 Mei 2021 - 11:57 WIB
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melakukan transformasi p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV