Wamen LHK: Berwisata alam sehatkan jiwa raga
Elshinta
Rabu, 07 April 2021 - 15:55 WIB | Penulis : | Editor : Administrator
Wamen LHK: Berwisata alam sehatkan jiwa raga
Kunjungan Jurnalistik di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Cibodas, Jawa Barat, Selasa (6/4).

Elshinta.com - Gaya hidup berwisata alam  semakin digemari sebagian masyarakat selama era pemulihan pandemi, khususnya wisata alam di kawasan konservasi. Kondisi ini merupakan potensi untuk semakin berkembang karena Indonesia memiliki banyak obyek daya tarik wisata alam. Pengembangan ekowisata atau wisata alam merupakan salah satu pemanfaatan dari kawasan konservasi. 

"Dulu sebelumnya pengelolaan Taman Nasional itu menerapkan pola fencing atau dipagari, tidak boleh diapa-apakan. Sekarang kita menginginkan di samping fungsi konservasi, ada pemanfaatan dalam arti jasa lingkungan, dan wisata alam," tutur Wakil Menteri LHK Alue Dohong, saat acara Kunjungan Jurnalistik di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Cibodas, Jawa Barat, Selasa (6/4).

Berwisata sembari menikmati keindahan alam juga merupakan salah satu cara penyembuhan yang efektif. Konsep alam sebagai sumber penyembuhan ini dikenal dengan forest healing.

"Masuk ke hutan itu bukan berapa jauh atau berapa langkah yang kita ambil, tapi dengan memaknai setiap langkahnya. Dengan begitu, tidak hanya jasmani, juga dapat memberikan kontribusi terhadap kesehatan jiwa. Memasuki hutan juga dapat melepas stress, dan penat. Dengan melihat keindahan alam, imun juga meningkat," kata Wamen Alue.

Pada kesempatan tersebut, Wamen Alue mengingatkan tantangan kawasan wisata alam yaitu bagaimana mengelola sampah. Hal ini penting agar para penikmat wisata alam tidak terganggu dengan sampah yang dibuang sembarangan, termasuk di jalur pendakian.

"Apalagi sampahnya yang sulit atau bahkan tidak terurai di alam. Keindahan dan keunikan yang ada di alam, jangan sampai tercemar sampah," katanya.

Wamen Alue juga berpesan dengan adanya ekowisata bisa menjadi penggerak green economy di Indonesia. Pengelolaan wisata alam pun membuka peluang kerja sehingga berkontribusi terhadap pendapatan masyarakat, daerah, dan negara.

"Saya kira salah satu peluang Indonesia ke depan dalam rangka menuju green economy. Jadi paradigmanya yang berubah, tidak perlu mengeksploitasi alam lagi, tetapi dengan menerapkan multi environmental services," ujar Wamen Alue.

Kawasan TNGGP dengan luasan 24.270,8 hektar memiliki banyak potensi. Secara administratif, TNGGP mencakup tiga wilayah yaitu Cianjur, Sukabumi, dan Bogor. Dalam pengelolaannya dibagi menjadi 15 resort, dan masing-masing mempunyai segmentasi pengembangannya.

Dijelaskan Kepala Balai Besar TNGGP Wahju Rudianto, TNGGP merupakan hulu dari empat Daerah Aliran Sungai (DAS) utama yaitu Cimandiri, Citarum, Ciliwung, dan Cisadane. Posisinya yang strategis ini menjadikan kawasan TNGGP memiliki fungsi penting dalam pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat sekitarnya. Dengan curah hujan tahunan mencapai 3.000-4.000 mm, menjadikan TNGGP sebagai sumber air tawar dengan kapasitas 594 milyar liter/tahun.

"Sebagai salah satu dari lima Taman Nasional tertua di Indonesia, kami mempunyai prinsip bahwa dari setiap jengkal kawasan TNGGP, penting untuk diketahui potensinya, termasuk flora dan faunanya, baik di atas maupun di bawah permukaan tanahnya," ungkap Wahju.

Dalam laporannya, Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK Nunu Anugrah menjelaskan kegiatan Kunjungan Jurnalistik ke TNGGP diikuti oleh 20 media. Harapannya kegiatan ini selain ajang silaturahmi juga dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan.

"Saya sampaikan terimakasih atas dukungan terselenggaranya kegiatan kunjungan jurnalistik ini, kepada TNGGP sebagai tuan rumah khususnya, para panitia, dan utamanya kepada para awak media," ucapnya.

Keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi dan konservasi secara umum, membutuhkan dukungan seluruh komponen stakeholder, melalui metode pentahelix, termasuk peran penting media di dalamnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Kapolda Jatim tekankan pengelola tempat wisata untuk perketat prokes
Sabtu, 15 Mei 2021 - 20:45 WIB
Rombongan PJU (Pejabat Utama) Polda Jatim bersama Pangdam V Brawijaya  Mayjend TNI Suharyanto, mela...
Perpanjangan penutupan kawasan Ancol karena masukan berbagai pihak
Sabtu, 15 Mei 2021 - 19:56 WIB
Manajemen PT Taman Impian Jaya Ancol menyatakan penutupan kawasan wisata di Jakarta Utara itu hingga...
Pengelola buka kembali Ancol pada Selasa mendatang
Sabtu, 15 Mei 2021 - 19:11 WIB
Pengelola Taman Impian Jaya Ancol beserta unit rekreasi di dalamnya memperpanjang masa penutupan sem...
Ancol klarifikasi kawasan buka kembali setelah sempat ditutup
Sabtu, 15 Mei 2021 - 18:34 WIB
Manajemen Taman Impian Jaya Ancol mengklarifikasi objek wisata Ancol kembali dibuka setelah dilaku...
Museum Fatahillah mulai ramai pengunjung
Sabtu, 15 Mei 2021 - 15:10 WIB
Museum Sejarah Jakarta atau lebih dikenal dengan Museum Fatahillah di Kawasan Kota Tua, Jakarta Bar...
 Melebihi kapasitas, Satgas Covid-19 Juntinyuat bubarkan pengunjung obyek wisata Pantai Tirtamaya
Jumat, 14 Mei 2021 - 18:55 WIB
Satgas Covid-19 Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu terpaksa membubarkan pengunjung obyek wisat...
Aktivitas wisata Ciwidey Bandung turun karena penyekatan mudik Lebaran
Jumat, 14 Mei 2021 - 17:12 WIB
Pada suasana Idul Fitri tahun 2021 ini aktivitas pariwisata di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung, J...
Libur Lebaran, 2.460 pengunjung datangi Taman Margasatwa Ragunan
Jumat, 14 Mei 2021 - 15:35 WIB
Taman Margasatwa Ragunan mencatat sebanyak 2.460 orang mengunjungi tempat wisata yang ada di Jakarta...
Kemenparekraf-Grab, tingkatkan kualitas layanan pemasaran dan potensi wisata Borobudur
Rabu, 12 Mei 2021 - 10:38 WIB
Salah satu mitra Co-Branding Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yaitu  Grab Indonesia, kemb...
Kawasan Bromo-Semeru ditutup saat libur Lebaran
Selasa, 11 Mei 2021 - 18:37 WIB
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) memutuskan untuk melakukan penutupan seme...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV