Jakarta International Stadium diharapkan jadi pemersatu
Elshinta
Kamis, 08 April 2021 - 00:11 WIB |
Jakarta International Stadium diharapkan jadi pemersatu
Foto aerial pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (9/3/2021). Saat ini kemajuan pembangunan stadion yang diproyeksikan berkapasitas 82.000 penonton itu mencapai 49,94 persen (data terakhir PT Jakarta Propertindo per 9 Maret 2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

Elshinta.com - Keberadaan Jakarta International Stadium (JIS) yang diproyeksikan menjadi salah satu arena pendukung gelaran Piala Dunia U-20 pada 2023, diharapkan menjadi pemersatu dan kebanggaan warga Jakarta hingga Indonesia.

"Dengan proyeksinya itu, JIS harus jadi pemersatu dan kebanggaan warga Jakarta hingga Indonesia secara umum," kata Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Iman kemudian menyebutkan JIS ke depannya harus dipertahankan sebagai representasi lokasi yang menjadi milik warga Jakarta dan Indonesia keseluruhan.

"Jangan nantinya didominasi pihak-pihak tertentu, ini harus menjadi milik warga Jakarta, karena dengan rasa kepemilikan tersebut, akan terbangun budaya dan perilaku dari masyarakat untuk menjaga seluruhnya dari tempat itu yang akhirnya ada motivasi masyarakat untuk menciptakan insan yang baik bagi sepak bola Indonesia," ucap Iman.

Namun demkian, Iman menyebutkan bahwa pihak pengelola harus juga bisa merawat seluruh kawasan JIS yang memiliki luas 221.000 meter persegi itu dengan baik dan jangan sampai terbengkalai ketika sudah rampungnya proyek tersebut.

"Kawasan ini harus hidup. Jakpro juga kan sudah ada inisiatif olahragawan untuk dikolaborasikan dalam mengelola aset olahraga Pemda itu bagus. Yang pasti, pemanfaatan kawasan ini harus maksimal, jangan takut rusak karena jika rusak karena dipakai itu gak apa-apa, jangan rusak karena terbengkalai," ujarnya.

Persatuan penonton
Sementara itu, Wakil Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta Aldi Karmawan juga sepakat bahwa JIS yang dalam pembangunannya dibiayai APBD DKI Jakarta dengan nilai sekitar Rp4,08 triliun dapat menjadi kebanggaan bagi warga Jakarta dan Indonesia.

Selain itu, kata Aldi, JIS juga bisa mendorong persatuan penonton di Jakarta yang berdasarkan historisnya ada perselisihan suporter klub sepak bola Persija (The Jak Mania) dan Persitara (North Jak).

"Pasti bisa jadi kebanggaan dan lambang persatuan bagi Jakarta dan Indonesia, terutama ketika dipakai oleh Timnas kita, untuk latihan misalnya. Tapi jika nantinya ini akan jadi kandang Persija, harus dicari win-win solution, jangan sampai nantinya ada percikan-percikan misalnya Stadion Tugu dikasih ke Persitara," kata Aldi saat dihubungi di kesempatan berbeda.

Menurut Aldi, harus ada pemahaman juga terkait sejarahnya bahwa dua klub ini membawa nama Jakarta meski satu tim (Persija) berlaga di divisi teratas Liga Indonesia dan tim lainnya (Persitara) berlaga di Liga Tiga.

"Tapi keduanya pernah bertarung di divisi yang sama (Liga 1)," ucapnya.

Stadion JIS yang terletak di Tanjung Priok, Jakarta Utara, ini digarap oleh BUMD DKI PT Jakarta Propertindo di atas lahan seluas 221.000 meter persegi. Stadion ini diprediksi akan memiliki kapasitas 82 ribu penonton dan dilengkapi berbagai fasilitas.

Fasilitas-fasilitas yang ada akan terbilang canggih mulai dari teknologi atap, lapangan, rumput, hingga sistem keamanan yang disebut akan memakai teknologi pengindera wajah.

Upaya mencegah kerusakan fasilitas stadion oleh oknum tak bertanggung jawab nyatanya juga dipersiapkan kontraktor dengan cara mengantisipasi masuknya penonton hingga ke dalam lapangan pertandingan dengan mempersiapkan barikade di tribun yang paling bawah menggunakan material khusus serta berdimensi lebar agar sulit dilompati penonton.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pedagang baju bekas Pasar Senen raup omzet hingga Rp12 juta per hari
Rabu, 12 Mei 2021 - 16:54 WIB
Pedagang baju bekas di Blok III Pasar Senen, Jakarta Pusat, meraup omzet penjualan hingga Rp12 juta ...
PKL Jati Baru ramai dipadati warga
Rabu, 12 Mei 2021 - 16:43 WIB
Aktivitas perdagangan di Pedagang Kaki Lima (PKL) kawasan Jati Baru, Jakarta Pusat, Rabu, ramai dip...
Menahan diri tidak mudik
Rabu, 12 Mei 2021 - 15:37 WIB
Dengan menggenggam ponsel pintarnya, Karsini, penjaga salah satu rumah indekos di kawasan Setiabudi,...
Polres Jakpus gagalkan peredaran sabu internasional seberat 310 kg
Rabu, 12 Mei 2021 - 09:02 WIB
Satgas Satuan Reserse (Satres) Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan peredaran narkotika jenis sab...
Polda Metro siapkan skenario antisipasi lonjakan arus balik
Rabu, 12 Mei 2021 - 06:48 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tengah menyiapkan skenario untuk mengantisipasi lonjakan aru...
Pemkot Jakpus pastikan takbir hanya dilakukan dalam masjid
Rabu, 12 Mei 2021 - 06:15 WIB
Pemerintah Kota Jakarta Pusat memastikan kegiatan pelaksanaan malam takbiran dalam menyambut rangka ...
Polda Metro siapkan skema bebas kendaraan di malam takbiran
Rabu, 12 Mei 2021 - 06:00 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan skema bebas kemacetan kendaraan di malam ha...
`Tanah Abang Explorer` beroperasi sampai 12 Mei
Selasa, 11 Mei 2021 - 22:57 WIB
Bus TransJakarta gratis `Tanah Abang Explorer` beroperasi sampai Rabu (12/5), meski Pasar Tanah Aba...
Masjid Istiqlal tak akan gelar Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah
Selasa, 11 Mei 2021 - 21:50 WIB
Pengurus Masjid Istiqlal menyatakan tak akan menggelar Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah setelah diputu...
Penjual kue di Pasar Senen kekurangan stok
Selasa, 11 Mei 2021 - 21:35 WIB
Sejumlah penjual kue kering di Pasar Senen Jaya, Jakarta Pusat, kekurangan stok barang yang didapat...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV